Concert Review: Circa Waves ‘Stand For Something Tour: South East Asia 2015’, Nasi Padang dan Kegilaan Singkat di Foundry 8

  • By: LS
  • Jumat, 23 October 2015
  • 2024 Views
  • 1 Likes
  • 1 Shares

Jakarta adalah pilihan yang tepat ketika kuartet indie rock sekelas Circa Waves menyambangi Indonesia. Di ibu kota negara ini, sebuah konser, apalagi band internasional, masih dicap indie, belum lagi tiket gratis, sudah jelas bakal memiliki jaminan penuh dan ramai penonton. Ya, kita yang ingin datang, tapi tidak tau apa-apa tentang mereka masih punya waktu sekitar sebulan untuk memahami, siapa band tersebut dan menghafal lirik agar bisa bernyanyi bersama.

Di samping penonton yang hanya ingin masuk dalam lingkaran hype terselenggaranya konser ini, ternyata Circa Waves memang bisa membuat seisi Foundry 8, Jakarta menggila. Konser yang digelar dalam gelaran Stand For Something Tour: South East Asia 2015 ini tidak luput dari nyanyian penonton bersamaan dengan lantunan vokal sang frontman Kieran Shudall.

Konser ini dibuka oleh Elephant Kind yang digawangi oleh Bam Mastro, Dewa Pratama, Bayu Adisapoetra dan John Paul Patton. Tidak kalah hebat dengan Circa Waves, mereka bisa membawa suasana. Sang vokalis Bam Mastro pun kerap melontarkan canda di sela-sela pertunjukan, dengan Bahasa Inggris. Yeah, seolah-olah bukan tampil dihadapan orang Indonesia saja. Mereka membawakan “Where Did You Have To Go” dan “With Grace” malam itu, dua lagu baru mereka.

Kekosongan (yang diiringi musik dari DJ) sekitar lebih dari satu jam setelah penampilan dari Elephant ‘Fuckin’ Kind adalah hal paling tidak tertahankan dalam konser ini. “Mungkin mereka sakit perut karena kebanyakan makan nasi Padang,” teriak salah seorang penonton. Mereka memang mengunggah foto saat makan masakan Padang lewat akun Instagram resmi Circa Waves. Hell yeah, tentu ini bukan alasan mengapa waktu jeda begitu lama. Minimnya kru yang menyiapkan alat-alat di panggung jadi faktor yang membuat hal ini terjadi.

Kehadiran Shudall dan kawan-kawan yang langsung menyingkirkan pita pembatas antara panggung dengan penonton, membuat semua berteriak histeris dan merapat ke panggung. Tidak butuh waktu lama sampai mereka memegang alat masing-masing dan memainkan lagu.

Sejak lagu pertama “Young Chasers” dibawakan, kegilaan penonton telah membuat Circa Waves terpana. Atau mungkin sebaliknya? Mungkin mutualisme yang menciptakan keduanya pada Kamis (22/10) malam itu.

“Indonesia, we decide to comeback”. Gitaris Joe Falconer menyeringai sambil mengatakan hal tadi. Bukan sesuatu yang aneh jika mereka terkesan. Bagaimana Indonesia di mata beragam band internasional di luar sana, kita tidak tau pasti. Entah ekspektasi mereka rendah akan respon penonton atau mereka benar-benar terkesan, Circa Waves sangat menikmati penampilan mereka malam itu.

Apapun yang mereka minta; mengangkat tangan ke atas, bertepuk tangan dan menyanyikan sing-a-long bersama, semua dilakukan oleh sebagian besar penonton. Circa Waves bermain rapi malam itu. Tidak ada miss yang berarti. Kontrol vokal Shudall adalah sesuatu yang patut dipuji. Dengan set list lagu yang terbilang pendek, mereka sangat menghibur dan memuaskan di malam itu.

Foto: Lana

0 COMMENTS

Info Terkait