Cara Tim Burgess Beri Penghormatan kepada Rapper DMX

Cara Tim Burgess Beri Penghormatan kepada Rapper DMX

  • By:
  • Selasa, 4 May 2021
  • 37 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Siapa menyangka kegiatan "iseng" yang dilakukan oleh Tim Burgess bisa menjadi salah satu bentuk penghormatan bagi sesama musisi. Frontman dari band rock Inggris, The Charlatans, tersebut membuat sebuah tagar #TimsTwitterListeningParty di akun Twitter miliknya.

Ya, ini adalah kegiatan Tim Burgess di luar aktivitas bermusiknya yang dimulai saat pandemi COVID-19 melanda. Hal ini merupakan salah satu ragam kegiatan dilakukan dengan beberapa tujuan, dari tetap mencari profit, mendekatkan diri dengan penggemar sampai sekedar mengisi waktu yang luang.

Kegiatan ini dilakukan Tim Burgess bersama beberapa musisi lain dengan membuat daftar dari lagu-lagu pilihan mereka, lengkap dengan beberapa penjelasan tentang lagu tersebut.

Sedangkan para penggemar nantinya akan mengamati sambil mendengarkan daftar lagu pilihan tersebut. Menurut Tim, cara ini adalah salah satu cara yang cukup menarik dalam mendengarkan sebuah lagu atau album, sebuah pengalaman baru yang melibatkan para musisi dan penggemarnya secara langsung.

#TimsTwitterListeningParty sebetulnya sudah dimulai hampir satu dekade yang lalu, tapi terbatas hanya bagi karya-karya milik The Charlatans atau proyek solonya.

Sedangkan kini Tim Burgess mulai mengajak para musisi lainnya, salah satunya yang ramai dibicarakan adalah saat Paul Arthurs alias Bonehead, gitaris Oasis yang membahas fakta-fakta menarik seputar album kompilasi The Masterplan yang dirilis tahun 1998 silam. Kemudian Peter Hook, pemain bass dari New Order dan Joy Division, yang bercerita tentang album legendaris Unknown Pleasures milik Joy Division rilisan tahun 1979.

"Orang-orang akan merasa cemas ketika mereka mulai menyadari mereka berada sendirian di rumah, dan merasa akan lebih aman jika ada orang lain di sekitarnya, apalagi setelah sekian lama tidak bertemu. Anda mungkin mendengarkan beberapa rilisan ini sendirian, namun akan ada seseorang di Meksiko, Australia atau mungkin Finlandia yang mendengarkan hal yang sama persis pengalamannya seperti kalian," terang Tim Burgess.

Nah, melalui gerakan Tim Twitter Listening Party ini, Tim Burgess memberikan tribute atau penghormatan untuk rapper asal Amerika Serikat, DMX, yang meninggal dunia pada 9 April 2021 di New York dalam usia 50 tahun. Rapper itu pertama kali dirawat di rumah sakit setelah serangan jantung akibat overdosis yang dilaporkan pada 3 April, di mana dia tetap dalam perawatan intensif sejak itu.

Untuk memberi penghormatan kepada salah satu veteran rapper itu, Tim Burgess mengajak para pengikut di akun Twitter Tim's Listening Party untuk mendengarkan salah satu karya dari DMX yaitu album debut yang dirilis pada 1998 bertajuk It's Dark And Hell Is Hot.

Album ini laris keras dengan terjual hingga 251 ribu kopi dalam minggu pertama perilisannya. Album itu didukung oleh empat single— "Get at Me Dog", "Stop Being Greedy", "Ruff Ryders Anthem" dan "How's It Goin 'Down", dalam urutan rilis — dan video musik yang menyertainya.

Album dari rapper dengan nama asli Earl Simmons ini langsung debut di posisi pertama Billboard 200. Album tersebut pada akhirnya meraih sertifikat 4 multi-platinum dari Recording Industry Association of America (RIAA) pada 18 Desember 2000.

Di lain sisi, Tim Burgess juga sedang produktif di tahun 2021. Setelah merilis album solo kelimanya bertajuk I Love the New Sky pada Mei 2020, frontman dari band rock Inggris, The Charlatans, tersebut sudah mempersiapkan album solo berikutnya.

Padahal setelah merilis album solo keliamnya, di tahun yang sama tepatnya pada November 2020, Tim Burgess juga sempat merilis EP bertajuk The Ascent Of The Ascended. Sebuah jeda waktu yang cukup singkat bagi seorang musisi dalam mempersiapkan karya musik.

Rupanya pandemi COVID-19 yang bikin berbagai kegiatan terbatas, termasuk acara musik dan tur tertunda hingga batal, bikin Tim Burgess punya cukup banyak waktu luang untuk fokus memproduksi karya baru. Pada wawancara terbarunya di Rockonteurs podcast, Tim Burgess menjelaskan kegiatannya belakangan ini untuk mempersiapkan album solo terbarunya.

"Saya berada di Rockfield di Wales, semua orang mengenakan masker dan menjalankan protokol kesehatan. Saya sendiri di sini melakukan rekaman untuk album solo. Saya bersama dua orang lain, satunya engineers dan satunya lagi produser," kata Tim Burgess.

"Satu orang lebih mengusung musik elektronik dan satunya lagi bermain drum, jadi ini adalah sebuah kombinasi yang sangat bagus," ujar sosok bernama asli Timothy Allan Burgess.

0 COMMENTS