Coldplay Buka Lembaran Baru dengan “Higher Power”

Coldplay Buka Lembaran Baru dengan “Higher Power”

  • By:
  • Minggu, 23 May 2021
  • 56 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Tidak hanya dianggap sebagai band yang produktif, Coldplay juga kerap kali menyandang predikat sebagai band yang inovatif dan revolusioner. Setelah fokus menjalankan promosi materi yang dilakukan untuk album kedelapan sepanjang tahun 2019 hingga tahun 2020, Coldplay kembali dengan memperkenalkan lagu baru berjudul Higher Power di tahun 2021 ini. Lagu Higher Power merupakan sebuah langkah awal yang ditunjukkan Coldplay kepada para penikmat musik dunia demi menyambut proyek musik lanjutannya, termasuk album kesembilan yang sedang ada di dalam rencana.

Lagu Higher Power resmi dirilis oleh Coldplay pada awal Mei lalu, tepatnya pada 7 Mei 2021. Kabar mengenai persiapan Coldplay dalam memperkenalkan lagu Higher Power sebenarnya sudah sempat diumumkan kala band band asal Inggris tersebut menceritakan tentang proyek musik terbaru berjudul Alien Radio pada akhir April lalu. Dalam proses produksinya, lagu terbaru dari Coldplay ini didukung oleh kehadiran Max Martin sebagai produser. Reputasi Max Martin sebagai produser memang cukup besar. Dirinya dikenal sebagai salah satu produser pop terbaik di masa kini. Coldplay pun mengutarakan memuji keahlian yang dimiliki oleh Max Martin dalam memaksimalisasi potensi sebuah lagu. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Coldplay menyanjung talenta yang dimiliki oleh Max Martin dan menyebutnya sebagai salah seorang yang memiliki keajaiban di seluruh jagat raya. Coldplay juga mengungkapkan bahwa sketsa awal Higher Power telah dibuat sejak awal tahun 2020.

Secara resmi, Higher Power sebagai sebuah lagu memang pertama kali diumumkan oleh Coldplay pada awal Mei lalu. Namun para penggemar barisan depan Coldplay sudah mulai menerka-nerka adanya proyek musik terbaru yang akan dirilis band asal Inggris tersebut sejak lama. Terkaan tersebut bermula saat para penggemar Coldplay memasuki situs resmi band favoritnya dan menemukan sebuah grafis layaknya aksara asing berbentuk bulat. Aksara tersebut didesain secara interaktif. Interaksi tersebut hadir ketika para pengunjung situs mengarahkan kursor mereka ke bagian aksara yang membulat tersebut. Lama kelamaan, grafis bulat yang ada di bagian tengah situs Coldplay tersebut pun berubah bentuk menjadi bintang dengan empat pucuk. Bisa diidentifikasi bahwa empat pucuk tersebut menandakan 4 personel Coldplay, yaitu Jonny Buckland, Will Champion, Chris Martin, dan Guy Berryman. Selain itu, Coldplay juga membuat aksara yang membulat tersebut memiliki beberapa pesan serta referensi seni dan sastra yang disuguhkan kepada penggemarnya. Di dalam grafis aksara membulat tersebut, Coldplay menyelipkan materi berita tentang peluncuran roket satelit hingga kutipan dan rangkuman karya sastra, seperti Sherlock Holmes’ Adventure of the Dancing Men and Alice’s Adventures in Wonderland.

Di dalam situs tersebut, para penggemar Coldplay juga menemukan penggalan lirik dari Higher Power. Sedangkan untuk aksara asingnya, Coldplay tidak hanya meletakkannya di dalam situs resminya saja. Coldplay juga menyematkan aksara asing tersebut ke beberapa papan reklame digital yang berada di kota-kota besar dunia, seperti New York, London, Santiago and Seoul. Menurut media massa di Inggris, Coldplay juga diketahui sedang merekam banyak lagu untuk keperluan album kesembilan mereka. Bahkan dalam hasil reportase tersebut, Coldplay juga dikabarkan telah memiliki judul album untuk proyek musiknya, yaitu Music Of The Spheres. Hasil reportase tersebut diperoleh dari orang terdekat yang ada di dalam lingkungan Coldplay. Sumber dari reportase tersebut juga menyatakan bahwa Coldplay telah mengerjakan proses rekaman album kesembilan sejak harus memberhentikan aktivitas panggung mereka akibat imbauan lockdown yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris. 

Perihal judul albumnya sendiri, dikabarkan bahwa Coldplay telah mendaftarkan hak kekayaan intelektualnya secara resmi untuk Music Of The Spheres. Rencananya nama tersebut hanya bisa digunakan oleh Coldplay untuk kebutuhan promosi dan komersial, seperti judul tur konser serta rangkaian merchandise yang akan dirilis setelah album kesembilan Coldplay hadir di pasaran. Meskipun begitu, hingga saat ini Coldplay masih belum mengumumkan secara resmi terkait perencanaan yang dilakukan dalam menyambut album kesembilan mereka. Namun prediksi tersebut bisa jadi nyata, mengingat Coldplay baru saja merilis lagu baru di tahun 2021 ini.

Selain sibuk dalam menggarap lagu di masa pandemi, Coldplay juga cukup aktif menjalankan perannya untuk menyebarkan kebaikan di masa-masa sulit yang sedang dirasakan hampir di seluruh dunia saat ini. Salah satu kebaikan yang dilakukan oleh Coldplay adalah ikut serta dalam inisiasi penggalangan dana yang membantu para pihak yang terdampak secara ekonomi akibat penyebaran virus Corona. Inisiasi penggalangan tersebut hadir dalam acara lelang yang dilakukan oleh Oxfam. Coldplay melakukan pelelangan terhadap artwork resmi yang ditanda tangani oleh seluruh anggota bandnya. Artwork yang dilelang merupakan sampul album A Head Full Of Dreams milik Coldplay yang rilis pada tahun 2015 silam. Coldplay menjelaskan bahwa karya visual tersebut merupakan paduan dari pengalaman personal dari setiap anggota yang ada. Karya visual tersebut terinspirasi dari ragam memori masa kecil dari seluruh anggota Coldplay yang didasari oleh harapan yang tak terhingga.

Lelang sampul album Coldplay tersebut dilakukan di Bonhams Knightsbridge pada 13 Oktober 2020 lalu. Karya visual milik Coldplay tersebut ditaksir memiliki harga sebesar 20.000 hingga 30.000 poundsterling. Seluruh hasil pelelangan disalurkan kepada Oxfam selaku penyelenggara penggalangan dana. Target penggalangan dana tersebut adalah negara atau kawasan dengan tingkat kemiskinan tertinggi di dunia dan yang mendapatkan dampak paling berat menurut laporan statistik dunia.

Image courtesy of Andrea Raffin / Coldplay

0 COMMENTS