Bill Finnegan, Otak Dibalik Legendarisnya Klon Centaur

Bill Finnegan, Otak Dibalik Legendarisnya Klon Centaur

  • By:
  • Rabu, 2 June 2021
  • 189 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Bagi kalian yang suka mengulik instrumen gitar, terutama gitar elektrik mungkin sudah tidak asing dengan nama Klon Centaur. Klon Centaur merupakan salah satu efek pedal gitar ikonis yang cukup populer di kalangan pemain gitar dengan karakteristik suara yang khas. Selain itu, efek pedal gitar Klon Centaur juga sempat mendapatkan predikat legendaris berkat kuantitasnya yang tidak terlalu banyak. Maka tidak aneh jika Klon Centaur hasil karya dari Bill Finnegan ini menjadi primadona dan jadi buah bibir berkat aspek misterius yang hadir. 

Sejarah Klon Centaur sebagai salah satu ikon di dunia instrumen musik berawal sejak tahun 1980-an. Kala itu, Bill Finnegan merupakan seorang gitaris di dalam sebuah band. Amplifier Twin Reverb keluaran Fender merupakan pasangan yang tepat bagi gitar Telecaster miliknya kala itu. Namun, tergabung di dalam kelompok musik non profesional, membuat Bill Finnegan dan seluruh anggota bandnya perlu menyewa studio musik di lingkungannya. Bill Finnegan sebagai gitaris kerap mendapatkan kesulitan untuk mencari karakteristik suara yang diinginkan. Pasalnya, pemilik studio tersebut memiliki aturan agar para pemain gitar tidak memutar knob volume lebih dari angka 7. Terbiasa akan hal tersebut, Bill Finnegan pun akhirnya memiliki kebiasaan untuk tidak memaksimalkan potensi dari amplifier kesukaannya. Bahkan untuk ruangan studio yang lebih kecil, Bill Finnegan memilih untuk mengurangi knob volumenya hingga angka 4 saja. 

Bill Finnegan pun mencari cara untuk mengakomodasi kebutuhan suaranya dari limitasi yang ada. Pembuat Klon Centaur ini pun akhirnya mencoba untuk menggunakan efek gitar dari Ibanez, Tube Screamer TS9 sebagai booster untuk menghasilkan suara yang menggelegar meskipun dengan master volume amplifier yang rendah. Namun, setelah beberapa kali mencoba dan mengotak-atik efek pedal tersebut, Bill Finnegan merasa bahwa Tube Screamer TS9 bukan efek pedal gitar yang cocok untuk permainan musiknya. Di kepala Bill Finnegan, dirinya ingin tetap membuat suara khas dari amplifier Fender Twin Reverb jadi focal point untuk permainannya di atas panggung. Dengan menggunakan Tube Screamer TS9, Bill Finnegan merasa malah efek pedal tersebut lah yang lebih menonjol. Bill Finnegan sebetulnya punya alternatif dari Tube Screamer TS808 yang juga keluaran Ibanez. Bill Finnegan merasa bahwa efek pedal tersebut mampu menghadirkan kalibrasi suara.yang diinginkan oleh dirinya. Namun, karakteristik kompresi yang khas menjadi alasan mengapa Bill Finnegan memutuskan untuk tidak menggunakan Tube Screamer dalam gear miliknya.

Berkat kapasitas Tube Screamer TS808 yang mirip dengan keinginannya, Bill Finnegan merasa tidak putus asa untuk menemukan efek pedal gitar yang sesuai dengan kebutuhannya. Alih-alih mencari dari brand lain, Bill Finnegan merekrut temannya yang baru saja lulus dari MIT dengan jurusan electrical engineering untuk membantunya merancang efek pedal gitar yang diinginkan. Meskipun punya misi besar, Bill Finnegan menganggap proyek ini sebagai proyek sampingan saja. Bill Finnegan dan rekannya mengerjakan proyek efek pedal gitar ini hanya satu minggu sekali. Dalam satu tahun, proyek tersebut pun akhirnya rampung dalam bentuk purwarupa. Bill Finnegan mengakui bahwa dirinya cukup puas dengan hasil kerja sama dengan rekannya tersebut. Bahkan beberapa pemain gitar di kawasan Boston pun cukup kagum dengan hasil karya Bill Finnegan dan menginginkan sang pencipta untuk menjual produk terbarunya secara massal. Namun, Bill Finnegan dan rekannya merasa bahwa masih banyak hal yang bisa dikembangkan ke arah yang lebih baik dari purwarupa yang ada. 

Namun dalam proses pengembangan purwarupa Klon Centaur tersebut, Bill Finnegan juga mendapatkan beberapa kendala. Salah satunya adalah berpindahnya domisili rekannya ke kawasan pinggiran kota. Jarak menjadi kendala untuk Bill Finnegan dan rekannya melanjutkan proyek purwarupa dari Klon Centaur tersebut. Kerja sama yang dibangun pun akhirnya mau tidak mau harus terhenti di tengah jalan. Bill Finnegan yang merasa kadung serius akhirnya mengajak Fred Fenning yang juga seorang lulusan MIT untuk bergabung dalam proyek Klon Centaur tersebut. Bill Finnegan mengajak Fred Fenning karena dirinya tahu bahwa rekan barunya tersebut memiliki kualitas yang cukup baik untuk mengembangkan sirkuit elektronik yang sempat dikerjakan sebelumnya. Padahal Fred Fenning menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah dan tidak memiliki keinginan untuk bekerja di ranah audio. 

Proses kerja sama antara Bill Finnegan dan Fred Fenning berjalan selama kurang lebih 4 tahun. Pengembangan sirkuit elektronik Klon Centaur pun berhasil terlaksana dan di tahun 1994, Bill Finnegan secara resmi meluncurkan efek pedal gitar pertamanya secara massal. Sejak pertama kali dirilis dalam waktu satu tahun, popularitas Klon Centaur milik Bill Finnegan cukup meroket tinggi. Apalagi kala itu, Bill Finnegan menjualnya dengan harga yang relatif murah. Bill Finnegan mengakui bahwa dirinya hanya mengambil sedikit keuntungan dari setiap penjualan unit Klon Centaur miliknya. Namun harga tersebut lama kelamaan pun meningkat seiring popularitas Klon Centaur yang terus meroket. Bill Finnegan mengakui bahwa untuk memproduksi satu Klon Centaur dirinya dan Fred Fenning membutuhkan waktu selama kurang lebih 60 jam dalam seminggu dan bagi mereka itu cukup melelahkan. Meskipun begitu, nyatanya Klon Centaur tidak berhenti menarik banyak peminat. Bill Finnegan mencatat bahwa Klon Centaur sudah berhasil terbuat hingga 8.000 unit secara handmade dan sirkuit elektronik garapannya tersebut pun menjadi basis untuk produk lainnya, yaitu KTR. 

Saat ini, bagi para pemain gitar yang menginginkan untuk memiliki Klon Centaur, kalian bisa langsung menghubungi Bill Finnegan secara terbatas dan tentunya dengan harga yang tinggi.

 

Image courtesy of Future

0 COMMENTS