Bruce Dickinson Tak Ingin Melihat Penonton Berusia Tua di Konser Iron Maiden

  • By: NTP
  • Rabu, 8 November 2017
  • 1710 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Dalam wawancara dengan San Fransisco Chronicle 30 Oktober lalu, Bruce Dickinson mengungkap mengapa Iron Maiden dan heavy metal tetap populer sejak empat dekade lalu. Ia menganggap Iron Maiden memiliki penggemar yang “berlapis”, juga karena band ini memiliki dunia mereka sendiri.

“(Penggemar kami) dibentuk dari beberapa lapisan rentang umur, setiap lapisannya lekat ke bawah dan erat satu sama lain. Para penonton hadir di konser kami dan mengira akan bertemu orang-orang seumur saya, alih-alih mereka justru bertemu anak muda dari umur 15 hingga 28 tahun.”

“Saya tidak mau menyanyi di panggung sambil melihat orang-orang tua. Para penonton seusia saya datang, tapi mereka tidak meramaikan mosh pit, mereka berdiri di dekat toilet untuk melegakan prostat masing-masing. Kami suka melihat para penonton liar yang melompat ke sana ke mari. Itulah yang membakar energi kita di panggung, karena musik kami masih bertenaga. Masih menampar para pendengarnya,” papar Dickinson.

[bacajuga]

Pada 31 Oktober lalu, Dickinson sudah merilis otobiografi berjudul What Does This Button Do? melalui Dey Street Books. Walau dikenal cukup tertutup mengenai kehidupan pribadinya, di buku ini, Dickinson menceritakan tentang 30 tahun menjadi vokalis Iron Maiden, masa kecilnya semasa sekolah, berkarier solo, mimpinya menjadi pilot jumbo jet dan pertarungannya dengan kanker lidah baru-baru ini.

Selain menjadi lidah Iron Maiden selama 30 tahun terakhir, Dickinson juga ahli anggar, penulis novel dan naskah, penyiar radio, peracik bir Trooper milik Iron Maiden, serta seorang pilot penerbangan komersil untuk beberapa maskapai.

0 COMMENTS

Info Terkait