Dave Friedman, Ambisi Masa Muda Hadirkan Karakteristik Rock Murni

Dave Friedman, Ambisi Masa Muda Hadirkan Karakteristik Rock Murni

  • By:
  • Sabtu, 8 May 2021
  • 129 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Selama lebih dari 25 tahun, Friedman merupakan salah satu nama yang cukup memiliki reputasi dan nilai prestise yang tinggi jika mengacu pada kualitas suara dari musisi rock papan atas. Eddie Van Halen, Steve Stevens, dan Jerry Cantrell merupakan beberapa nama musisi rock kawakan yang menggunakan amplifier buatan Dave Friedman. Dave Friedman tidak hanya sekadar merakit amplifier secara custom saja, melalui Friedman Amplification, Dave Friedman menawarkan juga jasa reparasi dan modifikasi amplifier, sekaligus juga menjual rancangan massalnya. 

Bisa dibilang bahwa Dave Friedman merupakan pemain gitar yang cukup mumpuni. Namun, pengenalan dirinya dengan komponen suara, seperti amplifier secara mendalam dirinya alami ketika bekerja di sebuah tempat penyewaan alat musik milik Andy Brauer di usianya yang masih 18 tahun. Tempat Dave Friedman bekerja kerap kali disambangi oleh musisi-musisi yang cukup dikenal kala itu, seperti Steve Lukather, Dean Parks, Mike Laundau, serta Dan Huff. Para musisi tersebut sering kali membawa teknisi untuk menyiapkan peralatan dan komponen di atas panggung sesuai dengan kebutuhannya. Dave Friedman yang masih remaja memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi. Oleh karena itu, dirinya mulai bertanya dan membantu para teknisi audio untuk menemukan setting-an suara rock yang pas. Dari aktivitasnya tersebut, lambat laun Dave Friedman mulai memahami cara kerja amplifier dan mengetahui beberapa cara untuk memaksimalkan kualitas suaranya sesuai kebutuhan. 

Beberapa tahun kemudian, merasa memiliki ilmu yang cukup di dunia sound panggung, Dave Friedman memutuskan untuk keluar dari tempat rental alat musik milik Andy Brauer menuju Egnater Amplification milik Bruce Egnater. Ketika bekerja di Egnater Amplification, Dave Friedman berhasil merancang sebuah rack amplifier yang cukup digemari para musisi rock di akhir 1980-an hingga awal tahun 1990-an, bernama Egnater IE-4. Tidak hanya itu, bersama Egnater Amplification, Dave Friedman juga menjadi salah satu orang yang cukup aktif memproduksi dan menghadirkan inovasi pada jenis-jenis amplifier yang ada, seperti tube dan head amp. Dengan pencapaian yang cukup besar di usia muda, membuat Dave Friedman semakin termotivasi untuk membuat brand amplifikasi suara sendiri. Namun untuk hal tersebut, Dave Friedman tidak tergesa-gesa. Dirinya memutuskan untuk membuka usaha sampingan sebagai teknisi audio yang fokus memodifikasi amplifier Marshall. Dave Friedman membawa ilmu pengetahuan dari rancangan IE-4 sebelumnya untuk dapat diaplikasikan ke dalam modul amplifier Marshall. 

Dari hasil modifikasi tersebut, Dave Friedman pun mendapatkan kesempatan untuk membuat amplifier custom untuk Billy Howardell dari A Perfect Circle. Amplifier custom tersebut mengambil basis dari amplifier Naylor Superdrive 60 yang dimodifikasi untuk menghasilkan karakteristik power amp dari Marshall 100 watt. Billy Howardell cukup menyukai hasil akhir rancangan Dave Friedman dan menggunakan amplifier tersebut untuk kebutuhan rekaman bandnya, A Perfect Circle. Akhirnya di tahun 2000-an, Dave Friedman resmi membuka Friedman Amplification sebagai merk dagang miliknya. Produk pertama yang dijual adalah rangkaian Naked Amplifiers. Amplifier yang dijual oleh Friedman Amplification saat itu merupakan sebuah klon dari beberapa amplifier ternama, baik yang diproduksi di Amerika Serikat, Eropa, maupun Jepang. 

Meskipun memiliki beberapa lini Naked Amplifiers, Dave Friedman mengakui bahwa amplifier ringan yang mampu menghasilkan karakter suara layaknya Marshall 50 dan 100 watt merupakan pilihan yang sering dicari banyak pemain gitar di Friedman Amplification. Tidak sekadar mencari karakter suara yang powerful, Friedman Amplification memang dikenal juga sebagai salah satu produsen amplifier yang mampu menghadirkan suara musik rock klasik. Namun hal tersebut tidak selalu didapatkan oleh Dave Friedman dalam waktu semalam. Beberapa kali Dave Friedman mendapatkan aduan terkait intensitas gain yang kurang dari amplifier orisinil sebelum dimodifikasi. Akhirnya, setelah beberapa kali percobaan dan kegagalan, Dave Friedman mulai mengotak-atik Marshall Plexi 50 watt tahun 1968 miliknya.

Dave Friedman mengakui bahwa Marshall Plexi miliknya memiliki komponen dan papan sirkuit yang sesuai untuk mengakomodasi kebutuhan gain yang kurang dari amplifier sebelumnya. Sejak mengambil komponen dan blueprint dari Marshall Plexi miliknya, produk-produk Friedman Amplification pun kembali mulai diminati oleh banyak musisi, terutama untuk keperluan live. Menurut beberapa musisi, amplifier rancangan Dave Friedman mampu memberikan resonansi suara yang luas dan juga keras, sehingga dapat disesuaikan dengan mudah untuk kebutuhan venue yang berbeda. Hal tersebut didasari Dave Friedman berasal dari papan sirkuit yang tersemat pada bagian master volume di amplifier rancangannya. 

Dave Friedman menginginkan agar amplifier buatannya sudah bisa menghasilkan dinamika dan kualitas suara yang baik meskipun dalam kondisi volume paling kecil. Hal tersebut dilakukan oleh Dave Friedman untuk memudahkan para teknisi audio di panggung untuk menyeimbangkan elemen suara yang ada saat live, sehingga penampilan musik dapat dinikmati oleh pendengar secara maksimal. Dave Friedman sebagai pendiri dan kepala di Friedman Amplification mungkin saat ini sudah tidak terlalu aktif lagi dalam pembuatan dan modifikasi amplifier, semenjak lahirnya BE-100 sebagai salah satu produk flagship di bawah Friedman Amplification. Meskipun begitu, Dave Friedman tetap menjalankan proses perakitan di Amerika Serikat dan dirinya sendiri yang berperan sebagai pemegang kendali quality control sebelum akhirnya dijual secara massal.

Image courtesy of Jeff Schultz

0 COMMENTS