BLACK SABBATH: Tanpa Penyesalan hingga Akhir

  • By: NTP
  • Sabtu, 21 January 2017
  • 2420 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Hitung mundur pensiun Black Sabbath sebagai jagoan tertua di jagat heavy metal semakin dekat. Karier setengah abad Ozzy Osbourne dkk akan berakhir setelah dua konser pada tanggal 2 dan 4 Februari di kampung halaman mereka, Birmingham, dalam rangkaian tujuh konser di Inggris.

Black Sabbath sendiri mampu mengubah peta musik dunia dalam rentang karier mereka. Trio kakek-kakek ini secara langsung turut membentuk sound heavy metal di masa awalnya. Enam album awal Black Sabbath adalah pionir yang mendefinisikan sound heavy metal; berat, keras dan kencang.

Selain inovasi musik yang mereka lakukan, karier panjang mereka pun menyimpan segudang kisah legendaris. Dari putusnya jari manis dan tengah Iommi sebelum membentuk Black Sabbath (yang lantas memengaruhi permainan gitarnya dan malah membentuk karakteristik sound Black Sabbath), hingga saat Ozzy menggigit kepala kelelawar di atas panggung. Kisah-kisah gila tersebut adalah bahan bakar atas status legendaris Black Sabbath. Maka, di saat-saat akhir karier mereka, muncul lah satu pertanyaan: adakah yang mereka sesali selama ini?

Dalam wawancaranya dengan Kerrang edisi Januari 2017, Iommi justru bersyukur telah mendapat pelajaran berharga selama menjadi gitaris Black Sabbath. Pendukung klub sepak bola Aston Villa itu menyatakan bahwa dia posisinya kini tercapai karena hal-hal yang telah dia lewati.

“Saya pernah berpikir,’Seharusnya dulu saya tidak mengonsumsi narkoba’. Tapi setiap kejadian punya sebabnya sendiri. Akhirnya semua hal itu adalah pelajaran bagi saya untuk dapat menjalani hari-hari depan. Saya bisa saja mengeluh, namun saya bisa belajar dari pengalaman itu,” ujar Iommi.

Sang bassis, Terry “Geezer” Butler  juga berbicara tentang pentingnya belajar dari pengalaman di masa lalu. Menurut Butler, perjalanannya bersama Black Sabbath adalah bagian rangkaian takdirnya.

“Ada banyak hal yang bisa saya sesali, seperti ketika kami kerap dirugikan di era 70-an, hal-hal seperti itu, tapi kami sekarang malah baik-baik saja. Sudah seharusnya hal-hal itu terjadi, dan tak ada apapun yang mengubahnya, maka tidak ada yang saya sesali. Kami tetap berteman akrab sampai sekarang. Kami sudah menjalani banyak hal bersama-sama, ikatan kami sangatlah kuat,” tutur Butler.

Sementara Ozzy justru menertawai perilakunya di masa lalu. Vokalis yang posisinya di band sempat digantikan oleh Ronnie James Dio itu menganggap dirinya dulu berperilaku seperti orang bodoh.

“Sudah terlalu sering saya berkelakuan bodoh. Sekarang saya sudah empat tahun berhenti minum alkohol dan teler. Dulu, ketika saya masih sering mabuk dan teler, saya terus-terusan melakukan hal-hal gila dan bodoh,” jawab Ozzy.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
1841 views
superbuzz
605 views
superbuzz
714 views
superbuzz
957 views
superbuzz
901 views
superbuzz
1440 views