cover

Bikin Cover Lagu Zaman Sekarang, Trik Band 90-an Agar Tetap Relevan?

  • By: NND
  • Senin, 8 June 2020
  • 2565 Views
  • 1 Likes
  • 1 Shares

Banyak alasan yang bersarang di balik mengggarap sebuah cover version lagu musisi lain; baik itu sebatas senang-senang, karena dapat memberikan interpretasi yang berbeda, atau karena merasa terinspirasi dari lagunya, dan banyak lainnya. Singkat kata, apapun itu jadinya, semua tergantung siapa dan lagu apa yang kalian cover.

Menakar beberapa kasus baru dalam radar musik global, "relevansi" kerap menjadi alasan kuat dalam meluncurkan sebuah cover. Mendaur ulang sebuah lagu era sekarang dapat meningkatkan relevansi seorang musisi terhadap generasi dan pendengar musik kontemporer. Hal ini tentu menjadi cukup krusial bagi beberapa band di luar sana.

Dalam konteks bahasan serupa, upaya meng-cover lagu agar relevan agaknya berseberangan dengan konsep cover version yang biasanya "nostalgik"--yang justru menerapkannya pada karya-karya lawas. Contoh Weezer dengan Teal Album, yang repertoarnya diisi penuh oleh cover lagu-lagu lawas circa 70, 80, dan 90-an.

Relevansi itu penting, itulah sebabnya resep “cover version lagu zaman now” terasa cukup manjur. Itupula yang mungkin dapat menjadi jawaban bagi beberapa grup musik 90 dan 2000-an awal, yang masih sanggup bermusik dan hendak melantangkan lagi karya mereka. Setidaknya, itulah yang dilakukan oleh Third Eye Blind dan Switchfoot. Lepas dari genre pop rock sebagai pondasi musiknya, benang merah kedua grup ini adalah masa kejayaannya. Keduanya sama-sama terbentuk di tahun 90-an, dan populer di era 2000-an awal.

Di tahun 2018 kemarin, Third Eye Blind sempat melepas sebuah EP bertitel Thanks For Everything. Sebagaimana judulnya, EP ini bak ucapan terima kasih atas dukungan yang masih terus diberikan kepada hit-hit radio mereka. Membedah EP ini, isinya pun cukup beragam; mulai dari Bon Iver dan Queens of the Stona Age hingga Chasity Belt, Happy Driving, Santigold dan Babyshambles. Semua nama-nama dalam tracklist EP ini tersusun atas musisi kontemporer yang presence-nya cukup tersohor.

Sekarang, di era pandemi ini, raksasa alt-rock 2000-an Switchfoot pun hadir dengan gaya serupa. Tertanggal 29 Mei 2020 kemarin, mereka resmi melepas EP Covers--sebuah album pendek yang mendaur ulang beberapa lagu-lagu dari nama populer dekade 2010-an. Grup yang terkenal dengan hit “Dare You To Move” ini hadir dengan karya-karya milik Frank Ocean (“Swim Good”), The Chainsmokers (“Sick Boy”), Harry Styles (“Light’s Up”), hingga Vampire Weekend (“Harmony Hall”), dan masih banyak lagi. Cukup menarik, bukan?

Tentu beberapa pengikut musisi yang diusung dalam rilisan cover milik Third Eye Blind dan Switchfoot ini belum menjadi pendengar musik secara aktif sewaktu mereka berjaya dulu. Membawakan ulang lagu-lagu milik musisi kontemporer dapat membuka pasar baru--dengan cara ini, mereka mampu memperkenalkan sound mereka kepada pengikut-pengikut baru yang mungkin belum pernah mendengar musik mereka, melalui lagu-lagu yang “akrab” di telinga.

Lepas dari pembicaraan relevansi, cover-cover ini pun seraya memberikan perspektif baru atas lagu-lagu ini yang dikemas ulang, barangkali mampu membuatnya menjadi segar untuk didengarkan ulang. Selain itu, sudah jelas ada faktor eksperimentasi yang diterapkan saat hendak meng-cover sebuah lagu. Mungkin, eksperimentasi itu saja sudah bisa jadi alasan yang cukup untuk menikmati kembali lagu-lagu ini?

Bagaimana pendapat kalian perihal ini? Tuliskan komentar kalian di kolom yang tersedia di bawah, ya. Pantau terus SUPERMUSIC untuk update terkait rilisan-rilisan cover dari musisi internasional atau lokal, dan lain sebagainya!

0 COMMENTS