Black Sabbath

Black Sabbath dan 10 Fakta Album Paranoid

  • By:
  • Senin, 12 October 2020
  • 1796 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

50 tahun sudah terlewati sejak Black Sabbath merilis album berjudul Paranoid kepada para penggemar setianya. Album kedua band ini bisa dibilang jadi sebuah kesempatan yang membukakan pintu ke dunia industri musik mainstream pada zamannya. Di masa awal perilisannya, album ini berhasil membuat Black Sabbath menempati peringkat pertama pada tangga lagu di Inggris Raya dan menempati posisi ke-12 di Amerika Serikat. 

Dari pencapaian tersebut, akan tidak aneh rasanya jika album Paranoid jadi album dengan tingkat penjualan terbaik dalam sejarah Black Sabbath. Hingga saat ini, total ada 5 juta keping album kedua yang terjual di pasaran. Kemungkinan besar angkanya pun akan bisa terus bertambah seiring berjalannya waktu. Berkat ketenarannya pula, banyak pihak dan kolektif di industri musik yang memandang band asal inggris ini sebagai pionir dari genre heavy metal.

Terbentuk pada tahun 1968 di kota Birmingham, Inggris, Black Sabbath dimotori oleh Ozzy Osbourne (vokal), Tony Iommi (gitar), Bill Ward (drum), dan Geezer Butler (bass). Tercatat bahwa band ini pernah dua kali membubarkan band-nya. Pertama di tahun 2006 dan kembali reuni di tahun 2011 untuk memutuskan pensiun di tahun 2017. Posisi vokalis di dalam tubuh band ini juga sempat berganti kepemimpinan, dari Ozzy Osbourne ke Ronnie James Dio. Selama masa kariernya, Black Sabbath telah mengantongi 19 album yang terakhir dirilis pada tahun 2013.

Meskipun album Paranoid merupakan album terbaik dan tersukses dalam sejarah, masih banyak rahasia atau fakta menarik yang ternyata belum diketahui banyak orang. Mungkin hanya segelintir penggemar fanatik yang mengetahui akan rahasia tersebut. Tenang saja, kami telah mempersiapkan 10 fakta menarik tentang album Paranoid yang perlu diketahui penggemarnya.

1. Judul asli lagu Iron Man

Sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa ada perbedaan kata sapaan atau kata ganti pada bahasa Inggris di Britania Raya dan di tanah Amerika Utara. Secara umum, kata “man” mengacu kepada seorang laki-laki. Namun Inggris mempunyai padanan kata lainnya, yaitu “bloke” Perbedaan kultur dan tata bahasa di antara kedua negara ini hampir membuat salah satu lagu terpopuler milik Black Sabbath kehilangan aura garangnya.

2. Perubahan di lagu War Pig

Perubahan yang dilakukan juga tidak berhenti di situ. Di salah satu nomor album Paranoid, band ini melakukan penyesuaian untuk lagu berjudul War Pig. Sebelum penetapan judul lagu tersebut, band heavy metal ini memilih judul Walpurgis yang menceritakan tentang Walpurgisnacht. Black Sabbath memilih tema mengenai sekte dan ilmu hitam dalam konsep awal lagu tersebut, sebelum mengubahnya menjadi lagu tentang perang dan bagaimana kekuasaan dapat membuat orang-orang menjadi gila. Berubahnya tema tersebut juga didasari oleh keputusan perusahan label rekaman yang menaungi Black Sabbath pada saat itu. Menurut para petingginya, Walpurgis mengandung lirik yang sangat sadis untuk dilafalkan. 

3. Single Paranoid ditulis setelah albumnya rampung

Campur tangan label rekaman juga masih jadi bagian dalam perumusan single Paranoid di album keduanya yang berjudul sama ini. Menurut pihak label rekaman, jumlah lagu yang telah direkam untuk kebutuhan album kedua ini masih kurang. Keputusan tersebut memang memberi dampak positif bagi ketenaran Black Sabbath namun sangat mengganggu bagi para personelnya.

4. Lagu Paranoid sedikit terinspirasi dari Led Zeppelin

Terpaksa harus membuat lagu tambahan di akhir masa rekaman, membuat Black Sabbath harus memutar otak demi menyelesaikan proyek album keduanya tepat waktu. Alhasil, mencari jalan pintas, para personelnya mencoba untuk meramu lagu Paranoid dengan sentuhan instrumentalisasi yang terinspirasi dari lagu Led Zeppelin yang berjudul Communication Breakdown. Alasan lain di balik pemilihan aspek yang serupa dalam penulisan lagu tersebut adalah, band ini ingin mengibarkan bendera perang pada band rock and roll asal Inggris tersebut.

5. Kritikus musik rock terkenal menilai buruk album Paranoid

Di balik kesuksesan yang diraih Black Sabbath melalui album Paranoid, ternyata ada satu kritikus rock legendaris yang kurang menyukai karya terbaru band asal Inggris ini. Robert Christgau, kritikus musik asal Amerika Serikat ini menganggap bahwa album kedua band ini hanyalah sebuah interpretasi film horor yang diubah formatnya ke dalam musik. Dalam tulisannya bahkan sang kritikus memberikan nilai C- untuk album tersebut. Sejarah antara Black Sabbath dan Robert Christgau ini bermula dari album pertama mereka yang dianggap kurang menarik oleh sang kritikus.

6. Paranoid bukan ide judul utama album ini

Saat pencetusan judul album, Black Sabbath kembali menemukan kendala bersama perusahaan rekaman yang menaungi mereka. Awalnya album kedua dari Black Sabbath ini akan diberi judul War Pigs. Namun, karena di vietnam sedang terjadi peperangan dengan Amerika Serikat, akhirnya label rekaman memutuskan untuk menolak judul album yang diusulkan sebelumnya. Sebab, ketakutan akan citra yang seakan mempromosikan perang. Alhasil, pihak label dan band akhirnya menyetujui kata Paranoid dijadikan judul album kedua tersebut. Meskipun begitu, artwork yang sudah jadi tidak diubah sama sekali.

7. Paranoid merupakan satu-satunya pencapaian top 10 Black Sabbath

Di tahun 1970-an, kancah musik rock Inggris sudah dipegang oleh kehadiran Led Zeppelin dan Deep Purple. Namun, keberadaan Black Sabbath di tengah-tengah seakan mendobrak status quo tersebut melalui album keduanya. Terbukti untuk single Paranoid yang masuk ke dalam nomor album tersebut, membuat Black Sabbath menempati peringkat 10 besar di tangga lagu Inggris Raya. Sayangnya, peringkat tersebut merupakan satu-satunya peringkat tertinggi dalam pencapaian di kategori chart musik hingga saat ini. Gaya bermusik yang berbeda dari kalangan musisi lain pada zamannya membuat pendengar di masa itu kurang begitu tertarik dengan Black Sabbath dan hanya menganggapnya sebagai angin segar belaka.

8. Pengaruh bagi Van Halen

Menjadi kelompok musik legendaris, membuat Black Sabbath memiliki banyak pengaruh kepada sejarah, latar belakang, serta perjalanan karier musisi-musisi di masa selanjutnya. Salah satu kelompok musik yang mendapatkan pengaruh besar berkat Paranoid dari Black Sabbath adalah Van Halen. Sebelum jadi band rock besar, Van Halen memulai perjalanan mereka dengan manggung di berbagai klub sebagai band cover yang kerap memainkan lagu-lagu Black Sabbath. 

9. Proses rekaman vokal Ozzy Osbourne

Baik di dalam atau di luar Black Sabbath, Ozzy Osbourne memang dikenal sebagai persona yang eksentrik. Sudut pandangnya yang unik, memengaruhi pendekatan dalam cara berprosesnya sebagai musisi. Salah satu pendekatan unik yang dirinya lakukan adalah saat merekam Lagu Planet Caravan yang dapat ditemukan di dalam album kedua band ini. Untuk menghadirkan nuansa yang lebih misterius, vokalis sekaligus frontman Black Sabbath ini menggunakan sebuah speaker yang diolah sebagai efek suara untuk sesi rekaman vokalnya.

Baca Juga : Whirlwind A/B Selector

10. Intro lagu di album Paranoid yang menginspirasi SNL

Karakteristik garang dan seram jadi hal yang menempel bagi citra Black Sabbath. Bahkan untuk intro lagu saja, mereka memberi nama yang cukup terbilang ofensif. Jack The Stripper merupakan nama intro yang disematkan Black Sabbath untuk lagunya yang berjudul Fairies Wear Boots. Penamaan tersebut dianggap sebagai suatu hal yang unik bagi kelompok sketsa komedi Saturday Night Live (SNL) di Amerika Serikat. Akhirnya SNL meramu sebuah sketsa yang menginterpretasi judul intro dari lagu Black Sabbath tersebut. Sayang hasilnya sangat kurang diminati oleh para penikmatnya.

0 COMMENTS