Berkenalan dengan Easternboys, Band Garage asal Bandung lewat Single “Sisi Gelap Kuda Besi”

Berkenalan dengan Easternboys, Band Garage asal Bandung lewat Single “Sisi Gelap Kuda Besi”

  • By:
  • Rabu, 2 December 2020
  • 148 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Bandung seolah tidak pernah kehabisan melahirkan sosok-sosok populer di belantika musik tanah air. Mulai dari mereka yang bermain di jalur mainstream seperti Kahitna dan Noah atau pun sidestream seperti Pure Saturday dan Burgerkill. Terbaru, satu band yang mengusung genre rock kembali lahir di Bumi Parahyangan, yakni Easternboys. Beranggotakan empat orang yakni Thian Ngalogo (vokal & gitar), Gilang Hade (bass), Wildan Zulkarnain (gitar & vokal), dan Ridho Insani (drum), Easternboys siap menyapa pecinta musik tanah air lewat single yang berjudul “Sisi Gelap Kuda Besi”.

Sejatinya, “Sisi Gelap Kuda Besi” merupakan single kedua dari Easternboys. Sebelumnya, Easternboys telah merilis single bertajuk “hijrah” pada Oktober 2019 lalu. Namun di “hijrah”, Easternboys hanya menampilkan musik instrumental tanpa ada sentuhan vokal. Kendati begitu, sentuhan garage sudah begitu terasa di single pertama Easternboys. Single ini boleh dibilang mendapat respons yang cukup positif.

Atas dasar itulah, Thian dkk memberanikan diri untuk merilis single kedua. Ada cerita tersendiri di balik penciptaan “Sisi Gelap Kuda Besi” sebagai single kedua Easternboys. Menurut mereka, karena kesemuanya tinggal di daerah yang bisa dibilang cadas atau beling, mereka ingin berbagi pengalaman lewat “Sisi Gelap Kuda Besi”.

“Dikarenakan single terbaru kami memakai lirik, akhirnya saya dipaksa untuk bernyanyi dengan suara pas-pasan,” kata sang vokalis, Thian.

Enggak cuma ketambahan vokal, ada sentuhan berbeda lainnya yang dilakukan Easternboys di single kedua ini. Ketimbang “hijrah””, “Sisi Gelap Kuda Besi” terdengar lebih soft . Easternboys tampak mengurangi noise dan terdengar lebih “pop” dengan ketukan drum yang lebih santai dan sound gitar yang minim overdrive. Untuk memperkuat image single kali ini, Easternboys memuat gambar sepeda motor (RX King) di sisi artwork nya. Dari sisi teknis, single “Sisi Gelap Kuda Besi” diproduseri sekaligus di-mixing oleh Noise Excel.

Meski mengusung noise garage, warna surf rock tetap tak bisa ditinggalkan. Mendengarkan Easternboys rasanya seperti menikmati alunan distorsi genre yang mulai populer pada dekade 60-an tersebut. Maka tak salah bila menyebut ada kemiripan dari sisi musikalitas antara Easternboys dengan kompatriotnya sesama Jawa Barat yakni The Panturas.

Apa itu surf rock?

Warna surf rock amat terasa di single pertama Easternboys, “hijrah”. Kendati mengubah diri menjadi lebih soft, Easternboys tidak kehilangan jati dirinya sebagai salah satu band yang membawa genre rock dengan sub genre nya apakah itu garage atau pun surf rock.

Lalu apa itu surf rockSurf rock merupakan sub genre rock yang populer di dekade 1960-an. Kemunculan genre ini identik dengan budaya selancar dan suasana pantai. Genre ini pertama kali muncul di California, Amerika Serikat. Surf rock sendiri dibagi kedalam dua sub genre lagi yakni instrumental surf dan vokal surf. Karena itu surf rock identik dengan sentuhan gitar elektrik dan efek reverb yang dominan untuk menstimulasi suara seperti ombak di pantai. Jika kamu pernah mendengar opening dari film Pulp Fiction tentu tidak sulit untuk menangkap seperti apa surf rock itu. Alunan instrumental gitar yang dibawakan oleh Dick Dale itu begitu terngiang di kepala. Bisa dibilang Dick Dale memang salah satu yang mempopulerkan genre surf rock instrumental ini. Sedangkan untuk vokal surf salah satu nama tenar nya adalah Beach Boys. Vokal surf condong mengadopsi irama berselancar dan harmonisasi vokal dengan iringan irama rock and roll.

Di Indonesia, surf rock mulai berkembang di pertengahan 2000-an. Salah satu nama awal yang bisa dibilang mengusung surf rock di Indonesia adalah band asal Yogyakarta Southern Beach Terror. Memasuki dekade 2010-an genre ini--meski tidak sepenuhnya--mulai banyak diusung oleh band-band yang bermain di ranah sidestream. Sebut saja The Mentawis. Lalu ada The Sailors, Young Savages, dan band asal Jatinangor, The Panturas yang kini banyak wara wiri di skena indie tanah air. Kepopuleran The Panturas dalam mengusung surf rock bisa dibilang memberi pengaruh pada band-band setelahnya. Entah terinspirasi atau tidak, warna yang dimunculkan oleh Easternboys memiliki nuansa yang mirip dengan The Panturas yang kebetulan keduanya sama-sama berasal dari tanah Pasundan.

Sisi Gelap Kuda Besi

Seperti disinggung sebelumnya, warna surf rock pada single kedua Easternboys “Sisi Gelap Kuda Besi” tetap terasa meski tidak sekental pada single pertama. Pada single kedua ini tampaknya Easternboys ingin lebih bermain aman dengan menyertakan vokal di sana.

Beralih ke lirik, “Sisi Gelap Kuda Besi” adalah cara nakal Easternboys melihat fenomena pemotor-pemotor liar atau lumrah dibilang preman yang menguasai jalanan. Diksi seperti “tak ada spion dan juga lampu” menggambarkan bagaimana kuda besi alias motor tidak digunakan secara semestinya. Sosok preman dalam lagu ini kembali ditegaskan lewat kalimat “senjata tajam selalu di sakunya” serta “cabe-cabe an ganti tiap minggu”, hmm...nakal memang. Sebagai penutup lagu, Easternboys memberi nasihat lewat lirik “kau bahaya…kau celaka...kau jauh tak kenal dosa…”.

Single yang dirilis pada 6 November 2020 itu sudah bisa didengarkan melalui platform-platform musik digital dan juga YouTube. Menarik rasanya untuk menunggu karya selanjutnya dari Easternboys ini. Semoga Thian dkk bisa tetap konsisten dan produktif dalam berkarya.

0 COMMENTS