Damon Albarn Siap Hadirkan Kejutan untuk Gorillaz dan Blur

Damon Albarn Siap Hadirkan Kejutan untuk Gorillaz dan Blur

  • By:
  • Senin, 19 July 2021
  • 43 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Sempat secara vokal menyuarakan kurangnya solusi dari pemerintah Inggris terhadap para pekerja di dunia kreatif di masa pandemi, akhirnya Damon Albarn memutuskan untuk kembali fokus dalam berkarya di ranah musik. Di masa pandemi yang memberikan banyak waktu kepada Damon Albarn, sang musisi tidak hanya memberikan fokusnya terhadap satu proyek musik saja. Kali ini di luar Gorillaz dan rencananya untuk merilis album solo kedua, Damon Albarn juga tengah mempersiapkan Blur untuk kembali membuka jilid reuni berikutnya. 

Perihal reuni bersama Blur, Damon Albarn menjelaskan bahwa ada kemungkinan untuk bisa kembali berkumpul selepas masa pandemi berakhir. Namun untuk saat ini, Damon Albarn mengakui bahwa dirinya sedang memiliki banyak kesibukan yang membuat rencana tersebut harus dikesampingkan. Meskipun begitu, jika benar terjadi, Damon Albarn telah mempersiapkan berbagai macam ide untuk membuat reuninya bersama Blur jadi lebih bermakna. 

Untuk kabar mengenai Gorillaz, Damon Albarn menjelaskan bahwa dirinya sudah memulai proses rekaman sejak bulan Februari lalu. Untuk detailnya sendiri, Damon Albarn hanya mengungkapkan bahwa untuk album Gorillaz terbaru, dirinya berusaha untuk menghadirkan tema karnival demi memberikan kesan menyenangkan kepada penggemarnya. Selain itu, untuk album terbaru Gorillaz, Damon Albarn juga menginformasikan bahwa proses penggarapannya melibatkan banyak musisi dan seniman dari London Barat. Hal tersebut diakui oleh Damon Albarn sebagai bentuk retrospektif karier Gorillaz yang dimulai dengan banyak kolaborasi di tahun 2001. Meskipun begitu, diketahui juga untuk proyek terakhir Gorillaz yang berjudul Song Machine, Damon Albarn juga melakukan kolaborasi dengan musisi-musisi papan atas.

Damon Albarn dengan positif memberikan kabar bahwa proses rekaman yang dilakukannya untuk Gorillaz menjadi salah satu proses musik yang cukup menyenangkan dan dirinya tidak merasa beban sama sekali menjalankannya. Terkait cerita dari albumnya, tahun lalu sempat ada rumor bahwa album baru Gorillaz ini nantinya akan jadi episode lanjutan dari album ketiga mereka berjudul Plastic Beach. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa Plastic Beach bercerita tentang sebuah tempat yang hadir dari imajinasi di dalam kepala sosok karakter bernama Noodle yang berperan sebagai gitaris Gorillaz untuk mencari kebebasan dalam berkarya. Namun, dalam kabar mengenai album baru Gorillaz, Damon Albarn masih belum memberikan konfirmasinya terkait rumor yang beredar tersebut.

Di luar musik, Damon Albarn juga tengah sibuk menjalankan divisi lainnya dari Gorillaz. Divisi tersebut merupakan divisi fashion bernama G Foot. Damon Albarn bersama Gorillaz diketahui akan segera merilis beberapa desain baru untuk merchandise mereka yang akan diproduksi di bawah nama G Foot. G Foot merupakan lini merchandise dan clothing yang akan resmi diperkenalkan kepada publik dan penggemarnya dalam waktu dekat. Selain pakaian, Gorillaz juga akan meluncurkan lini vinyl toys di bawah brand G Foot. Gorillaz juga berencana untuk menghadirkan kolaborasi untuk ranah art collectibles. Mengikuti tren NFT yang sedang berkembang, Gorillaz mengambil kesempatan tersebut untuk berkolaborasi bersama Superplastic untuk memperkenalkan lini art collectibles terbaru mereka. Merchandise dan memorabilia yang diluncurkan Gorillaz ini nantinya akan hadir dengan konsep anniversary terlebih dahulu sebelum akhirnya akan dijual secara reguler. 

Gorillaz juga berencana untuk merilis ulang album-album lawas mereka dengan proyek rilisan ulang album pertama yang akan hadir di tahun 2021 ini. Menurut Murdoc Niccals, untuk merilis kembali album-album lawas Gorillaz, dirinya dan seluruh anggota band harus mulai melakukan pencairan di seluruh studionya. Menurut sang pemain bass, di dalam Kong Studio banyak sekali ide-ide terkait karya-karya di masa lalu yang sempat hilang maupun ditinggalkan begitu saja. Masih banyak proses yang harus dilakukan oleh Gorillaz untuk kembali merilis album di seluruh diskografinya. Menurutnya, selain hadir dalam format album, para penikmat musik Gorillaz pun berkesempatan untuk mendapatkan memorabilia Gorillaz dalam proyek reissue ini. 

isa dibilang hampir setiap tahunnya, Gorillaz terlihat cukup aktif menghadirkan sebuah perayaan, baik dalam bentuk karya maupun konser, salah satunya hadir di tahun lalu. Di bulan Desember, Gorillaz mengadakan sebuah konser virtual sekaligus meresmikan Kong Studios sebagai markas dari band virtual asal Inggris tersebut. Konser virtual tersebut dirancang menjadi sebuah hal yang spesial dengan digelar selama 48 jam yang dibagi dalam 3 sesi dalam 3 minggu. Panggung Kong Studios juga dirancang dengan menghadirkan beberapa dekorasi yang mengingatkan dengan karya-karya kolaborasi Gorillaz di masa lampau. Dekorasi tersebut dimeriahkan dengan kehadiran Beck secara hologram dan video loop Robert Smith dari The Cure yang berubah dari manusia menjadi bulan. Konsep visual yang langsung menarik perhatian memang merupakan senjata utama dari setiap aksi yang dilakukan oleh Gorillaz dan tata panggung yang terkesan chaotic tersebut dianggap berhasil dalam merepresentasikan dunia Gorillaz yang unik dengan permainan warna kontras. 

Selanjutnya, secara konsisten Damon Albarn terus mengabarkan tentang album solo keduanya yang akan hadir pada bulan November mendatang. Kabar mengenai album solo kedua yang berjudul The Nearer The Fountain, More Pure The Stream Flows ini diungkap oleh Damon Albarn ketika dirinya resmi bergabung dengan label rekaman Transgressive Records. Damon Albarn menjelaskan bahwa ide lahirnya The Nearer The Fountain, More Pure The Stream Flows datang di tahun 2019 ketika dirinya memutuskan untuk membuat sebuah proyek musik orkestra dengan keindahan alam Islandia sebagai inspirasinya. Seusai mengunjungi Islandia, Damon Albarn langsung memutuskan untuk menyendiri dan akhirnya berhasil menulis 11 lagu. Yang bercerita tentang kerapuhan, kehilangan, hingga kehidupan.

Pengalaman berkunjung ke Islandia membuat Damon Albarn menjadi lebih tenang dan mudah untuk memahami bagaimana alam bekerja di sekitarnya. Dengan lingkungan baru yang tenang tersebut, Damon Albarn mengakui bahwa dirinya mendapatkan banyak inspirasi dari kunjungannya ke Islandia dan berhasil untuk membuat lagu yang sesuai dengan keinginannya. Inspirasi tersebut pun akhirnya mengubah gaya bermusik Damon Albarn yang dinilai kontemporer dan mendekatkannya kepada aspek musik klasik, seperti orkestra. Damon Albarn mengakui bahwa perjalannya menuju Islandia akhirnya membuat dirinya ingin untuk melakukan perjalanan ke negara lainnya dalam menemukan inspirasi terbaru dalam bermusik. 

 

Image courtesy of Christian Bertrand / Shutterstock

0 COMMENTS