BAP dan Basboi Lahirkan Kolaborasi Dalam Bentuk Maxi Single

BAP dan Basboi Lahirkan Kolaborasi Dalam Bentuk Maxi Single

  • By:
  • Sabtu, 17 April 2021
  • 44 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Kareem Soenharjo merupakan seorang musisi sekaligus produser penuh talenta yang cukup aktif dalam memaksimalkan potensi skena musik lintas genre, terutama di ranah musik independen. Kareem Soenharjo juga memiliki beberapa moniker untuk membagi fokus dan personanya dari setiap aktivitas musik yang dijalaninya. Pertama, Kareem Soenharjo merupakan penggerak bagi salah satu kolektif hiphop Tanah Air bernama Cul de Sac dengan nama yang lebih akrab dikenal BAP. Selanjutnya, untuk ranah musik instrumental dan personanya sebagai produser rekaman, Kareem Soenharjo atau BAP ini menggunakan moniker Yosugi. Di luar itu, BAP juga baru saja merilis single Jon Devoight dan Pity Me untuk proyek musik hardcore punk bersama Alfath, Bagas Encek, dan Kevin Whoosah pada tahun 2020 lalu.

Aktif menjadi penggerak dalam kolektif hiphop, tentu saja membuat BAP cukup memahami tentang pergerakan maupun perkembangan yang terjadi di dalam skena tersebut. Tidak jarang juga BAP melakukan kolaborasi dengan banyak musisi hiphop muda lainnya. Seperti pada 14 Maret lalu, BAP mengumumkan bahwa dirinya baru saja merampungkan proyek kolaborasi bersama Basboi, rapper muda asal Medan yang kini menetap di Jakarta. Kolaborasi antara BAP dan Basboi ini lahir dalam bentuk maxi single berjudul Songs To Begal To. Bagi pemerhati skena hiphop independen lokal, nama judul maxi single yang unik tersebut mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalian. Apalagi jika memerhatikan judul karya yang telah Basboi rilis hingga saat ini. Meskipun memiliki judul yang unik, nyatanya konsep dan inspirasi yang diangkat ke dalam maxi single BAP dan Basboi tersebut cukup memiliki makna yang mendalam.

Maxi single Songs To Begal To karya BAP dan Basboi ini mencakup dua buah lagu berjudul Begal dan Post Begal. Secara singkat kedua lagu hasil kolaborasi antara BAP dan Basboi tersebut mengandung tema besar terkait antitesis dari permasalahan iklim global hingga keresahan tentang kondisi mental dan finansial yang akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Maxi single karya BAP dan Basboi ini juga secara eksklusif dan resmi dirilis melalui The Store Front, sebuah platform digital yang didirikan oleh Noisewhore. 

Untuk karier hiphop solonya, BAP juga sempat merilis album perdananya di tahun 2018 berjudul Monkshood. Bagi beberapa pihak yang menggeluti skena hiphop independen, album perdana tersebut dianggap jadi salah satu karya hiphop modern dengan energi progresif. Energi tersebut hadir dengan berbagai macam elemen genre musik yang digubah untuk menjadi landasan dari 11 lagu yang tercipta di dalam album Monkshood karya BAP tersebut. Di tahun 2020, BAP mulai menjalankan proyek BAPAK dan Yosugi dalam waktu yang bersamaan. Setelah sebelumnya merilis single untuk BAPAK, di tahun yang sama BAP juga merilis EP untuk moniker Yosugi bersama Greybox berjudul ConunDRUMS EP. Sebelumnya di tahun 2016, BAP juga sempat merilis album penuh untuk moniker Yosugi yang hadir dengan judul F.I.D.H.M.O.T.

Dalam sebuah wawancara, BAP sempat mengatakan bahwa Ol’ Dirty Bastard yang merupakan pendiri Wu Tang Clan merupakan inspirasi utama dalam bermusiknya. Meskipun begitu, BAP tidak memungkiri bahwa lingkungan tempat ia dibesarkan pun, terutama dari keluarga membawa pengaruh yang cukup besar bagi dirinya untuk memahami seni, sastra, dan film sedari dini dan komprehensif.

Image courtesy of BAP, Basboi

0 COMMENTS