Slits Jakarta

Bertandang ke Slits, Microbar Seru di Jakarta Selatan

  • By: NND
  • Selasa, 26 March 2019
  • 561 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

“Slits itu adalah bar slash podcast,” jelas Heru selaku salah seorang founder dan music director dari Slits, ketika ditanya perihal apa itu Slits. Terdorong dari keinginan untuk memiliki bar—yang diperkuat ketika ketika menyambangi negeri sakura, dimana terdapat sejumlah microbar yang kecil namun intim, terbentuklah Slits; sebuah bar yang menyugguhkan minuman berbasis cocktail dan musik-musik eclectic yang tidak kalah sedap dengan minumannya.

Berlokasi di Jalan Dharmawangsa Raya no. 4, tepatnya di Pelaspas yang memang merupakan tujuan kalangan-kalangan hip bagi muda-mudi setempat, Slits hadir dan memberikan pengalaman minum santai yang comfy dan intim. Tersemat di belakang Pelaspas, sebuah tangga kecil yang mengarahkan kita tepat ke depan pintu masuk Slits. Tempatnya pun memang cukup kecil, segaris dengan inspirasi mereka untuk menciptakan sebuah microbar di Jakarta, tentutnya. Namun, apa yang mereka kurang dalam perihal ukuran, dibayar lunas dengan suasana dan experience yang ditawarkan.

Ruang yang kecil memberikan kita kesan yang intim—cocok sekali ketika disilangkan dengan minuman-minuman segar yang tentunya akan lebih menambah kenyamanan kita hendaknya bertandang ke cocktail bar tersebut.

Mengaku mendapatkan inspirasi untuk menyebut bar-nya ini dengan nama “Slits”, Dito—yang juga merupakan founder dari bar ini—menyatakan bahwa inspirasi tersebut hadir dari band punk lawas yang kerap mereka dengarkan. Nama Slits kemudian melekat di dalam dirinya karena kelugasan yang hadir dari satu penggalan kata tersebut.

Membahas detail tempatnya, tim SUPERMUSIC juga melepas tanya jawab dengan para lakon-lakon di balik penataan ruang dan hal terkait lainnya. “Menurut gue, ke sini bisa enak sama siapa aja, sih. Bisa sama temen, atau rombongan party,” imbuh Michael Killian selaku creative director dari Slits. Michael kemudian menggarisbawahi kenyataan bahwa tempat yang kecil ini memang membangun suasana yang intim, dan suasana tersebut sulit didapatkan di tempat lain.

Anez, yang digaet sebagai interior designer dari Slits menyatakan, “Pas kita pertama kali kita mikirin design untuk tempat ini, kita harus memanfaatkan space yang ada. Dan, karena space-nya kecil, mau nggak mau orang harus dempet-dempetan, kan. Makanya tempatnya itu didesign untuk nggak intimidating, biar orang nyaman.” Benar saja, perpaduan ruang dan juga interior yang disajikan di Slits bersinergi dengan baik, memperkuat identitas yang dari awal ingin digapai oleh Slits.

Berbicara perihal musik yang ditawarkan oleh Slits, mereka berkutat dengan musik-musik dansa yang segar, dan juga menyajikan alunan musik punk, post-punk, serta krautrock—bentuk musik rock yang masih memiliki benang merah dengan musik dansa. Dengan intimasi yang menjadi bidikan utama Slits, kalian bisa percayakan kurasi musik yang apik untuk terus memperkuat hal tersebut. Slits juga kerap menghibur para pendatang dengan musik-musik mantap dari DJ set yang tidak perlu dikhawatirkan, jangan lewatkan penampilan-penampilan serupa hendaknya mereka membuka pintunya di akhir pekan atau hajatan lainnya.

Menu Slits pun dililit manis dengan pengaruh kultur. Dibagi menjadi dua, Lowballs (campuran whiskey dan soda) dan Cocktails, nama-nama menunya diambil dari “cult” yang hadir dalam bentuk film, musik, ataupun sekitarnya. Contohlah “Mr. Pink”—sebuah karakter dari film Reservoir Dogs. Ada juga “Sensoria”, yang diambil dari karya Cabaret Voltaire pada tahun 1984. “Sensoria” juga disandang sebagai entry-level drinks yang biasanya ditawarkan kepada orang yang baru pertama kali menginjak kaki ke dalam Slits karena cukup melambangkan identitas dari Slits itu sendiri.

Seb, selaku orang dibalik Food and Beverages dari Slits menyatakan bahwa minuman-minuman yang disuguhkan oleh Slits merupakan minuman yang akan disuguhkan juga jika bertandang ke rumahnya. Slits hendak menawarkan apa yang mereka nikmati sehari-hari, baik dalam musiknya, ataupun menunya.

“Kita bukan cuman nawarin satu tempat, tapi kita nawarin suatu subculture,” tutup Heru untuk merangkum apa itu Slits. Bagaimana? Tertarik dengan konsep yang diangkat oleh Slits? Coba kunjungi mereka dan nikmati segarnya minuman mereka sembari diterpa alunan musik yang berkualitas! Cek juga video lengkap SUPERMUSIC saat bermain ke Slits dalam Has#tag Eps. 4 melalui video di bawah ini:

0 COMMENTS

Info Terkait