BILLY CORGAN: Sempat Ingin Bunuh Diri Karena Kesuksesan Nirvana dan Pearl Jam

  • By: OGP
  • Minggu, 5 March 2017
  • 2856 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Pada periode awal 90-an terdapat tiga raksasa rock alternatif yang sukses menembus pasar musik mainstream: Nirvana, Pearl Jam, dan The Smashing Pumpkins. Ketiganya seolah menjadi pelatuk bagi gerombolan rock alternatif lainnya untuk keluar zona ‘bawah tanah’. Saat itu seabrek unit pengusung rock alternatif  masih setia bersemayam di dalam ranah independen

Namun hal itu lantas tak membuat figur kontroversial macam Billy Corgan senang bahkan puas dengan pencapaiannya di belantika musik. Ia secara terang-terangan menganggap kalau tahun 1991 adalah momen paling emosional yang pernah dirasakannya. Vokalis The Smashing Pumpkins tersebut sempat mencoba untuk mengakhiri hidupnya saat itu.

Melalui wawancara dengan sebuah podcast, Why Not Now?, Corgan berdiskusi mengenai momen emosionalnya di awal era 90-an, ketika ia sedang dirundung periode depresi, bahkan sempat ingin bunuh diri. Corgan mengatakan jika kesuksesan masif album Nevermind milik Nirvana dan Ten-nya Pearl Jam membuat dirinya merasa tak siap menjalani karier bersama unitnya.

Album Gish milik The Smashing Pumpkins rilis serentak di tahun 1991, bersama karya-karya fenomenal kompetitornya tersebut. Selama rentang massa depresinya, ia pun dilanda mandek dalam penulisan lagu. Track “Today” di opus sekuel Siamese Dream dianggap Corgan terinspirasi dari masa kontemplasi depresi dirinya.

Dikutip melalui Consequence of Sound, Billy Corgan secara terang-terangan memberikan pernyataan perihal periode massa depresinya di awal tahun 90-an.

“Kala itu The Smashing Pumpkins mengeluarkan satu album yang cukup sukses, tapi Nirvana muncul dengan album baru. Semua orang tahu jika Nevermind merupakan album hebat, dan kemudian Pearl Jam pun muncul tak lama saat itu, dan mereka pun menelurkan album hebat” ucap Corgan mengenang.

“Aku sempat mengalami depresi berkepanjangan dimana aku tak lagi bisa menulis lagu, dan benar-benar berjuang keras melawannya. Saat itu aku seperti putus asa ingin bunuh diri, tapi aku tetap berusaha melawan luapan emosi yang kurasakan. Di suatu pagi di dalam hidupku, aku bahkan pernah dihadapkan kepada dua pilihan, yakni melompat keluar jendela atau aku akan mengubah hidupku. Aku tahu ini kedengarannya sungguh dramatis, tapi kejadian ini hampir terjadi di dalam hidupku.” tutupnya 

0 COMMENTS

Info Terkait

supershow
254 views
superbuzz
588 views
superbuzz
409 views
superbuzz
524 views