Ciri-ciri Musik Rock: dari Instrumen Musik hingga Liriknya

Ciri-ciri Musik Rock: dari Instrumen Musik hingga Liriknya

  • By:
  • Selasa, 9 February 2021
  • 2240 Views
  • 0 Likes
  • 3 Shares

Berbicara tentang ciri-ciri musik rock, maka didahului dengan kisah sejarah panjang tentang munculnya musik rock. Pasalnya musik rock bukanlah sebuah genre yang simpel, memiliki banyak sekali sub-genre, saling bersilang dan melahirkan genre-genre baru yang—hingga sekarang—masih terus berkembang dan berevolusi.

Hal ini dikarena karena musik seperti halnya musik rock, merupakan sebuah kultur; dan kultur akan terus berubah dan bersilang seiring berjalannya kehidupan manusia yang mendorong perkembangan zaman.

Selain itu, musik rock juga sudah hadir dan tersemat dalam kebudayaan kita sedari dulu. Berawal dari kultur musik rhythm and blues kulit hitam era tahun 1920-30 an, wujud musik rock sendiri hadir secara nyata melalui pergerakan rock’n’roll pada tahun 1940-50an.

Musik rock sendiri berakar pada tahun 1940-an dan 1950-an yang memiliki perpaduan menarik dari genre blues, ritme dan blues, dan dari musik country. Musik rock juga menarik pengaruh dari sejumlah genre lain seperti blues elektrik dan folk, dan memasukkan pengaruh dari jazz, klasik, dan gaya musik lainnya.

Ciri-ciri Musik Rock dari Sifat Instrumental Musiknya

Menurut Musical U, ciri-ciri musik termasuk ciri-ciri musik rock diawali dengan instrumentasi sebuah lagu. Ada tiga instrumen yang paling umum digunakan dalam ciri-ciri musik rock: suara utama biasanya berasal dari gitar listrik; berikutnya, irama musik diperkaya oleh suara gitar bass; ciri-ciri musik rock utama yang terakhir adalah drum. Drum biasanya dimainkan sebagai satu set drum lengkap, termasuk snare drum, bass drum, ride cymbal, dan hi-hat.

Setelah ketiga alat musik dasar tersebut, beberapa aliran musik rock menambahkan lebih banyak bunyi dalam bentuk gitar listrik sekunder, keyboard, saksofon atau alat musik lainnya.

Ciri-ciri Musik Rock dari Liriknya

Tidak seperti musik-musik populer sebelum rock, ciri-ciri musik rock dari liriknya membahas tentang berbagai tema, termasuk cinta romantis, pemberontakan atau perlawanan kepada penindasan dan ketidakadilan, masalah atau isu sosial, hingga gaya hidup. Tema-tema ini diwarisi dari berbagai pengaruh musik pop, folk, rhythm, hingga blues.

Sementara itu, wartawan musik Robert Christgau dalam tulisannya di buku Rock and Roll Is Here to Stay: An Anthology, menyebut ciri-ciri musik rock dari liriknya dengan diksi sederhana dan refrein berulang.

Sementara itu, BBC menyebut beberapa ciri-ciri musik rock terdiri dari lirik yang powerful, mempunyai power chords, adanya solo gitar riffs, dan backbeat rhythm.

Untuk membahas ciri-ciri musik rock, BBC lantas membedah salah satu lagu milik musisi rock lawas, Jeff Buckley, berjudul Grace yang dirilis pada 1994. Lagu Grace sendiri digambarkan sebagai rock ballad.

Dari lagu ini, BBC menjabarkan ciri-ciri musik rock dari lagu Grace berikut ini.

  • Lagu ini berbentuk bait dan chorus dengan tiga bait dan dua chorus.
  • Setiap verse memiliki pendahuluan.
  • Ada bridge setelah chorus 2.
  • Lagu diakhiri dengan coda (merupakan bagian akhir lagu yang berisi nada dan syair untuk menutup lagu) klimaks berdasarkan bagian chorus.
  • Dalam bentuk bait dan chorus, bagian chorus:
  • Mengatur refrain lirik dan sering kali berisi kata-kata dari judul
  • Biasanya kembali beberapa kali, selalu dengan kata yang sama
  • Verse tersebut biasanya memiliki kata-kata yang berbeda dengan setiap pengulangan.

Ciri-ciri musik rock di lagu Grace

Pada bagian bridge:

Ciri-ciri musik rock ini pada bagian bridge menghadirkan beberapa material yang kontras.

Pada 4 bars pertama menggunakan akor yang bergerak dalam gerakan pararel.

Pada bagian coda:

Ciri-ciri musik rock dari lagu ini selanjutnya adalah coda yang memberikan klimaks dari lagu tersebut.

Akor yang digunakan untuk bagian ini biasanya diambil dari bagian chorus.

Nada tertinggi dinyanyikan falsetto.

Suara dan instrumen berimprovisasi secara rumit untuk menciptakan tekstur yang kaya.

Dalam kesimpulannya, BBC menyebut bahwa ciri-ciri musik rock dari lagu Grace ini adalah harus ada empat ketukan dalam satu bar. Serta ada beberapa word-painting di mana musik mencerminkan kata-katanya.

Rock dan Gerbang Masuk ke Indonesia

Perkembangan musik rock sendiri membuat ciri-ciri musik rock menjadi ikut berkembang sesuai dengan munculnya sejumlah subgenre dari musik rock itu sendiri. Pada akhir 1960-an periode "rock klasik", sejumlah subgenre musik rock yang berbeda telah muncul, termasuk blues rock, folk rock, country rock, south rock, raga rock, dan jazz rock, banyak di antaranya berkontribusi pada perkembangan rock psychedelic, yang dipengaruhi oleh scene psychedelic dan hippie countercultural.

Sub-genre baru lain yang muncul termasuk rock progresif, yang memperluas elemen artistik, glam rock, yang punya ciri-ciri musik rock dengan menonjolkan kecakapan memainkan pertunjukan dan gaya visual, serta subgenre heavy metal yang menekankan volume, kekuatan, dan kecepatan sebagai ciri-ciri musik rock dari sub-genre rock ini.

Pada paruh kedua tahun 1970-an, punk rock bereaksi dengan menghasilkan menghadirkan ciri-ciri musik rock punk berupa kritik sosial dan politik yang dilucuti dan energik. Dari tahun 1990-an rock alternatif mulai mendominasi musik rock dan masuk ke arus utama dalam bentuk grunge, britpop, dan rock indie.

Sub-genre rock lebih lanjut telah muncul termasuk electronic rock, rap rock, dan rap metal. Pada awal 2000-an, garage rock / post-punk dan techno-pop mengalami kebangkitan.

Sementara itu, gerbang masuk musik rock ke Indonesia ada pada dekade 70-an. Pada masa ini, rock Indonesia sempat mengalami dua fase: meroket dan melemah.

Di awal dekade ini, band-band rock Indonesia merilis album dan tampil di berbagai kota. Antusiasme di era ini terbantu dengan persebaran majalah seperti Aktuil, yang kerap mengulas band rock, dan radio sebagai media penyebaran musik terluas pada saat itu.

Musik rock kemudian melemah pada akhir dekade 70-an, lantaran popularitas musik pop yang semakin mendominasi tangga lagu dan radio. Hal ini disebabkan oleh keputusan cukong rekaman yang mendorong album-album pop. Di awal dekade ini, band-band rock mengatasi hal ini dengan menyisipkan beberapa nomor pop, ballad atau melayu di album mereka.

Namun lama kelamaan, band seperti God Bless dan Superkid meminimalisir jumlah lagu pop, ballad, dan melayu. Pada periode ini istilah underground juga menemukan bentuknya. Beberapa band yang kalah populer ketimbang grup dan penyanyi pop tampil sebagai antitesis, musik alternatif yang dinikmati kalangan terbatas. Aksi panggung yang eksentrik dan kekuatan sound rock yang belum dilemahkan menjadi andalan AKA, Ternchem, Superkid dan God Bless.

Kini, perkembangan teknologi juga memberi banyak pengaruh besar di industri musik Tanah Air. Ada banyak pula band-band rock bermunculan dengan mengusung aliran yang beragam dari sub-genre rock.

0 COMMENTS