Chris Cornell ‘Soundgarden’: Dilema Identitas Projek Solo

  • By: LS
  • Kamis, 1 October 2015
  • 1916 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Ada berbagai alasan seorang musisi memutuskan untuk menggarap projek solo ataupun projek lain di luar band yang sedang ia jalani. Dipecat dari band, tidak memiliki otoritas dalam penulisan lagu dalam band ataupun perbedaan sudut pandang ranah musik yang jauh dari cetak biru band yang sedang ia jalani.

Menjalani projek baru bisa dijalani dengan mudah ataupun sebaliknya. Apa yang dialami Chris Cornell yang sempat terlibat dalam Audioslaves dan Temple of the Dog, serta aktif bersama Soundgarden dan sedang menggarap projek solonya.

Meski Cornell bergabung bersama Audioslaves setelah sepuluh tahun hiatus dengan Soundgarden, identitas Soundgarden yang dibawa Cornell masih lah lekat. Hengkang dari Audioslaves, Cornell harus berhadapan dengan khalayak dalam projek solo dengan dua identitas sebelumnya; bagian dari Soundgarden dan Audioslaves.

“Normalnya, ketika seseorang terkenal karena menjadi bagian dari sebuah band, dalam kasus saya, band yang cukup menghasilkan dan kemudian terkenal dengan dua band yang cukup menghasilkan, mengeluarkan sisi individual sangat lah sulit,” tutur Cornell dalam wawancara radio 95.5 KLOS.

Ya, Cornell sempat kesulitan mengeluarkan identitas musik dalam projek solonya, ketika semua orang melihatnya sebagai sosok yang pernah tergabung dalam band lain. Setelah bertahun-tahun tur sebagai ‘Chris Cornell’ dalam berbagai pertunjukan akustik dan mengerjakan semua dengan gaya one-man show, ada satu hal yang membuatnya sadar, bahwa identitasnya sebagai musisi solo terbentuk dengan sendirinya.

“Ada banyak hal yang telah saya lakukan, dengan tiga band lain dan projek solo yang memiliki karakter berbeda. Secara garis besar memang sulit untuk menghubungkan semua titik itu, tapi saya menyadari apa yang saya lakukan dengan pertunjukan akustik ternyata membentuk karakter itu sendiri,” cetus Cornell.

Biar bagaimanapun juga, identitas yang Cornell pikir telah dapatkan tetap sama di mata kita, terutama sebagai pendengar Audioslaves dan Soundgarden. Semoga saja Cornell tidak kebingungan lagi dengan identitasnya sebagai musisi solo dan album terbarunya bisa menguatkan identitas itu.

Foto: buffalo.com, bravewords.com, sachynmital.com

0 COMMENTS