CLASSIC ALBUM: Guns N’ Roses - Appetite For Destruction (1987)

  • By: NTP
  • Rabu, 9 August 2017
  • 8093 Views
  • 1 Likes
  • 4 Shares

Sulit mencari tandingan “Welcome To The Jungle”, lagu kebangsaan rock yang menghardik tanpa basa-basi, bertenaga, teknikal sekaligus megah. Pengalaman pertama mendengar pembuka Appetite for Destruction ini barangkali mirip bagi banyak orang. Kita dibawa ke sisi lain hutan beton Los Angeles, tempat para penyamun bersarang, persis seperti Axl di video klip “Welcome To The Jungle”.

Di album Appetite for Destruction sudah jelas bahwa Guns N’ Roses bukan sekumpulan pemuda ‘baik-baik’. Titik yang belum jelas hingga sekarang adalah apakah polah mereka hanyalah peran di atas panggung, ataukah mereka murni berandalan, atau ada pihak lain yang memanfaatkan keduanya?

[bacajuga]

“Banyak orang yang tak menyukai kami, mereka pikir kami bajingan dari neraka. Mereka menulis banyak hal soal itu. Tapi bayangkan jika Anda sedang berumur 22 tahun, tergabung dalam sebuah band, bersenang-senang, minum-minum dan mendapatkan perempuan setiap hari. Kelamaan mereka akan menulis tentang Anda juga,” ujar Duff McKagan (bass), pada SPIN di tahun 1988.

Opini tersebut juga keluar dari mulut Axl dan Slash. Saat diwawancara Melody Maker di tahun yang sama, gitaris berambut keriting ini merasa grupnya adalah orang-orang baik yang tengah menikmati masa muda.

“Kami hanya jadi diri sendiri, tapi di saat yang sama, citra berandalan memang menjual,” imbuh Axl.

Sementara eksekutif A&R Geffen Records, Tom Zutaut, punya misi sendiri soal Guns N’ Roses, “Saya bilang ke David Geffen, kami akan menjadi band rock n’ roll paling besar sekaligus yang terakhir.”

Berada di persimpangan antara image dan kisah nyata, Appetite berbeda dibanding album-album rock di era itu karena rasa jalanan yang begitu lekat. Album ini mengisahkan sisi keras Los Angeles, berkebalikan dengan album Motley Crue. Guns N’ Roses menceritakan mimpi buruk kota ini, sementara Motley Crue mengisahkan hidup mereka, fantasi bagi banyak orang.

Musik yang mengisi kisah jalanan Appetite pun sama beringasnya dengan lirik album ini. Kekuatan Guns N’ Roses terdengar jelas dan keras, tidak seperti grup-grup hair metal atau glam rock yang seringkali meninggalkan sound mentah, Appetite justru memaksimalkan senjata ini.

Appetite pun terasa sangar berkat raungan Axl, lengkingan gitar hard rock, pola drum tribal, kerasnya dentum funk dan, sound punk yang tajam. Sejak awal, energi punk rock Appetite  terasa sengit dan siap membakar telinga. Walau terdengar seperti nomor mid-tempo, lagu kedua “It’s So Easy”, justru mendaratkan pukulan yang tak kalah keras.

Di album ini, mereka adalah berandalan yang mahir menulis lagu dan memasak sound. Slash bahkan mengklaim kalau “Welcome To The Jungle” selesai dalam waktu tiga jam. Ia juga menghabiskan US$ 1.300 untuk membeli album untuk membedah musik band-band seperti Slayer hingga Wham!.

Proses penulisan dan rekaman Appetite yang terkenal singkat dan cepat. Dimulai pada Januari 1987, semua lagu di album ini direkam dalam waktu dua minggu. Appetite sudah siap dirilis setelah melewati tiga studio rekaman, dalam tempo tiga bulan. Hal ini mungkin dicapai karena mereka telah menulis sebagian lagu tersebut, seperti “Think About You” (ditulis oleh Stradlin), “Anything Goes” (ditulis oleh band Axl sebelumnya, Hollywood Rose) dan “Rocket Queen” (ditulis oleh Slash, Adler dan McKagan).

Guns N’ Roses juga memaksimalkan semua lagu di album ini dengan membelahnya jadi dua sisi. Sisi pertama adalah G (Guns) yang mengisahkan kekerasan dan liarnya kehidupan Los Angeles. Sementara sisi R (Roses) menceritakan kisah-kisah nostalgia, cinta, dan seks. Pembagian ini menjaga mood tiap sisi tetap maksimal dan bertalian.

Kegarangan sisi Guns diimbangi dengan potensi komersil sisi Roses, walau hal ini tak disukai oleh Axl. Ia menganggap hits Guns N’ Roses paling terkenal, “Sweet Child Of Mine” sebagai “lagu kacangan” dan “musik sirkus”. Axl menganggap satu-satunya alasan lagu itu dirilis adalah potensi keuntungan yang bisa diraup para pemilik radio.

Appetite kini telah menjadi simbol band besar yang tidak bisa bertahan lama. Agak menakjubkan jika mengingat semua personel Guns N’ Roses dari 1985 hingga 1996, tak ada satupun yang berakhir di penjara atau makam.

Di masa Appetite, Guns N Roses menginspirasi kegembiraan yang sulit dibendung, sekaligus mendobrak batasan tentang apa yang pantas dan tidak untuk sekumpulan rockstar. Dimulai di album ini, Guns N’ Roses mengubah lanskap rock, efek yang terasa hingga sekarang. Perilaku dan karya mereka membuat sensasi apapun dari para rockstar terasa tumpul.

Melihat ke belakang, sejarah musik rock (khususnya Guns N’ Roses) hampir berkelok ke jurang ketika Appetite baru mencapai angka penjualan sebesar 200,000 kopi. Geffen Records sempat mempertimbangkan untuk berhenti mempromosikan Appetite dan memaksa Guns N’ Roses merekam album baru. Namun sejarah berkata lain, Appetite akhirnya memuncaki tangga lagu Billboard sebanyak empat kali, video klip mereka meledak di MTV dan tur mereka disesaki pengunjung. Bahkan Appetite telah terjual sebanyak 28 juta kopi pada tahun 2008, yang menjadikan album ini debut terlaris sepanjang sejarah.

1 COMMENTS
  • rio81rockenrold

    kereeen...salah satu album yg aku suka

Info Terkait

superbuzz
745 views
superbuzz
29045 views
superbuzz
596 views
superbuzz
1022 views