amerta bleeker

‘Bleeker’, Peleburan Eksperimen Metal Modern dari Amerta

  • By: NND
  • Minggu, 2 August 2020
  • 1181 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Sebagai sebuah unit metal, Amerta selalu percaya bahwa musik ekstrem tidak melulu dengan komposisi cadas yang kebanyakan dikenal publik. Eksplorasi, dalam metal, dapat membuka ruang-ruang non-generik; seperti “unsur dramatik, nuansa space-out, melodi sederhana, dan emosi kontradiksi,” tulis mereka di siaran pers.

Itupula yang mereka sajikan di lagu terbarunya, “Bleeker”. Resmi rilis 31 Juli 2020 kemarin, ia merupakan sebuah aransemen “paska apokalips” gagasan Amerta--single kedua dalam kurun waktu setahun terakhir.

“Selama ini pandangan gue terhadap musik itu konservatif; drum, gitar, vokal dan bass. Tapi setelah mendengarkan (musik) elektronik, kenal bunyi synthesizer, akhirnya mengubah semuanya, dan itu memberi pengaruh besar kepada Amerta. Misalnya penggunaan modulasi atau delay yang buat gue pribadi ikut memperluas juga skala pembuatan riff,” ungkap gitaris sekaligus riff maker setiap lagu Amerta, Raja Humuntar Panggabean.

“Bleeker” sendiri merupakan satu dari empat lagu yang ditulis pada tahun 2017 ketika Raja dan drummer Auliya Akbar (juga drummer untuk Kief) menghabiskan dua bulan di Melbourne, Australia. Lahir dari sejumlah jamming session, materi yang muncul dirasa tidak cocok digunakan oleh band death metal mereka, Revenge. Alih-alih membuang materi-materi tersebut, ia menjadi titik awal dari pembentukan Amerta selaku grup post-metal.

Sepulangnya ke Jakarta, Indra Darmawan Purba (Avhath) bergabung sebagai bassist dan single debut “Gerhana” pun mengudara di tahun 2019. Perombakan personil terjadi seiring perkembangan kreatif. Anida Bajumi (Dental Surf Combat, Sugarsting) masuk sebagai bassist, dan Indra fokus memainkan synths. Kehadiran Ricky Siahaan (Seringai) sebagai produser pun membuat dapur rekaman kian mengepul.

Ricky angkat bicara: “Sebelum terpukau dengan penampilan Amerta, gue sudah familiar dengan latar belakang para personel band ini. Gue sadar penuh akan potensi dan kemampuan musikal mereka. Sehingga ibarat mobil balap, sebagai produser gue cuma tinggal menyediakan sirkuitnya agar mereka bisa balapan dengan baik.

Dan yang paling penting,” lanjut Ricky. “Mereka juga berhasil membuktikan kalau metal itu tidak cuma soal akrobat, tapi harus pula menawarkan ‘rasa’.”

Kembali membahas lagu barunya, ia menjadi produk kristalisasi dari pengembaraan sonik Amerta selama ini. Ekspektasikan downstroke nan solid, solo mematikan, blast beat ngebut, growl yang gurih, serta nuansa kekacauan yang berpadu manis dengan sentuhan sentimen koor Gereja. Semua itu menjadi ciri khas metal modern yang dianut oleh Amerta; “Bleeker” jadi sajian yang akurat.

Berkiblatkan Neurosis, Shiner, Steven Wilson, Johnny Greenwood, Smashing Pumpkins, Mastodon, High On Fire, dan proyek-proyek Justin Broadrick; Amerta jadi corak segar di kancah metal lokal. Single anyar “Bleeker” seakan menjustifikasikan pernyataan tersebut, menggarisbawahi sudut-sudut metal yang kerap tertutup generalisasi bayangan “beringas” yang agaknya cenderung diwajarkan oleh publik.

“Memproduseri Amerta membuat gue tahu ada hal penting yang akan terjadi untuk kancah musik cadas di Indonesia. Bahwa band ini layak menjadi penanda sebuah era yang baru. Ini musik istimewa yang patut diperhatikan karena tidak banyak band seperti mereka, terutama yang melakukannya dengan baik dan benar,” pungkas Ricky Siahaan.

Unduh (gratis) lagunya di laman Bandcamp mereka!

 

0 COMMENTS