Cara XL Recordings Bersinergi Dengan Generasi

Cara XL Recordings Bersinergi Dengan Generasi

  • By:
  • Selasa, 6 April 2021
  • 111 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Tidak semua label rekaman independen terus beroperasi untuk tetap di dalam satu genre selama terus menerus. Ada juga yang terus berkembang mengikuti zaman dan membentuk identitas sebagai sebuah label rekaman yang progresif. Salah satunya adalah XL Recordings. Label rekaman asal Inggris ini saat ini sudah menaungi banyak musisi dari berbagai macam genre. Bisa dibilang nama-nama musisi yang berada di dalam XL Recordings merupakan musisi berkualitas, progresif, sekaligus juga memiliki popularitas yang tinggi karena keunikan yang ditawarkan oleh masing-masing.

Sebelum dikenal sebagai sebuah properti label rekaman milik Richard Russell, XL Recordings dibentuk oleh Nick Halkes dan Tim Palmer di tahun 1989. Richard Russell akhirnya ikut bergabung sebagai salah satu pemilik XL Recordings di tahun 1996. Sejak saat itu, Richard Russell juga memiliki peran sebagai orang dibalik operasional dari XL Recordings. Pertemuan Richard Russell dan Nick Halkes bermula di tahun 1992 ketika keduanya memutuskan untuk bergabung membuat sebuah unit musik rave bernama Kicks Like a Mule. Perjalanan musik keduanya terbilang singkat, namun kedua pendiri XL Recordings tersebut berhasil merasakan puncak musik elektronik pop Inggris di tahun 1992 berkat single-nya berjudul The Bouncer. Kehidupan sebagai sosok di balik layar industri musik nyatanya menjadi hal yang lebih menyenangkan bagi Nick Halkes dan Richard Russell. Sejak saat itu, akhirnya mereka fokus menjalankan XL Recordings secara profesional. 

Saat pertama kali berdiri di tahun 1989, XL Recordings memutuskan untuk merilis album dan single di ranah musik rave. Keputusan tersebut diambil karena saat itu, musik rave, dance, dan pop elektronik merupakan genre yang cukup mendominasi kultur urban di Inggris. Saat pertama kali didirikan, XL Recordings harus mendobrak skena dengan menjadi saingan Citybeat, sebuah label rekaman dance music yang lebih dulu populer. Namun, di tahun 1991 nama XL Recordings mulai menyusul Citybeat sebagai salah satu label terbaik di ranah musik dance Inggris. Hal tersebut terjadi berkat peran Nick Halkes yang berhasil mendapatkan kerja sama musik bersama The Prodigy dan SL2. The Prodigy merilis single perdananya berjudul Charly di tahun 1991. Secara mengejutkan single tersebut langsung menjadi salah satu hits di kalangan penikmat musik rave dan mengangkat kredibilitas XL Recordings sebagai sebuah label rekaman independen. 

Sepanjang tahun 1990, XL Recordings tetap menjaga kredibilitasnya dengan merilis berbagai macam single dan album hitmakers dengan musik yang datang dari genre dance. Barulah di akhir tahun 1990-an, saat Richard Russell menjadi sosok yang mengoperasikan XL Recordings, label rekaman tersebut memutuskan untuk memperluas jangkauan genre musiknya. Namun sebelum menyambut tahun 2000, XL Recordings kembali merilis album untuk The Prodigy. Kali ini XL Recordings merilis album kedua The Prodigy yang berjudul Music for the Jilted Generation. Kerja sama tersebut seakan membawa hal baik bagi reputasi keduanya. Album kedua The Prodigy tersebut berhasil meraih peringkat pertama dalam chart album Inggris Raya di minggu pertama perilisannya.

Di pertengahan tahun 2000, XL Recordings mulai menarik genre musik rock dan alternatif ke dalam roster yang dimilikinya. Di bulan Juni tahun 2000, XL Recordings pun memutuskan untuk merilis album debut dari Badly Drawn Boy, The Hour of Bewilderbeast. Album tersebut berhasil memenangkan Mercury Music Prize di tahun 2000. Mendapatkan penghargaan di luar zona nyaman, tentu semakin meningkatkan nilai XL Recordings sebagai sebuah label rekaman. Di tahun 2001 akhirnya XL Recordings merilis album ketiga dari The White Stripes berjudul White Blood Cells. Tidak berhenti di situ, kerja sama XL Recordings dan The White Stripes pun berlangsung kuat dengan mendapatkan izin untuk merilis ulang kembali dua album The White Stripes sebelumnya. XL Recordings kembali merilis album keempat The White Stripes berjudul Elephant di tahun 2003 dan album tersebut pun berhasil meraih posisi puncak untuk tangga album Inggris Raya sekaligus mendapatkan sertifikasi platinum di Inggris. Di tahun yang sama XL Recordings juga mendapatkan penghargaan A&R Award yang diselenggarakan oleh media musik, Music Week.

XL Recordings juga dikenal sebagai label rekaman yang cukup sering mengorbitkan musisi baru berkualitas. Di tahun 2006, XL Recordings membuktikan hal tersebut dengan merilis album perdana dari M.I.A. berjudul Arular. Musik yang dibawakan oleh M.I.A. memang bukan hal yang baru di dalam darah XL Recordings. Namun, kehadiran musisi muda tersebut saat itu cukup menjadi pembeda di roster XL Recordings yang mulai merambah genre rock dan alternatif. Kredibilitas XL Recordings sebagai sebuah label rekaman juga akhirnya menggugah keinginan Thom Yorke untuk bekerja sama. Bulan Juli tahun 2006 akhirnya Thom Yorke resmi merilis album debut perdananya, The Eraser. Satu tahun kemudian akhirnya Thom Yorke pun memboyong bandnya, Radiohead untuk bergabung bersama XL Recordings. Kerja sama tersebut pun resmi hadir melalui album ketujuh Radiohead, In Rainbows dan album kedelapan The King of Limbs

XL Recordings terus memperluas cakrawala musiknya agar tetap relevan. Di tahun 2010, XL Recordings merilis album kedua Vampire Weekend, Contra. Vampire Weekend merupakan salah satu nama band yang cukup populer dan digemari oleh banyak orang saat itu. Tentu saja mendapatkan kerja sama dalam urusan rilisan rekaman jadi hal yang cukup menjanjikan demi perjalanan karier XL Recordings untuk terus menjadi label rekaman pilihan.

Image courtesy of Pitchfork.com

0 COMMENTS