Portal Music

Killing Me Inside

Buah Reuni Killing Me Inside: Single Baru 'Home'

  • By:
  • Kamis, 22 October 2020
  • 1451 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Pertemuan kembali dengan mantan rekan satu band melahirkan sebuah karya anyar, itulah yang dilakukan oleh tiga mantan personel Killing Me Inside yaitu Raka Cyril, Sansan Choa, dan Onadio Leonardo.

Ketiganya merilis single berjudul Home di channel YouTube Reunion TV Channel pada 2 Februari 2020. Lagu ini disebut-sebut karya yang lebih matang dari ketiga mantan personel Killing Me Inside tersebut.

Sekilas lagu Home terdengar meninggalkan musik keras yang dulunya dibawakan oleh mereka bertiga ketika berada di Killing Me Inside. Di lagu ini mereka memadukan aransemen musik modern elektronik dengan akar musik emo dari Killing Me Inside.

Bagian vokal pun dibuat lebih halus agar sesuai dengan tema lagu Home. Namun, Sansan, Raka, dan Onadio tetap menyisipkan unsur emo dan metal melalui suara jeritan dan teriakan di pengujung lagu Home.

Home juga diciptakan dengan menggunakan tema pulang, mengenang, dan kembali ke tempat di mana mereka menghabiskan masa muda bersama. Sebuah representasi dari perjalanan hidup yang akhirnya membawa mereka bersatu kembali untuk bermusik bersama.

Para mantan personel Killing Me Inside ini pun menunjukkan sebuah kedewasaan dalam bermusik, terlepas dari sejarah bermusik mereka sebelumnya.

Nothing much to say

Living on the edge

We got it all

From sunsets 'til it rise

Counting back the days

Our pilled out youth

Namun, pada penampilan mereka ini, Sansan, Raka, dan Onadio menggunakan nama RE: UNION di bawah bendera Killing Me Inside. Pertemuan mereka pertama kali terwujud ketika tampil di Synchronize Festival 2019.

Saat itu mereka menggunakan nama Killing Me Inside Reunion. Bersatunya kembali para mantan personel itu mendapat respons positif dari para penggemar yang akhirnya berlanjut dengan penampilan Sansan, Raka, dan Onadio dalam satu line-up di Hammersonic Festival.

Diundangan Killing Me Inside (Reunion) di acara Hammersonic diakui Sansan sebagai sebuah kejutan. Namun, akhirnya mereka tidak ragu-ragu untuk menerima tawaran menarik tersebut.

"Kaget banget, sih. Anak-anak semuanya nggak ada yang meyangka. Kita tahu Hammersonic setiap tahun sebegitu besarnya. Cuma itu metalhead festival, begitu dikabari semua anak-anak ramai di grup," ujar Sansan dikutip dari Antara.

"Nggak ada pakai perundingan, sih. Begitu dikasih tahu semuanya langsung (bilang), berangkat," jelasnya.

Mereka tampil dengan nama Killing Me Reunion dan akhirnya mampu melepas embel-embel ‘Killing Me’ hingga akhirnya mantap dengan moniker baru, RE:UNION sebagaimana keputusan yang tepat secara esensial dan masa depan band yang potensial ini.

Proyek berkumpulnya kembali tiga mantan personel Killing Me Inside ini sudah terdengar gaungnya sejak Juli 2019. Saat itu masing-masing dari Raka, Onadio, dan Sansan mengunggah foto mereka bertiga di akun Instagram mereka.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

COMING #HOME SOON! #KillingMeReunion #reunionarchive !!! who’s ready ??????????

A post shared by ONADIO LEONARDO (@onadioleonardo_official) on

 

RE: UNION di Balik Bayang-bayang Killing Me Inside

RE:UNION seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya merupakan band yang berisi 3 mantan personel band emo metal (screamo) Killing Me Inside, yakni Raka Cyril (gitar), Sansan Choa (vokal) dan Onadio Leonardo (bass).

Eksistensi kemunculan band ini sudah jelas tidak terlepas dari lahirnya Killing Me Inside pada 2005 di Jakarta. Saat itu, Killing Me Inside beranggotakan Josaphat Klemens (gitar), Onadio Leonardo (bass), Rendy (drum), Raka Cyril (gitar), dan Sansan (vokal).

Pada awal kemunculannya, Killing Me Inside masih bermain di panggung-panggung underground dan berbagai gigs. Mereka pun merilis tiga demo lagu pertama Killing Me Inside, A Letter Of Memories, Suicide Phenomena, dan The Tormented, yang mendapat respons positif.

Sebelum merilis album pertama, Raka memutuskan keluar dari Killing Me Inside pada Mei 2008. Killing Me Inside kemudian merilis album pertama dengan tajuk A Fresh Start for Something New pada Januari 2009.

Ketika baru saja memulai sesuatu yang besar, Sansan memutuskan keluar dari Killing Me Inside pada Februari 2009 dan lebih memilih fokus menggarap proyek baru bersama band Pee Wee Gaskins. Hal ini membuat Onadio berpindah posisi menjadi vokalis dan mereka mendapatkan personel baru, Rudye Nugraha Putra.

Pada 2010, Killing Me Inside menggebrak pasar permusikan Tanah Air dengan album kedua bertajuk nama band mereka sendiri. Single pertama yang dirilis, Biarlah, mendapat respons positif dan mengantarkan mereka ke berbagai penghargaan seperti Album Rock Terbaik dari Anugerah Musik Indonesia.

Sempat terjadi pergantian personel kembali di tubuh Killing Me Inside setelah Davi Frisya mundur dan digantikan oleh Putra Pra Ramadhan sebagai drummer. Killing Me Inside lantas mengeluarkan album ketiga mereka pada September 2012 dengan tajuk One Reason.

Ketika karier tengah di puncak, giliran Onadio yang memutuskan keluar dari Killing me Inside pada 2014. Konflik internal dan masalah yang dialami pada tenggorokannya disebut menjadi alasan hengkangnya Onadio.

Kepergian Onadio membuat Killing Me Inside mengubah konsep yang dimulai dengan merekrut Savira Razak sebagai vokalis. Killing Me Inside pun merilis album kelima mereka dengan tajuk Rebirth: A New Beginning pada 2015.

Akan tetapi, perjalanan Killing Me Inside terus mengalami gejolak yang berujung keluarnya satu per satu personel. Masing-masing dari para mantan personel Killing Me Inside pun membentuk band baru dengan genre yang lebih ringan dengan tujuan mencapai pasar yang lebih luas.

Raka misalnya yang menggarap proyek bersama Vierratale, kemudian Sansan dengan Pee Wee Gaskins, sementara Onadio membuat proyek baru dengan nama L.Y.O.N.

0 COMMENTS