BROCKER: Bisakah Rocker Kehabisan Uang?

  • By: AB
  • Rabu, 19 October 2016
  • 3737 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Kaya dan terkenal, hal itu identik dengan kehidupan para bintang rock. Jika sedang berada di puncak popularitas dan memiliki setumpuk lagu hits, band rock bisa bermandi uang. Bayaran mereka melambung tinggi. Tidak heran para bintang rock bisa tinggal di episentrum kehidupan mewah dan elit Amerika Serikat, di kawasan Malibu atau Hollywood misalnya.

Ada pepatah mengatakan hidup bagai roda yang berputar. Begitu juga kehidupan para bintang rock. Ketenaran dan kemewahan yang mereka rasakan ketika berada di puncak popularitas ternyata tak permanen. Beberapa di antara mereka bahkan mengalami bangkrut dan hidup melarat, setelah mengecap manisnya puja-puji di atas panggung.

Menurut situs pengelolaan uang, MoneyCrashers.com, penyebab utama para selebritas dan musisi bangkrut adalah pengeluaran mereka melebihi pemasukan. Hal ini disebabkan gaya hidup glamor dan juga pengeluaran yang tinggi untuk terus menjaga eksistensi mereka. 

Berikut 10 bintang rock yang pernah merasakan pahitnya kebangkrutan:

 

1. Dee Snider

Dekade 1980-an bisa dibilang sebagai masa jaya heavy metal. Era itu sempat melahirkan band Twisted Sister yang populer. Dee Snider, vokalis Twisted Sister, merupakan sosok yang menarik. Gayanya unik, karakter vokalnya khas, dia memenuhi semua kriteria bintang rock. Kejayaan bersama Twisted Sister tidak berlaku selamanya bagi Snider. Singkat cerita, popularitas Twisted Sister memudar dan Snider tak lagi hidup dengan banyak uang. Di awal 1990-an, Snider bekerja sebagai resepsionis pengangkat telpon di kantor saudaranya, pada malam hari dia bekerja membagikan brosur usaha salon milik istrinya.

Kegagalan finansial Snider tidak lepas dari buruknya tim manajemen Twisted Sister yang gagal mengelola popularitas. Uniknya, apa yang dialami Snider ketika bangkrut adalah arti harfiah dari album laris Twisted Sister, Stay Hungry. Snider baru lepas dari jerat kemiskinan pada era 2000-an karena program radio yang dipandunya, The Dee Snider Show, menuai sukses.

 

2. George Clinton

Dia adalah otak di balik lahirnya grup Parliament and Funkadelic. Rock and Roll Hall of Fame memberikan tempat bagi grup musik bentukkan Clinton itu pada tahun 1997. Hal itu cukup menguatkan betapa Clinton memiliki pengaruh yang besar terhadap dunia musik, khususnya funk, soul, dan rock kolektif.

Sayangnya, hak publikasi katalog lagu-lagu dari Clinton dan grupnya dipegang oleh manajer dan kelompok bisnisnya. Ini membuat Clinton tidak mendapat royalti dan akhirnya jatuh miskin. Dia mengajukan klaim kebangkrutan pada pengadilan di tahun 1984. Clinton diperkirakan kehilangan royalti sebesar USD100 juta dari masa subur kariernya.

 

3. Mick Fleetwood

Mick adalah drummer dari band rock Fletwood Mac. Andai Mick pandai mengelola uang, mungkin malapetaka finansial tidak akan dirasakannya. Seperti kita ketahui, Fletwood Mac bukan band sembarangan. Mereka sukses secara komersial. Sayangnya, Mick menghabiskan uang secepat dia mendapatkannya. Mick adalah pecandu kokain, dan dia menghamburkan uang untuk barang laknat itu. Menurut pengakuannya, dia menghabiskan setidaknya USD8 juta untuk konsumsi kokain. Dan uang itu dihabiskan saat masa jayanya di era 1980-an. Bisa dibayangkan angka USD8 juta di era itu tentu bukan uang yang sedikit! 

Pada 1984 akhirnya Mick bangkrut dan tidak memiliki uang lagi. Dengan utang menumpuk, akhirnya Mick mengajukan klaim bangkrut. Butuh setidaknya 10 tahun bagi Mick untuk bisa stabil kembali secara finansial.

 

4. Pete Doherty

Personel dari Libertines ini memiliki segudang bakat. Mulai dari musik, akting, melukis, hingga jadi penulis. Namun hal itu bukan jaminan Pete hidup mapan selamanya. Di usia emas, Pete harus berjuang dengan krisis finansial. Dia mendapat uang yang banyak dari Libertines, tetapi nyatanya Pete tak mampu mengelola pemasukannya. Bisnis musik yang dijalankan Pete tidak berjalan mulus. Dia mendirikian perusahaan musik bernama French Dog Blues. Apes, perusahaan itu hanya mampu menghasilkan keuntungan 3.564 poundsterling. Di sisi lain, grup musik yang sedang dijalaninya saat itu, Babyshambles mengalami kerugian 8.030 poundsterling. Peliknya masalah Doherty bertambah karena dia menghamburkan uang untuk membeli narkoba. Pada tahun 2007, Pete dikabarkan sangat terpuruk hingga tak mampu membayar biaya rehabilitasi. Beruntung, kekasihnya yang bekerja sebagai model, Kate Moss, mau membayar sejumlah tagihan Pete, termasuk biaya rehabilitasi Pete untuk lepas dari heroin.

 

5. David Crosby

Crosby mendirikan grup psychedelic The Byrds dan juga grup rock Crosby, Still & Nash. Meski kariernya terbilang sukses secara komersial, Crosby tak lepas dari malapetaka finansial. Pada tahun 1982, Crosby ditangkap karena kasus narkoba dan mendekam sembilan bulan di penjara. Pada tahun 1985, Crosby benar-benar tidak punya uang karena habis untuk membeli narkoba.

 

6. Courtney Love

Mantan istri dari pentolan Nirvana, Kurt Cobain, ini mengaku pernah kehilangan USD530 juta dengan asumsi dicuri. Uang itu merupakan warisan dari Cobain. Tim investigasi yang diturunkan (terdiri dari pengacara, investigator pribadi, dan akuntan forensik) akhirnya menemukan fakta bahwa uang itu digunakan oleh seseorang yang tidak teridentifikasi untuk investasi properti. Orang tersebut menggunakan nomor jaminan sosial Cobain, Love, dan Frances (putri Cobain dan Love) untuk memuluskan aksinya. Tuntutan biaya hidup yang tinggi semakin membuat finansial Love terpuruk, hingga pada 2010 dia meminjam USD2,75 juta dari dana asuh Frances.

 

7. Scott Stapp

Vokalis dari grup musik Creed ini mengaku bangkrut dan tinggal di sebuah hotel murah. Terbongkarnya krisis finansial Stapp ke publik terjadi pada 2014, ketika dia mengunggah video ke Facebook yang mengatakan dirinya butuh uluran tangan. Miris, Stapp sampai tidak punya uang untuk membeli makanan, dia juga sempat tinggal di dalam truk. 

Seperti tanpa malu, Stapp bahkan meminta penggemarnya untuk patungan memberi donasi. Uang itu disebut Stapp akan digunakan untuk rekaman album solo. 

 

8. Meat Loaf

Musisi yang sekarang berusia 69 tahun ini pernah merasakan pahitnya persahabatan yang berujung pada kebangkrutan. Saat berkarier di dunia musik era 1980-an, Loaf bekerjasama dengan sahabatnya, Jim Steinman, dalam menulis lagu.

Hubungan mereka hancur, Steinman menuntut royalti pada Meat Loaf. Ini membuat Loaf bangkrut. Setalah mengajukan klaim bangkrut. Kemudian Loaf kembali merintis karier di dunia musik, kali ini dia menulis lagu-lagunya sendiri tanpa melibatkan orang lain.

 

9. Ahmad Dhani

Siapa tak kenal musisi yang satu ini. Dhani adalah sosok di balik suksesnya grup musik Dewa. Sempat terkenal sebagai musisi sukses dengan harta berlimpah, kini Dhani dikabarkan mengalami kebangkrutan. Meski dirinya tidak pernah mengatakan secara gamblang keadaan finansialnya, beberapa media melansir Dhani menjual rumah mewah di kawasan Pondok Indah. 

Di tengah kabar kebangkrutan dirinya, Dhani memutuskan maju sebagai calon Wakil Bupati Bekasi dalam pemilihan kepala daerah 2017.

 

10. Piyu

Gitaris sekaligus otak di balik lagu-lagu hit Padi ini juga diisukan bangkrut. Kabar ini tidak lepas dari prahara rumah tangga Piyu dan mantan istrinya, Anastasia Florina Limasnax atau biasa dipanggil Flo. Piyu disebut tak lagi menafkahi Flo selama dua tahun. Beredar berbagai rumor seputar hal ini, termasuk krisis ekonomi dan kebangkrutan.

Piyu saat ini dikabarkan sudah tidak tinggal di apartemen mewah di kawasan Sudirman. Soal karier musik, Piyu kembali merintis sebuah grup baru bernama The Secret. Grup itu dia bentuk bersama Makki dan Rowman dari grup musik Ungu.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
4325 views
superbuzz
4844 views
superbuzz
3873 views
superbuzz
4031 views
superbuzz
5605 views