Band Punk Inggris, Dry Cleaning, Rilis Album Debut “New Long Leg”

Band Punk Inggris, Dry Cleaning, Rilis Album Debut “New Long Leg”

  • By:
  • Selasa, 20 April 2021
  • 51 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Sebagai wujud keseriusan dalam bermusik, Dry Cleaning, band post-punk asal Inggris kini sudah merilis album debut mereka bertajuk New Long Leg. Album yang diproduseri oleh komposer ternama Inggris, John Parish, itu dilepas tepat pada 2 April 2021.

Dalam rangkaian menuju album barunya itu, Dry Cleaning merilis sebuah lagu dan video musik berjudul Unsmart Lady pada 31 Maret lalu. Sebelum resmi dilepas, single ini ditayangkan perdana oleh Dry Cleaning pada acara Festival Musik virtual Radio 6 dari BBC.

Dry Cleaning sekaligus membagikan video musik yang menyertainya dengan menampilkan para personel tampil di dalam sebuah toko karpet di kota asalnya, London Selatan. Pengarah video klip ini adalah Tilly Shiner yang merekamnya dalam video 8mm sehingga video musik Dry Cleaning terlihat vintage.

Dalam pernyataan pers yang dilansir NME, sang vokalis Dry Cleaning Florence Shaw membahas lirik lagu tersebut, yang berhubungan dengan masalah citra tubuh: "Gemuk, podgy, non-make-up / Unsmart lady."

"Saya sedang memikirkan hal-hal yang seharusnya bisa menjadi sumber rasa malu tentang penampilanmu dan ingin menggunakannya dengan cara yang ampuh," katanya.

“[Kamu] hanya mencoba untuk bertahan hidup ketika kamu merasa lelah dan kecewa dan tidak peduli dengan dirimu sendiri, tetapi kamu berkata, 'Saya tidak peduli apa yang seharusnya saya lakukan,'” lanjut Florence Shaw.

Dry Cleaning sendiri dimulai pada 2018 oleh Florence Shaw, Lewis Maynard (bass), Tim Dowse (gitar), dan Nick Buxton (drum). Gaya bermusik mereka banyak disebut serupa dengan band-band veteran post-punk dan rock asal Inggris seperti Wire, Magazine, hingga Joy Division.

Perjalanan Dry Cleaning di industri musik dimulai ketika mereka merilis single debut berjudul Magic of Meghan pada 2019. Lagu ini ditulis oleh sang vokalis. Tak butuh waktu lama, Dry Cleaning merilis sebuah mini album (EP) bertajuk Sweet Princess pada Agustus 2019.

Enam lagu yang ada di dalam EP ini mengekstrak sesuatu yang menyentuh dan tragis dari kehidupan di media sosial dan kecemasan sosial. Sebagai lagu pembuka di EP ini, Dry Cleaning mempersembahkan lagu berjudul Goodnight.

Setelah cukup sukses dengan EP debut mereka, tidak butuh waktu lama bagi Dry Cleaning untuk membagikan EP kedua mereka bertajuk Snacks and Drinks pada November 2019. Tidak jauh berbeda dengan tema di EP sebelumnya, Dry Cleaning mengangkat isu tentang kehidupan di zaman modern.

Karier Dry Cleaning semakin melejit setelah bergabung dengan label rekaman asal Inggris, 4AD. Untuk perkenalan sebagai roster baru dari label rekaman 4AD, Dry Cleaning merilis single berjudul Scratchcard Lanyard pada November 2020.

"Dalam pencarian panggilan sejati Anda dalam hidup, mudah untuk mencoba begitu banyak hal yang akhirnya membuat Anda bingung, "kata Dry Cleaning dalam sebuah pernyataan dilansir Pitchfork.

“Hal itu dapat menyebabkan penumpukan frustasi yang sangat besar. Anda mungkin berfantasi untuk membalas dendam pada musuh yang nyata atau yang Anda bayangkan. Hal-hal singkat dan pengalaman eskapis berskala kecil dapat memberikan sedikit kelegaan,” lanjut mereka soal single tersebut.

Beberapa bulan setelah merilis single baru di bawah naungan label rekaman anyar, Dry Cleaning mengumumkan album debut mereka New Long Leg pada Februari 2021. Dalam rangkaian peluncuran album debut itu, Dry Cleaning melepas single berjudul Strong Feelings.

"Strong Feelings," kata vokalis Florence Shaw dalam sebuah pernyataan, adalah "tentang diam-diam jatuh cinta dengan seseorang yang tidak mengetahuinya, dan peran Brexit yang mengganggu dalam hubungan romantis."

Dry Cleaning merekam album selama pandemi dengan setiap anggota band membuat demo rekaman masing-masing. Hal unik dilakukan para personel dengan saling bertukar demo rekaman melalui kaca jendela mobil untuk menjaga jarak.

Setelah keadaan semakin kondusif, Dry Cleaning bekerja sama dengan John Parish di Rockfield Studio di Wales untuk menyatukan rekaman yang sebelumnya sudah mereka kerjakan masing-masing. Kerja keras Dry Cleaning pada akhirnya mewujudkan album perdana mereka yang mendapat respons positif dari kritikus musik.

0 COMMENTS