Banikata Tutup Gejolak Tahun 2020 dengan Single “Epilog”

Banikata Tutup Gejolak Tahun 2020 dengan Single “Epilog”

  • By:
  • Minggu, 24 January 2021
  • 100 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Musisi pria pendatang baru di Tanah Air, Banikata, kembali menyapa para pendengarnya melalui karya baru sekaligus menutup tahun 2020 dengan single anyar berjudul Epilog. Tembang ini menjadi single ketiga Banikata sepanjang tahun 2020.

Musisi dengan nama asli Christofer Emmanuel ini merilis single tersebut pada 25 Desember lalu. Melalui lagu ini, Banikata menceritakan tentang pribadi yang menyadari betapa cepatnya tahun 2020 berlalu dengan segala gejolak di dalamnya karena kehadiran pandemi.

Kendati begitu, Banikata melalui Epilog ingin menyampaikan pesan bahwa pada akhirnya setiap pribadi di muka bumi ini sudah sepantasnya mengucap syukur atas hidup yang masih diterima hingga. Lagu Epilog dari Banikata ingin mengajak pendengarnya mengambil titik bahagia dan saling mengucap rasa cinta pada orang-orang disekitar kita.

Epilog menjadi terasa lebih spesial karena dirilis Banikata bertepatan dengan hari raya Natal. Momen di mana untuk merefleksikan apa yang sudah dilalui selama setahun dan bersyukur. Tidak lupa untuk saling memberi rasa cinta kepada sesama. 

Orang-orang dibalik lagu ini masih setia bersama Banikata yaitu Gian Van Den Bos (Red Voqus) sebagai produser dan direkam serta dipoles oleh Dimas Pradipta dari Sum It! Studio serta dituangkan melalui visualisasi yang khas dari Mikael Aldo (Sun Eater).

Tidak lama sebelum Epilog dilepas ke pasaran, Banikata lebih dulu merilis single berjudul Romantisasi Narasi pada September 2020. Single kedua milik Banikata ini merupakan karya yang ia tulis bait demi bait pada liriknya. Melalui “Romantisasi Narasi”, Banikata bercerita tentang pengalaman pribadinya.

Banikata mengisahkan seseorang yang terpenjara di dalam narasi yang diciptakan oleh orang lain. Lagu ini juga berpesan bahwa setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam menghadapi dunia. Jika apapun yang orang lain lakukan berbeda dengan cara kita, kita harus menghargainya.

Keindahan dari beragamnya umat manusia inilah yang menginspirasi untuk menuangkan ide dalam narasi tersebut. Banikata pun menambahkan mengenai lagu ini, “Tugas kita sebagai sesama manusia hanyalah dengan membiarkan masing-masing manusia di sekitar kita untuk menulis narasi hidupnya sendiri.”

Proses pembuatan lagu ini dibantu oleh tangan dingin Gian Van Den Bos atau Red Voqus sebagai produser. Rekaman juga dipoles dan direkam dengan bantuan Dimas Pradipta dari Sum It! Studio. Tidak hanya itu, visualisasinya yang khas juga dikemas oleh Mikael Aldo dari Sun Eater.

Banikata Memulai Karier dengan Angkat Kota Semarang

Untuk menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia, Banikata merilis single perdananya pada Maret 2020 dengan judul Semarang Senja. Dengan bantuan beberapa teman semasa SMA dan Kuliah, ia menghidupkan kembali rasa cintanya kepada Semarang dengan merilis ulang “Semarang Senja”, lagu ini pernah direkamnya semasa kuliah pada 2014 silam.

Kecintaannya terhadap kota Semarang dituangkan dalam sebuah lagu yang didedikasikan khusus untuk kota tercintanya. Christofer membuktikan bahwa ikatan batin mahluk hidup dengan sebuah tempat terlepas darimana ia di lahirkan.

Seperti lagu-lagu lain yang terinspirasi dari sebuah kota, Semarang Senja dari Banikata juga punya sisi romantis dan nostagik. Ketika beberapa kota di Indonesia telah diabadikan dalam sebuah lagu, Ia ingin mencatat Semarang dengan segala keindahannya dalam sebuah lagu.

Pada wawancaranya dengan Infotembalang, Banikata menjelaskan alasannya membuat lagu tentang Semarang. Nyatanya, Banikata punya ikatan memori cukup kuat dengan Semarang karena pernah tinggal di sana.

Ketika waktunya ia masuk ke jenjang kuliah pada tahun 2014, Banikata memutuskan untuk masuk jurusan Sastra Indonesia di Universitas Diponegoro. “Kalau mau dikata, separuh hidupku ada di Semarang. Setiap berada di Semarang, aku merasa nyaman dan tenang. Wajar aja sih kalau Semarang menjadi rumah kedua bagiku.”

Banikata menyampaikan bahwa lirik lagu Semarang Senja ditulis berdasarkan isi hati dan pikirannya pribadi. Ia ingin menunjukkan apresiasinya kepada Kota Semarang melalui lagunya itu. Menurutnya, Semarang begitu memikat hatinya. Banikata telah jatuh cinta tanpa alasan kepada Semarang.

Lagu Semarang Senja diawali dengan penggalan awal tembang legendaris Gambang Semarang. Bagian ini menggambarkan seseorang yang baru saja sampai Semarang menggunakan kereta api. Ketika turun di Stasiun Tawang, ia disambut dengan lagu tersebut.

Selanjutnya lantunan lirik Semarang Senja berusaha mengekspresikan kerinduan yang amat sangat terhadap Kota Semarang. Ketika si penembang usai mencurahkan isi hati dan harus pergi lagi, ia akan diantar dengan lagu yang menyambutnya, Gambang Semarang.

0 COMMENTS