Bjork Sumbang Suara Untuk Paduan Suara Masa Kecilnya

Bjork Sumbang Suara Untuk Paduan Suara Masa Kecilnya

  • By:
  • Sabtu, 12 December 2020
  • 842 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Unik merupakan sebuah kata yang tepat untuk mewakili sepak terjang karier Bjork sebagai seorang musisi. Musisi multi talenta asal Islandia ini kerap kali menghadirkan karya-karya yang cukup fenomenal dan sering jadi bahan pembicaraan di kalangan penikmat musik. Tidak hanya itu, tata dan aksi panggungnya sendiri juga tidak jarang mendapatkan sorotan sebagai pusat perhatian.

Di tahun ini, setelah mengumumkan bahwa konser orkestranya diundur hingga tahun 2021, Bjork kembali dengan sebuah karya kolaborasi bersama kelompok paduan suara yang dirinya pernah ikut tergabung kala masih remaja. Bersama Hamrahlíð Choir, Bjork baru saja merilis dua buah lagu kolaborasi untuk disematkan di dalam album terbaru kelompok paduan suara tersebut berjudul Come and Joyful yang telah rilis pada 4 Desember lalu.

Bjork menyumbangkan suaranya untuk dua buah lagu berjudul Cosmogony dan Sonnets dalam album baru milik Hamrahlíð Choir. Hadir dalam format akapela, lagu kolaborasi antara Bjork dan Hamrahlíð Choir ini memaksimalkan potensi dari suara manusia untuk membangun nuansa yang penuh misteri dan luas layaknya representasi dari judul lagunya yang berjudul Cosmogony. Sedangkan untuk lagu keduanya yang berjudul Sonnets, Bjork dan Hamrahlíð Choir menghadirkan nuansa yang lebih ringan dan terdengar optimis dan masih direkam dalam format akapela. Lagu Sonnets sendiri merupakan versi musikalisasi dari puisi karangan E.E. Cummings dengan judul yang sama. Secara sekilas, jika didengarkan, kedua lagu tersebut seakan memiliki karakteristik yang identik dengan karya-karya orisinil Bjork yang kerap kali dibalut teknik bernyanyi yang unik.

Kerja sama antara Bjork dan Hamrahlíð Choir tidak hanya terjadi kali ini dan saat sang penyanyi masih menginjak umur remaja sebagai bagian dari kelompok paduan suara tersebut. Hamrahlíð Choir pun pernah hadir mengisi karya di dalam album ke-9 Bjork berjudul Utopia yang rilis pada tahun 2017 silam. Selain itu, Hamrahlíð Choir juga hadir sebagai penyanyi latar untuk konser Bjork bertajuk Cornucopia yang merupakan sebuah rangkaian tur konser untuk mempromosikan album kesembilan dan album terakhir yang dirilis Bjork hingga saat ini.

Selain melakukan kolaborasi bersama Hamrahlíð Choir, Bjork diketahui juga sempat melakukan kolaborasi bersama seorang pembawa acara sekaligus sejarawan asal Inggris David Attenborough. Bjork dan David Attenborough sempat menjalin kolaborasi untuk melengkapi proses produksi sebuah film dokumenter di tahun 2013. David Attenborough menilai Bjork merupakan seseorang dengan persona orisinil yang hadir membawa musik yang unik. Menurutnya, musik yang dikarang Bjork untuk dokumenter garapannya tersebut memang terdengar unik, bahkan bisa dibilang aneh, namun dirinya pun merasa melalui lagu tersebut bahwa Bjork memang memiliki hubungan yang baik dengan alam yang diutarakan melalui karya-karyanya.

Di tahun 2020, rencananya Bjork juga akan menggelar tiga buah konser orkestra secara virtual sebagai sebuah gerakan penggalangan dana demi membantu pemberdayaan perempuan. Namun, atas kebijakan pemerintah Islandia perihal penanganan virus Covid-19 yang ketat, akhirnya Bjork memutuskan untuk mengundur pagelaran tersebut hingga tahun 2021 mendatang. Sebelumnya, konser orkestra bertajuk Orkestral ini dijadwalkan untuk terselenggara pada tanggal 9. 15, dan 23 di bulan Agustus dan mengalami kemunduran di tanggal 29 Agustus. Namun, rencana tersebut akhirnya tidak dapat terlaksana secara maksimal. Acara garapan Bjork yang bekerja sama dengan Iceland Airwaves Festival ini rencananya akan terselenggara pada bulan Januari dan Februari 2021. Kedua pihak penyelenggara tersebut merasa tampaknya tidak akan ada keringanan dalam waktu dekat mengenai kebijakan yang sedang digalangkan oleh pemerintah Islandia saat ini. Selain itu, Bjork dan Iceland Airwaves Festival juga ingin menjaga kesehatan dan keselamatan dari para musisi dan pihak pendukung pada konser orkestra tersebut.

Konser Orkestral milik Bjork ini akan diselenggarakan selama empat hari di Harpa Hall Reykjavik dan mengundang Hamrahlíð Choir, Icelandic Symphony Orchestra, dan Viibra untuk menemani dan melengkapi pengalaman musikal yang ditawarkan Bjork dalam tiga hari secara bergantian. Setiap lagu yang dibawakan merupakan hasil aransemen ulang karya-karya Bjork terdahulu dalam format orkestra. Meskipun hadir sebagai sebuah proyek konser orkestra untuk pertama kali, Bjork sudah lebih dahulu mengaplikasikan aspek musik orkestra ke dalam album keempatnya, berjudul Vespertine yang rilis pada tahun 2001.

Selain terselenggara secara virtual, konser orkestra dari Bjork ini juga akan menyediakan tempat bagi penikmat musik yang dapat menyaksikan penampilan secara live. Hasil dari setiap tiket yang terjual, baik untuk penonton live atau virtual akan segera didonasikan kepada Kvennaathvarfið, sebuah yayasan yang mendukung pergerakan pemberdayaan perempuan serta imigran yang tersebar di seluruh Islandia. Menurut Bjork, alasan utama konser orkestra ini digelar adalah sebagai sebuah penghormatan untuk setiap pergerakan sosial yang terjadi selama tahun 2020 ini, seperti Black Lives Matter salah satunya. Bjork juga berharap dengan adanya konser ini, hasil donasi yang diterima bisa membantu setiap orang di Islandia untuk tetap bertahan hidup akibat dampak negatif yang terjadi pada ekonomi Islandia.

Bjork juga menjadikan konser ini sebagai sebuah bentuk ungkapan rasa terima kasih terhadap para setiap musisi, baik musisi solo atau mereka yang tergabung dalam kelompok musik dan paduan suara, yang pernah berjasa dalam membantu merealisasikan karya-karya musikal dari Bjork hingga saat ini. Terutama untuk para musisi yang berasal dari Islandia. Selain terselenggara di Islandia, rencananya Bjork juga telah mempersiapkan rencana untuk memboyong proyek konser orkestranya agar dapat tampil di seluruh benua Eropa pada tahun 2021 mendatang.

0 COMMENTS