Def Jam Recordings, Berawal Punk dan Sukses di Hiphop

Def Jam Recordings, Berawal Punk dan Sukses di Hiphop

  • By:
  • Rabu, 14 April 2021
  • 131 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Bagi penikmat dan pemerhati skena hiphop, tentu saja kalian mengetahui satu nama di industri musik yang secara konsisten hadir untuk merilis karya-karya berkualitas dan mumpuni, Superfriends. Nama satu ini dianggap jadi pentolan industri musik untuk ranah hiphop. Nama tersebut adalah Def Jam Recordings yang didirikan oleh Rick Rubin di tahun 1984. Selama kurang lebih 37 tahun beroperasi sebagai label rekaman hiphop dengan reputasi tinggi, mungkin ada yang kurang memahami bahwa awalnya hiphop atau musik urban bukanlah hal yang menjadi dasar berdirinya Def Jam Recordings kala itu. 

Sama halnya dengan cerita tentang berdirinya label rekaman independen lainnya, Def Jam Recordings dibentuk oleh Rick Rubin sebagai sarana untuk mempromosikan skena alternatif. Punk menjadi skena alternatif yang dipilih oleh Rick Rubin untuk jadi landasan berdirinya Def Jam Recordings. Kala itu, Rick Rubin mendirikan Def Jam Recordings saat masih menjadi mahasiswa di New York University dan berpikir bahwa dirinya membutuhkan sarana untuk dapat memproduksi dan juga mendistribusikan karya dari band punk miliknya, Hose. EP dari band punk rock milik Rick Rubin tersebut tercatat sebagai rilisan pertama yang menyematkan logo Def Jam Recordings dalam cover mini album berformat piringan hitam 12 inci. Selama awal membentuk Def Jam Recordings, Rick Rubin beroperasi di kamar asrama kampusnya yang berada di Weinstein Hall. 

Mulai menjalankan bisnisnya secara paruh waktu, tanpa disadari apa yang dilakukan Rick Rubin dengan Def Jam Recordings cukup dianggap memiliki potensi yang besar oleh salah satu temannya, DJ Jazzy Jay. Akhirnya, DJ Jazzy Jay pun mempertemukan Rick Rubin dengan Russell Simmons yang merupakan seorang produser dan juga entrepreneur di bidang musik. Pertemuan tersebut pun menghasilkan kesepakatan untuk keduanya menjalankan Def Jam Recordings secara bersama-sama dan mulai mengarah ke pangsa pasar musik urban dengan target penikmat musik hiphop. Russell Simmons bisa dibilang sebagai sosok yang membiayai proses produksi sekaligus yang melebarkan koneksi di masa-masa awal Def Jam Recordings berdiri. Sedangkan Rick Rubin fokus mencari talenta-talenta yang dapat merepresentasikan label rekaman miliknya. 

Di bawah sistem operasi yang baru, akhirnya Def Jam Recordings pun memutuskan untuk merilis single milik T La Rock dan DJ Jazzy Jay berjudul It’s Yours. Rilisan single tersebut pun disusul dengan katalog yang lebih lengkap, datang dari LL Cool J dengan single-nya berjudul I Need a Beat dan Rock Hard dari Beastie Boys. Rangkaian single yang dirilis oleh Def Jam Recordings di formasi barunya ini berhasil terjual dengan nilai yang baik. Hal tersebut juga didasari oleh kerja sama distribusi bersama CBS Records dan dilanjutkan dengan Columbia Records di tahun 1985.

Kerja sama distribusi tersebut tentu memberikan keuntungan yang cukup besar dan cepat bagi Def Jam Recordings. Namun, hal tersebut juga sedikit membuat Rick Rubin dan Russell Simmons kewalahan karena banyaknya roster yang harus dinaunginya. Oleh karena itu, Def Jam Recordings pun akhirnya membuat sebuah divisi musik R&B bernama Orange Black Recordings. Salah satu musisi pertama yang sukses mengibarkan divisi R&B dari Def Jam Records tersebut adalah Oran Jones dengan single-nya berjudul The Rain. Puas dengan keuntungan yang didapat, akhirnya Russell Simmons pun mulai membuat divisi musik lainnya demi menghadirkan ambisi lainnya sebagai seorang pengusaha. Kali ini Russell Simmons mengajak Lyor Cohen untuk membentuk Rush Associated Labels yang secara langsung akhirnya menjadi perusahaan yang menaungi bisnis dari Def Jam Recordings. Sedangkan Rick Rubin fokus mengurus keperluan produksi Def Jam Recordings dan Orange Black Recordings. 

Rush Associated Labels pun akhirnya menjadi entitas label rekaman yang utuh dengan berhasil mendapatkan kontrak kerja sama untuk beberapa musisi yang di antaranya adalah Nice & Smooth, EPMD, Redman, Onyx, Flatlinerz, Domino, Warren G, dan Jayo Felony. Melihat jejak Rush Associated Labels yang gencar mencari musisi untuk memenuhi roster-nya, Rick Rubin pun tidak mau kalah untuk menghadirkan nama besar di dalam Def Jam Recordings. Rick Rubin mengambil langkah yang cukup radikal bagi sebuah label rekaman yang dikenal fokus ke musik urban untuk sepakat bekerja sama dengan band thrash metal legendaris, Slayer. Bersama Def Jam Recordings, Slayer berhasil merilis dua buah album mereka, yaitu Reign in Blood (1986) dan South of Heaven (1988). Kedua album tersebut juga dirilis melalui kerja sama distribusi dengan Geffen Records. 

Kesuksesan yang dirasakan oleh Rick Rubin ketika dirinya berhasil memboyong Slayer sayangnya tidak dapat dinikmatinya dalam waktu yang lama. Pasalnya di tahun 1988, Lyor Cohen, rekan bisnis dari Russell Simmons berhasil memenangkan hak untuk menjadi presiden bagi Def Jam Recordings. Dengan insiden tersebut akhirnya, Rick Rubin pun memutuskan untuk keluar dari Def Jam Recordings dan membentuk label rekaman baru bernama Def American Recordings. Beruntungnya, Rick Rubin pun berhasil memboyong Slayer untuk ikut menjadi bagian dari label baru miliknya setelah urusan kontrak kerja sama dengan Def Jam Recordings selesai.

Kepergian Rick Rubin tidak serta merta membuat kekuatan Def Jam Recordings jadi berkurang. Pasalnya, setelah ditinggalkan salah satu pendirinya, Def Jam Recordings pun berhasil mendapatkan servis dari Public Enemy yang merupakan salah satu musisi paling sukses dan kritis di akhir tahun 1980-an hingga awal tahun 1990-an. Bersama Public Enemy, kesuksesan Def Jam Recordings pun seakan berlipat ganda untuk soal penjualan karya di pasaran.

Image courtesy of Adler Archive / NPR

0 COMMENTS