Concert Review: Bon Jovi Panaskan Jakarta, Sisakan Kekecewaan dan Kepuasan

  • By: LS
  • Senin, 14 September 2015
  • 3035 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Di antara 40.000 penonton yang hadir di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (11/9), nampaknya hanya segelintir yang tau konser ini dibuka oleh random Youtuber bernama Sam Tsui - seorang penyanyi cover yang membawakan lagu-lagu Top 40. Well, Indonesia punya band-band rock berkelas yang lebih pantas membuka konser Bon Jovi malam itu. Bahkan aksi Judika membawakan lagu Indonesia yang durasinya sekitar lima menit sebelum Jon dan kawan-kawan naik panggung jauh lebih cool dibandingkan 35 menit membosankan yang diakibatkan band opening ini.

Hal tadi hanya sekadar intermezzo dari megahnya malam bersejarah kedua bagi fans Bon Jovi di Indonesia. Berselang 20 tahun setelah konser pertama mereka di Jakarta, Bon Jovi kembali dengan formasi berbeda dan tentu umur yang sudah tidak muda lagi. Menghibur penonton di area GBK selama kurang lebih dua jam, seluruh member Bon Jovi nampak bersemangat dan bertenaga, terkecuali sang frontman yang pada satu jam pertama konser terlihat kalem dan tidak banyak bergerak.

Konser dibuka dengan “That’s What the Water Made Me” bersamaan dengan penonton yang didominasi pria dan wanita setengah baya yang bernyanyi bersama. Jon terus bernyanyi dan baru menyapa penonton pada lagu ketiga. “It’s good to be back after a long long long time,” ujar pria kelahiran 1962 ini. Sangat kentara terdengar vokal Jon tidak sekuat dulu lagi. Lagu andalan “Someday I’ll Be Saturday Night” pun dibawakan secara akustik. Syukurlah kualitas vokal Jon tertutupi oleh puluhan ribu penonton yang bernyanyi bersama dan backing dari gitaris Phil X.

Suasana GBK yang penuh sesak dan telah memanas semakin membara ketika terdengar intro bass yang sangat khas itu dimainkan Hugh John McDonald. Ya, mereka membawakan lagu andalan “Keep the Faith” yang membuat penonton membuncah melonjak. Suatu pemandangan yang menarik ketika melihat power dari drummer Tico Torres di tengah sesi jamming yang membuat lagu ini entah dua atau tiga kali lipat lebih panjang. David Bryan pun membawakan solo keyboard dengan brilian dalam sesi yang tidak kalah hebat dengan penampilan mereka di masa muda ini.

Jakarta mendapatkan posisi spesial karena menjadi kota pertama dalam rangkaian Bon Jovi Live! Asian Tour tahun ini. Sebuah privilege tersendiri pula ketika mereka untuk pertama kalinya membawakan lagu baru berjudul “We Don’t Run” secara langsung. Meskipun menghibur fans Indonesia dengan dua keistimewaan tadi, kelihatannya Bon Jovi kurang memanjakan fans malam itu. Ya, banyak nomor-nomor andalan yang tidak mereka bawakan dalam konser malam ini. Bahkan setelah mereka berpamitan dan meninggalkan panggung pun banyak fans yang meneriakan lagu macam “Always” yang tidak mereka tampilkan.

“Giliran lagu lama aja pada sing a long, pas lagu baru banyak yang diam,” ujar salah seorang penonton. Waktu memang telah berjalan selama dua dekade setelah konser pertama Bon Jovi di Indonesia. Album beserta lagu baru yang mereka rilis pun telah bertambah. Namun, melihat kekecewaan fans di akhir konser, sepertinya banyak yang terjebak di masa lalu dan terlanjur mentok pada nomor-nomor hits Bon Jovi di masa kejayaannya.

Diluar beberapa kekecewaan yang ada dalam konser Bon Jovi malam itu, 11 September 2015 tetap layak menjadi malam yang tak terlupakan untuk 40.000 penonton yang hadir. Simak foto-foto dokumentasi konser mereka di kanal SuperRockumentary.

Foto: Babotz, Yunda Nugraha

0 COMMENTS