Coldplay Dikabarkan Garap Materi Album Baru “Music Of The Spheres”

Coldplay Dikabarkan Garap Materi Album Baru “Music Of The Spheres”

  • By:
  • Selasa, 23 February 2021
  • 216 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Coldplay dikabarkan sedang dalam proses penggarapan album baru yang bakal diberi tajuk Music Of The Spheres. Dilaporkan The Sun, sumber terdekat dari Coldplay menyebut bahwa band asal London tersebut sudah memasuki tahap rekaman.

Disebutkan bahwa selama pandemi COVID-19 melanda yang bikin berbagai kegiatan menjadi terbatas, Coldplay memanfaatkan waktu luang yang mereka miliki untuk mempersiapkan materi dari album yang akan menjadi album studio kesembilan Coldplay.

"Chris Martin dan rekan-rekannya telah memberikan petunjuk untuk sementara waktu tetapi sekarang sudah mulai dikerjakan. Coldplay sibuk mengerjakan musik baru selama lockdown," kata sumber terdekat Coldplay kepada The Sun.

"Semua hal itu mencapai puncaknya pada proses rekaman album yang diberi tajuk Music Of The Spheres. Chris dan Coldplay sekarang sudah mematenkan nama itu untuk album Coldplay selanjutnya," jelas sumber yang tak disebutkan namanya itu.

"Pematenan nama ini juga termasuk dengan merchandise dan segala sesuatu yang Coldplay butuhkan selama melakukan tur. Periode ini menjadi sangat menyenangkan karena bisa melibatkan banyak orang," tuturnya.

Menilik situs resmi hak paten Inggris, Trademarks.ipo.gov, nama Music of The Spheres memang sudah didaftarkan oleh Chris Martin pada 4 Desember 2020. Nama itu didaftarkan atas milik semua personel Coldplay, Chris Martin, Jon Buckland, Guy Berryman, dan Will Champion.

Di lain sisi, NME telah mencoba mengonfirmasi kabar kepada Coldplay, namun disebutkan bahwa Coldplay belum mau berkomentar mengenai kabar tersebut untuk sementara waktu ini.

Coldplay sendiri terakhir kali merilis album pada 2019 lalu dengan tajuk Everyday Life. Album mendarat tepat pada 22 November 2019 melalui label rekaman Parlophone untuk pemasaran di Inggris dan Atlantic Records untuk pemasaran di Amerika Serikat.

Image source: Shutterstock

Album ini sebelumnya sempat hanya menjadi spekulasi karena setelah merilis album studio ketujuh pada 2015, A Head Full of Dream, ada rumor yang menyebutkan Coldplay bakal dibubarkan. Namun, Coldplay nyatanya tetap eksis melahirkan karya baru.

Di pengujung 2018, Coldplay juga sempat merilis materi baru dengan nama Los Unidades, yang menghasilkan single kolaborasi bersama Pharrell yaitu “E-Lo”. Semua lagu garapan “band baru” ini dirilis di Global Citizen EP 1, yang diberi judul dari Global Citizen Festival.

Bahkan pada tahun lalu, Coldplay merayakan momen monumental ulang tahun ke-20 album debut Coldplay, Parachutes. Album ini mendarat pada 10 Juli 2000.

Merayakannya, grup yang dikepalai oleh frontman Chris Martin ini pun mengemas ulang empat video klip single album perdana itu secara high definition (HD) yang tentu menampilkan kualitas suara dan visual yang jauh lebih baik.

Adalah track “Shiver”, “Trouble”, “Don’t Panic”, dan tentunya, “Yellow” yang kedapatan treatment remastered HD ini, memberikan sisi yang lebih “tajam” bagi karya-karya definitf Coldplay yang hingga sekarang masih mendapatkan jam terbang di kalangan fans dan pecinta musik secara umum.

“Kita memutuskan untuk merayakan 20 tahunan Parachutes dengan memoles video-video ini menggunakan sentuhan HD,” tulis Coldplay di deskripsi playlist YouTube resmi yang menampung empat video klip itu.

Merekam jejak, Parachutes sendiri berhasil menyabet banyak penghargaan dan mengantar grup asal London ini menjadi superstar dekade 2000-an awal. Singkat kata, Parachutes jadi titik monumental bagi kuintet asal London ini di tahun 2000 silam.

Parachutes juga sukses menjadi album berpredikat platinum, dan menjaring jumlah penjualan yang impresif hingga di Amerika sekalipun. Tak hanya itu, sederet penghargaan pun berhasil disabet olehnya, salah satu yang paling bergengsi adalah Grammy untuk kategori Best Alternative Music Album.

Coldplay mulai mereka album Parachutes pada tahun 1999. Sebelum rilis ke pasaran, Coldplay sempat merilis EP bertitel The Blue Room di tahun tersebut, yang setelahnya lepas, langsung disusul dengan proses penggarapan album debut mereka ini. Di telinga kritikus musik, Parachutes pun berlaku baik, berhasil mengamankan review positif dari media-media besar macam NME, Pitchfork, Rolling Stone, dan Allmusic.

Masih seputar perayaan 20 tahun Parachutes, band yang resmi didirikan di tahun 1996 ini juga mengunggah sebuah cuplikan take one dari video klip “Yellow” yang belum pernah dikemukakan sebelumnya, Klip singkat itu diunggah mereka via TikTok, memberikan backstory terkait adegan “pinggir pantai” di klip resmi lagu tersebut.

 

0 COMMENTS