Bruce Dickinson Tidak Terima Album Pertama Iron Maiden Dilabeli Punk

  • By: LS
  • Minggu, 20 September 2015
  • 4245 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Album yang waktu pengerjaannya dikabarkan hanya 13 hari ini menjadi rilisan self titled pertama dari Iron Maiden. Album self titled apalagi album pertama, sering dikait-kaitkan sebagai cetak biru palet musik dari sebuah band. Aturan tak baku yang alih-alih berasal dari judgement media massa ini tidak selamanya berlaku buat semua band, juga untuk album Iron Maiden (1980).

Label punk rock melekat dalam album pertama Iron Maiden, karena pernyataan dari pers. Tidak mengherankan jika hampir di setiap wawancara bassist Steve Harris mengatakan dirinya membenci album ini. “Jika kalian melihat wawancara lama Steve Harris – ia membenci punk rock,” ujar Bruce Dickinson dalam wawancara dengan Spin.

Bruce yang tidak terlibat dalam penggarapan album Iron Maiden pun mengaku tidak menyukai album ini, sebagaimana Harris membencinya. “Album pertama Maiden terdengar punky karena itu terdengar buruk. Dia membenci rekaman ini. Vokalis pertama memberikan vibe itu, tapi hal berbau punk ditempelkan pers pada band. Jelas-jelas band membenci itu, karena tidak pernah sekalipun di dunia ini Maiden ingin menjadi sebuah band punk,” cetus Dickinson.

Setelah Killers (1981) dirilis satu tahun kemudian, mereka membuktikan pelabelan tersebut tidak benar. “It was obvious – where’s the punk thing on Killers?” tanya Dickinson dengan sinis. Dengan nomor-nomor macam “Murders in the Rue Mourge”, “Twilight Zone” dan “Prodigal Son”, tidak ada yang berani melabeli band heavy metal ini dengan genre punk lagi.

Foto: amazon.com, metalsucks.net, wrat.com

0 COMMENTS