NOTE BY THE BOOK: Dari Inspirasi Buku Jadi Lagu

  • By: OGP
  • Selasa, 18 October 2016
  • 1792 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Inspirasi untuk menulis lagu bisa datang dari mana saja, mulai dari pengalaman pribadi, cerita orang terdekat, isu terhangat, hingga buku. Tidak sedikit musisi yang gemar membaca mengambil referensi literatur untuk lagu mereka. Entah menggunakan potongan kalimat atau sekadar mengambil judul buku tersebut, perpaduan sentuhan karya sastra dengan melodi Rock yang megah bisa menciptakan ciri tersendiri yang unik. Coba dengarkan 7 lagu yang mengambil inspirasi dari novel. Jadi sekarang kalau kamu butuh inspirasi, langsung saja pergi ke perpustakaan atau toko buku terdekat terdekat!

 

David Bowie - 1984

Sebagai seorang musisi, David Bowie bisa dibilang mengambil inspirasi dari berbagai hal. Seperti novel dystopia berjudul Nineteen Eighty-Four karya novelis ternama George Orwell, yang menjadi salah satu track di album kontroversial Diamond Dogs yang rilis 1974 silam. Walau novel karya Orwell terkenal kelam dengan tekanan opresi sosok totalitarian Big Brother, “1984” malah terdengar megah dengan opening yang groovy. Uniknya, hampir separuh material dari album Diamond Dogs memang diciptakan untuk produksi panggung musikal novel Nineteen Eighty-Four yang batal diproduksi.

The Cure – Killing an Arab

Mungkin banyak yang tidak tahu kalau sosok Robert Smith adalah salah satu dari sebagian musisi yang gemar mendalami dunia literatur. “Killing an Arab” merupakan single pertama yang diciptakan The Cure dalam karir perjalanan musiknya. Smith terinspirasi tokoh karakter fiksi “Meursault” pada novel karangan milik penulis terkemuka Albert Camus. Novel The Stranger yang menjadi acuan utama dalam pembentukan fondasi lirik “Killing an Arab” ini sukses meraih penghargaan Nobel Prize di bidang literatur pada tahun 1957.

Avenged Sevenfold – Bat Country

Lagu yang melambungkan kiprah Avenged Sevenfold di industri musik rock ini diciptakan oleh M. Shadows dan mendiang The Rev. Diilhami dari karya novel penulis penggerak jurnalisme Gonzo, Hunter S. Thompson melalui karyanya Fear and Loathing in Las Vegas, M. Shadow mengambil judul lagu lewat baris kata di buku, “We can’t stop here. This is bat country”. Plot cerita berfokus pada Raoul Duke – alter ego nama samaran Thompson di bukunya. Dalam perjalanan menuju Las Vegas dilewati dengan halusinasi akibat narkoba yang ia gunakan, mengiringi petualangan serunya bersama karakter fiksi lain Dr. Gonzo. Inspirasi ini jelas terlihat di video klip mereka yang mengambil tema road-trip, seperti perjalanan tokoh utama dari novel Thompson.

Pink Floyd – Chapter 24

Semua orang sepakat, kalau kejeniusan Syd Barret mampu membawa Pink Floyd menjadi salah satu band paling penting di dunia. Buktinya bisa didengar lewat track “Chapter 24” yang Barret olah. Muncul di album debut studio mereka The Piper at the Gates of Dawn, lirik lagu ini terinspirasi dari buku klasik “I Ching (The Book of Changes)” asal negeri tirai bambu China. Dengan pesan filosif yang sarat makna kehidupan, track ini menjadi terdengar meditatif dan puitis.

Led Zeppelin – The Battle of Evermore

Mendengar nama Led Zeppelin, kita pasti bisa membayangkan komposisi musik yang kompleks dan kaya melodi. Perpaduan elemen yang tertuang sempurna di track “The Battle of Evermore”, di mana sang gitaris Jimmy Page mengambil inspirasi dari novel The Lord of the Rings karya penulis fantasi J.R.R. Tolkien. Aroma fantasi yang mengutip esensi peperangan epil Pelennor Fields hingga polemik perebutan cincin sakti. Bayangkan nukilan kisah fantasi yang terangkum dalam track berdurasi 6 menit.

Radiohead – Paranoid Android

Tidak ada yang memungkiri kekuatan dampak dari album OK Computer milik Radiohead. Berisi berbagai track kuat, salah satu single andalan mereka “Paranoid Android” terinspirasi dari karakter robot fiksi bernama Marvin the Paranoid Android. Karakter dari novel fiksi ilmiah populer The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy karya Douglas Adams. Sekarang kita tahu alasan di belakang bunyi kosmik dan suara robotik yang mengisi album ini.

Ramones – Pet Sematary

Kita pasti mengenal Ramones lewat kumpulan anthem keren seperti dari “Blitzkrieg Bop” hingga “Sheena Is a Punk Rocker”. Tapi tahukah kamu kalau salah satu track mereka yang berjudul “Pet Sematary” diambil dari novel berjudul sama si raja horror Stephen King. Track yang kebetulan menjadi soundtrack untuk adaptasi film novel tersebut. Salah satu alasan kenapa lagu ini bisa mengisi soundtrack film “Pet Sematary” karena Stephen King juga mengaku sebagai fans berat Ramones. Ini dia baru namanya kombo maut!

 

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
4077 views
superbuzz
4499 views
superbuzz
3673 views
superbuzz
3849 views
superbuzz
5331 views