Blue Swan Records, Tantangan dan Kebahagiaan bagi Will Swan

Blue Swan Records, Tantangan dan Kebahagiaan bagi Will Swan

  • By:
  • Senin, 12 April 2021
  • 57 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Meskipun industri musik di dunia terus berkembang ke arah yang lebih baik dan inklusif, namun dalam beberapa tahun ke belakang masih banyak penggiat musik sidestream yang harus membentuk ekosistemnya mengenalkan khalayak yang lebih luas. Tren dalam membangun ekosistem secara mandiri tersebut memang dikenal jadi bagian semangat DIY dari penggiat skena punk yang akhirnya menjadi inspirasi sekaligus diadopsi oleh skena-skena lainnya. Ekosistem tersebut paling umum hadir dalam bentuk record label. Hal tersebut juga yang akhirnya menggugah Will Swan dari Dance Gavin Dance untuk membuat Blue Swan Records di tahun 2013.

Berperan sebagai founder dan CEO untuk Blue Swan Records, Will Swan pun mengajak beberapa rekannya yang datang dari latar belakang dan skena musik yang beririsan untuk membantunya mengoperasikan label rekaman baru miliknya tersebut. Hingga saat ini, selain Will Swan, Blue Swan Records juga diisi oleh Sergio Medina, gitaris dari band Royal Coda dan Eidola sebagai vice president. Selain itu, Donovan Melero yang merupakan frontman dari Hail The Sun yang bekerja sebagai direktur operasional untuk Blue Swan Records. Meskipun terbilang baru berumur 8 tahun, nyatanya Blue Swan Records cukup menjadi salah satu label rekaman dengan reputasi baik di kalangan musisi, terutama untuk musisi yang bermusik di ranah post-hardcore, metalcore, dan progressive rock. Ikut berkontribusi dalam meningkatkan potensi skena tersebut merupakan salah satu motivasi yang dimiliki oleh Will Swan saat mendirikan Blue Swan Records. Album pertama yang dirilis oleh Blue Swan Records merupakan album debut dari Stolas, band post-hardcore asal Amerika Serikat dengan judul Living Creatures. 

Meskipun telah memiliki label rekaman sendiri, nyatanya hal tersebut tidak dimaksimalkan oleh Will Swan untuk memboyong Dance Gavin Dance ke dalam Blue Swan Records. Saat ini, Blue Swan Records menaungi kelompok musisi sidestream, seperti Eidola, Ghost Spirit, Icarus the Owl, Kurt Travis, Moondough, Royal Coda, Thomas Erak, serta Wolf & Bear. Ketika pertama kali membentuk Blue Swan Records, Will Swan tidak menyangka bahwa label rekaman miliknya tersebut mampu dipercaya untuk dapat menjadi bagian dalam pengembangan skena dan industri musik independen oleh para musisi. Pasalnya, Will Swan mengakui bahwa dirinya tidak memiliki latar belakang bisnis sama sekali saat mendirikan Blue Swan Records. Pengalaman dirinya sebagai profesional hanya bekal sebagai seorang musisi untuk Dance Gavin Dance yang dijalankan oleh Will Swan sejak 2005. Will Swan mengakui bahwa dirinya harus mau untuk berkembang setiap harinya untuk memahami skema bisnis dari label rekaman. 

Proses merupakan pengalaman yang berharga hingga akhirnya mampu menemukan formula yang tepat dalam mengoperasikan Blue Swan Records hingga saat ini. Keyakinan tersebut didasari oleh Will Swan berkat pengalaman pribadinya sebagai seorang musisi. Saat mendirikan Dance Gavin Dance, Will Swan mengakui bahwa dirinya kala itu baru bermain gitar selama 3 tahun dan merasa masih belum bisa disandingkan dengan pemain gitar profesional lainnya. Namun, kemauannya untuk berkembang jadi bahan bakar yang efektif. Meskipun sudah berjalan hampir 8 tahun lamanya, Will Swan mengakui tidak mudah menjalankan Blue Swan Records dan juga memiliki profesi sebagai musisi yang aktif dalam satu waktu. Dirinya harus mampu membagi waktu atau mencari celah di sela-sela jadwal padat bersama Dance Gavin Dance. Oleh karena itu, kehadiran rekan kerjanya di Blue Swan Records, seperti Sergio Medina dan Donovan Melero cukup membantu meringankan bebannya hingga saat ini. 

Will Swan mengetahui bahwa perihal keuntungan dalam bentuk uang bukanlah sebuah hal yang pasti dalam menjalankan bisnis label rekaman. Apalagi Blue Swan Records yang menjalankan bisnis di ranah niche. Meskipun begitu, Will Swan tetap mendapatkan rasa bahagia karena dapat membantu rekan-rekan sesama musisi untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki mereka. Will Swan juga mengakui bahwa apa yang dirinya jalani sekarang datang dari bentuk kecintaannya terhadap musik dan orang-orang di sekitar yang selalu mendukungnya untuk terus berkembang.

Will Swan mencoba untuk terus menemukan pola efektif dalam membagi waktunya untuk Blue Swan Records dan juga untuk Dance Gavin Dance. Will Swan. Salah satu metode yang dirinya lakukan adalah membagi waktunya di siang hari saat tidak ada jadwal panggung untuk menyelesaikan segala urusan bisnis dari Blue Swan Records. Namun, saat dirinya sedang berada di kegiatan tur bersama Dance Gavin Dance, Will Swan tetap mencoba untuk menyortir pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu dekat terkait profesinya untuk Blue Swan Records. Konsistensi dan semangatnya untuk menjalankan Blue Swan Records nyatanya berhasil membuat label rekaman tersebut terus berjalan hingga hari ini. Rilisan terakhir yang dikeluarkan oleh Blue Swan Records adalah album kedua dari Royal Coda di tahun 2019 yang berjudul Compassion. 

Di tahun 2021, Blue Swan Records pun akhirnya mendapatkan dukungan dari salah satu pihak ternama di industri musik dan rekaman, yaitu BMG. Kerja sama Blue Swan Records dan BMG ini memungkinkan bagi label rekaman independen tersebut untuk merilis karya-karya secara lebih luas dan memberikan akses yang mudah kepada para penikmat musik di seluruh dunia. Selain itu, Blue Swan Records juga kini telah resmi bekerja sama dengan Rise Records yang lebih dulu dikenal sebagai salah satu label rekaman besar di Amerika Serikat yang fokus membantu peningkatan potensi genre musik heavy metal dan punk rock.

Image courtesy of Lazenbooby / Reddit

0 COMMENTS