Band Indie Lokal dengan Nama-nama Unik

Band Indie Lokal dengan Nama-nama Unik

  • By:
  • Sabtu, 30 January 2021
  • 1759 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Pemilihan nama menjadi unsur yang sangat penting ketika membentuk sebuah grup musik atau band di Indonesia khususnya juga global secara umum, termasuk juga oleh para musisi-musisi yang bergerak di ranah band indie lokal.

Nama band termasuk bagi band indie lokal adalah sesuatu yang sakral bagi seorang pemusik. Sebuah nama bagi ibarat menjadi identitas mutlak. Pemilihan nama band bisa didasarkan karena tendensi mudah diingat oleh orang-orang atau namanya memiliki makna tersendiri.

Berbicara band indie termasuk band indie lokal, belakangan ini dunia permusikan Indonesia tengah diramaikan dengan munculnya musisi-musisi atau band indie. Begitu ramainya diperbincangkan, istilah indie bahkan dikait-kaitkan sebagai salah satu aliran musik.

Indie juga kerap dikaitkan dengan musik yang minimalis, sederhana, yang syahdu didengarkan dalam suasana sore hari sambil ditemani kopi. Namun, Keliru jika mengartikan indie sebagai sebuah genre musik karena istilah indie diambil dari kata independent. Artinya merdeka, bebas, mandiri, dan tidak bergantung.

Jadi, anggapan bahwa band indie merupakan aliran musik sama seperti pop, jazz, rock, metal, hip hop atau sebagainya adalah salah besar.

Band indie dikatakan mandiri karena musisi-musisi atau band yang mengambil jalan ini tidak bergantung kepada sebuah label rekaman atau perusahaan. Dengan kondisi ini, band indie biasanya lebih bebas menciptakan lagu yang mereka sukai atau sesuai dengan ciri khas mereka.

  1. Nama band indie lokal unik- Mesin Tempur

    Band indie lokal dengan nama unik pertama adalah Mesin Tempur. Tak hanya namanya yang unik, Mesin Tempur sebagai band indie lokal patut diacungin jempol karena mampu terus eksis di industri musik dengan mengusung aliran musik grindcore.

    Dari aliran musik yang diusung, Mesin Tempur tentunya punya ciri khas penampilan musik dengan suara gitar berdistorsi tebal, gitar dengan stem rendah, tempo yang cepat, dan biasanya lagu-lagu mereka tidak memiliki durasi yang terlalu panjang.

    Tak hanya itu, Mesin Tempur juga punya ciri khas tampil selalu menggunakan penutup muka (topeng) dengan logo tengkorak. Menilik band-band luar negeri, Mesin Tempur punya penampilan yang persis seperti band rock dan metal macam Slipknot, KISS, dan GHOST.

    Sebagai band beraliran musik keras dan bising, Mesin Tempur yang berasal dari Bandung, Jawa Barat, ini punya cara unik mencairkan suasana saat tampil di atas panggung. Mereka kerap melemparkan lelucon-lelucon segar khas kedaerahan mereka.

    Mesin Tempur pun kerap tampil dengan membawakan lagu yang dibalut lelucon kedaerahan khas mereka. Menariknya, lelucon-lelucon yang bisa mengocok perut tersebut selalu dibalut dengan pesan-pesan moral untuk para penonton.

    Mesin Tempur menyajikan guyonan yang dikemas dengan musik ekstrem. Musik grind dengan komedi? Mesin Tempur adalah band yang memang berpenampilan seperti itu adanya. Serius atau tidak pembawaan mereka, kembali kepada Mesin Tempur yang terus konsisten menonjolkan identitas diri.

    Tidak diketahui pasti pula kapan band ini terbentuk, tapi nama mereka mencuat di tahun 2008. Selama berkarier, Mesin Tempur membuat sebuah album EP yang berisi lagu-lagu mereka ketika konser.

  2. Nama band indie lokal unik- The Panasdalam Bank

    Sosok di balik hadirnya band indie lokal asal Bandung, The Panasdalam, adalah penulis buku kenamaan Tanah Air Pidi Baiq. Sosok yang dikenal lewat karya bukunya Dilan, Dilan 2, dan Milea itu nyatanya juga jago bernyanyi dan bermain musik.

    Dalam sebuah wawancara pada tahun 2018, Pidi Baiq menjelaskan makna di balik nama band indie lokal The Panasdalam Bank. "The Panasdalam itu akronim sebetulnya. The-nya dari Atheis, pa-nya dari Paganisme, itu yang menyembah gitu, bukan Tuhan, nas-nya dari Nasrani, da-nya dari Hindu Buddha, lam-nya dari Islam, begitu,” kata Pidi Baiq.

    Pidi Baiq juga menjelaskan bahwa dulunya band ini dibentuk dengan nama NKRTPD (Negara Kesatuan Republik The Panasdalam). Pasalnya, The Panasdalam emang dulu bukan dibikin langsung dalam format band, melainkan sebagai negara “tetangga” Indonesia.

    Dikutip dari blog Pidi Baiq, The Panasdalam didirikan tanggal 18 Agustus 1995 di salah satu ruangan kuliah yang ada di kampus ITB (Institut Teknologi Bandung). Pada 2018 lalu, The Panasdalam Bank meluncurkan single berjudul Koboy Kampus yang merupakan bentuk kegelisahan seorang mahasiswa.

  3. Nama band indie lokal unik- Pegawai Negeri

    Band indie lokal dengan nama unik berikutnya adalah Pegawai Negeri. Mereka adalah finalis dari Indiefest generasi pertama. Sesuai dengan namanya, band ini sering manggung dengan menggunakan pakaian Korpri. Meski namanya terdengar parodi, namun untuk musik band ini cukup serius.

    Alasan band indi lokal ini menggunakan nama nyentrik tersebut karena para personelnya bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil, namun tidak tercapai, akhirnya punya band Pegawai Negeri pun dibentuk.

  4. Nama band indie lokal unik- Buronan Mertua

    Berdiri sejak tahun 2010 di kota Jakarta, Buronan Mertua, menjadi band indie lokal dengan nama yang juga unik. Membawa aliran Rock di dalam musik mereka. Selain namanya yang unik, jargon mereka juga komedik: "Rock Asal-Asalan" yang juga menjadi tajuk dari album perdana mereka di tahun 2012.

    Konon dikabarkan bahwa band indie lokal ini mengambil nama Buronan Mertua dari sebuah tulisan yang di belakang truk. 

    Dari sisi lagu, Buronan Mertua mencoba mengangkat sisi kehidupan yang sering mereka lihat. Mulai dari rutinitas sehari-hari, hal-hal yang menjemukan, sentilan-sentilan sosial, serta pesan-pesan positif untuk tetap maju dalam menjalani kehidupan. 

  5. Nama band indie lokal unik- Halus Lembut

    Band indie lokal dengan nama unik berikutnya mungkin masih terdengar asing di telinga, tapi sebenarnya nama Halus Lembut Band bukanlah nama baru di pentas musik Indonesia. Band asal Jakarta ini sudah eksis di industri musik nasional sejak tahun 2015.

    Grup yang beranggotakan Ongko (gitar), Zulaika Nafira (Zula) sebagai vokalis dan Julian (drum) ini mengusung musik party pop. Pada Desember 2018 lalu, band indie lokal ini merilis single barjudul Kapal Miring sebagai gambaran dari remaja kiwari.

    Single "Kapal Miring" yang diproduksi oleh Cadaazz Pustaka Musik, Melpro dan Halus Lembut ini, bercerita tentang kehidupan malam anak muda zaman now yang suka party dan penuh dengan rasa ingin tahu. Ditambah, mereka juga ingin mencoba berbagai hal dalam pergaulannya.

0 COMMENTS