Daft Punk Memutuskan Bubar Ini Profil dan Fakta Menarik Mereka

Daft Punk Memutuskan Bubar Ini Profil dan Fakta Menarik Mereka

  • By:
  • Kamis, 25 February 2021
  • 592 Views
  • 1 Likes
  • 1 Shares

Kabar mengejutkan hadir dari duo DJ dan produser kenamaan dunia, Daft Punk. Duo yang digawangi oleh Thomas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem-Christo, itu memutuskan bubar pada tahun 2021.

Daft Punk yang telah berdiri sejak 1993, mengonfirmasi bubarnya mereka pada Senin (22/2), melalui unggahan sebuah video bertajuk Epilogue berdurasi 8 menit. Dengan ini menandai perjalanan 28 tahun Daft Musik di industri musik mainstream atau arus utama.

Adapun, video yang dirilis oleh Daft Punk itu mengambil footage dari Electroma, film yang Daft Punk rilis pada 2006. Film tersebut mengisahkan tentang perubahan dua personel Daft Punk dari robot menjadi manusia.

Namun, Daft Punk memberikan plot twist di bagian akhir video Epilogue. Hal itu yang menandakan berakhirnya Daft Punk. Dalam video, Thomas Bangalter yang ikonik dengan topeng silver tampak berhenti dan melepas jaket Daft Punk miliknya. Dengan bantuan Guy-Manuel de Homem-Christo yang ikonik dengan topeng emas, Bangalter terlihat meledakkan diri.

Di dalam versi film, dua personel Daft Punk merasa bersedih dan melepas topeng lalu membiarkan diri mereka mati terbakar. Sementara di dalam video Epilogue, Homem-Christo justru berjalan sendiri meninggalkan Bangalter yang sudah hancur diiringi lagu Touch dari album terakhir Daft Punk, yaitu Random Access Memories (RAM).

Video Epilogue diakhiri dengan sepasang tangan robot di samping tulisan tahun 1993-2021. Juru publikasi Daft Punk kemudian mengonfirmasi bahwa klip tersebut memang mengumumkan perpisahan mereka.

Sejak berita itu tersebar, penggemar dan banyak bintang musisi dunia telah memberikan reaksi di media sosial untuk berbagi reaksi mereka terhadap Daft Punk yang pada akhirnya memutuskan bubar jalan.

"Terima kasih Daft Punk. Saya rasa kita harus memikirkannya sendiri mulai sekarang," tulis Zane Lowe dari Apple Music.

"Memikirkan bagaimana setiap tahap dalam hidup saya akan berjalan sangat berbeda jika bukan karena Daft Punk," tulis DJ / produser Porter Robinson dalam satu tweet. Di kesempatan lain, dia merefleksikan ingatan awalnya tentang grup musik ini.

Sementara Disclosure menyebut Daft Punk sebagai "The Greatest to Ever do it". “Kata-kata tidak dapat menggambarkan inspirasi & pengetahuan yang kami peroleh dari mendengarkan 2 robot selama bertahun-tahun,” tweet mereka. “Tidak mengharapkan apa pun selain energi yang baik & kepositifan untuk masa depan - Terima kasih atas segalanya.”

Selama berkarier, Daft Punk telah menghasilkan total 5 album: Homework (1993), Discovery (1999), Human After All (2004), Tron: Legacy (2008), dan Random Access Memories (2011).

Daft Punk sempat berkolaborasi dengan The Weeknd untuk merilis lagu Starboy pada 2016. Pada 2020, mereka sempat diminta untuk menggarap musik untuk film terbaru Dario Argento, tapi pada akhirnya dikonfirmasi bahwa hal itu tak bisa terlaksana.

Sebelum kabar bubarnya Daft Punk benar-benar terealisasikan, rumor atau dugaan para penggemar bahwa Daft Punk bakal bubar sudah merebak jauh-jauh hari. Pasalnya, Thomas Bangalter memang menderita tinnitus sejak 2002 yang membuatnya tak bisa lagi bermain DJ di club.

Sekilas Daft Punk dan Perjalanan di Industri Musik

Dilansir Upvenue, setahun sebelum Daft Punk melakukan debutnya, Guy-Manuel de Homem-Christo dan Thomas Bangalter bergabung sama band rock bernama Darlin’. Grup musik yang berisikan tiga anggota ini memainkan peran kunci dalam asal usul Daft Punk. Sayangnya, Darlin' tidak bertahan lama.

Sebagai musisi yang telah melahirkan lima album studio selama perjalanan kariernya, Daft Punk punya pengaruh besar di skena musik dunia. Sebagai album debut, Homework menjadi sorotan dengan hits Around The World dan Da Funk. Popularitas ini memungkinkan mereka buat mengembangkan genre French house ke panggung dunia.

Sambutan positif juga didapatkan Daft Punk saat mereka merilis album kedua pada 1999. Single macam One More Time, Harder, Better, Faster, hingga Stronger, semakin menguatkan posisi Daft Punk sebagai produser yang paling banyak diminati di industri musik global.

Baca juga: Daft Punk: Duo Robot Pemandu Lantai Dansa

Sepanjang perjalanan kariernya, Daft Punk pernah menerima penghargaan musik Grammy Awards dengan total 12 nominasi. Mereka mendapat nominasi pertama kali pada tahun 1997 lewat kategori Rekaman Dance Terbaik dengan "Da Funk."

Pada tahun 2008, duo ini berhasil menang Grammy pertama kali untuk Best Dance Recording atas karya "Harder Better Faster Stronger." Daft Punk juga menyabet penghargaan Album of the Year dri Grammys 2014 melalui album terakhir mereka Random Access Memories.

Daft Punk berkolaborasi dengan The Weeknd merilis lagu Starboy dan I Feel It Coming pada 2016. Panggung terakhirnya yakni di 2017 saat bergabung dengan solois tersebut untuk membawakan lagu di Grammys.

Fakta Unik Daft Punk

Sebagai musisi besar, Daft Punk punya berbagai sisi unik yang tidak banyak diketahui oleh publik. Nah, Supermusic sudah merangkum beberapa fakta menarik dari Daft Punk yang bisa disimak oleh Superfriends berikut ini.

Salah satu fakta unik dari Daft Punk adalah mereka pernah menolak secara sopan permintaan David Bowie untuk meminta dibuatkan remix dari salah satu lagunya. Kemudian, helm robot di era album Discovery disebut menghabiskan biaya sampai 65 ribu USD atau sekitar Rp 917 juta untuk produksinya.

Dikutip dari DJ Mag, duo pelantun Digital Love itu pernah dibayar USD 1 juta atau Rp 14 miliar sekali manggung dalam tur Alive 2007. Mereka pernah tampil di 47 panggung selama dua tahun dan meraup USD 47 juta atau Rp 663 miliar. Tidak heran jika masing-masing dari mereka memiliki kekayaan lebih dari USD 70 juta atau Rp 988 miliar.

0 COMMENTS