DEFTONES DI BALIK ALBUM BARU BERTAJUK “GORE”

  • By: SS
  • Minggu, 7 February 2016
  • 1844 Views
  • 1 Likes
  • 1 Shares

Unit alternatif rock/metal, Deftones, dikabarkan bakal merilis album terbarunya yang bertitel Gore melalui label rekaman Warner Bros Records, mulai 8 April 2016. Saat ini, Deftones sudah merilis sebuah video promosi berdurasi 30 detik sebagai gambaran dari album Gore, serta memperkenalkan singel baru yang berjudul Prayers/Triangles.

Menurut situs NME, album ini berisi enam belas lagu dan diproduseri oleh Matt Hyde. Vokalis Chino Moreno juga mengungkapkan bahwa ada satu lagu baru yang berkolaborasi dengan Jerry Cantrell Alice in Chains. Ia menggambarkan Gore sebagai sesuatu yang berada di luar kebiasaan mereka selama ini – yang dipenuhi oleh keyboard serta banyak frekuensi rendah yang keren, katanya. Ia juga menjanjikan masih ada elemen-elemen berat di dalam album tersebut.

Seperti yang diungkap Chino Moreno kepada Kerrang, "The heavier stuff is a little faster, and the more quaint stuff is a little more lush. It’s extreme in both directions. It’s not happy-sounding. We’ve been enjoying our lives and it’s not coming from a place of anger, or depression, or anything like that. But there’s darker content on it."

Chino Moreno juga menjelaskan bahwa sosok Morrissey (The Smiths) sangat mempengaruhi proses penggarapan album baru ini. Akhir-akhir ini saya menggilai Morrissey. Saya benar-benar terobsesi dengan album-album solonya,” katanya. Pada album-album awal di karir solonya, Morrissey menggunakan efek yang mengagumkan ala Elvis Presley. Ia juga selalu menjadi penulis lirik favorit saya.”

Tahun lalu, dalam wawancaranya di sebuah stasiun radio, Chino Moreno memang sempat membeberkan tentang bunyi-bunyian baru di album Gore. “Setiap kali rekaman, kami berusaha untuk mencoba hal yang berbeda dan keluar dari zona nyaman. Kali ini pemain bass kami (Sergio Vega) menggunakan bass dengan enam senar, yang lebih mirip gitar bariton,ungkapnya kepada situs musik Blabbermouth. Alhasil, frekuensinya jadi senada dengan gitar saya dan gitar Stephen Carpenter, dan itu menghasilkan bunyi yang berbeda."

Sementara tentang titel album terbarunya, gitaris Stephen Carpenter justru memiliki opini yang menarik. "Saya selalu menjadi orang yang terus-terusan berkata, 'Buat apa sih kita butuh menjuduli album?katanya kepada The Pulse Of Radio. "Saya sih gak butuh. Cukup sudah menamai rekaman album ini-itu. Kamu tahu apa yang ingin saya lakukan dengan rekaman kami ini? Saya rasa itu bakal keren. Saya sebenarnya ingin merilis album ini layaknya sebuah CD kosong saja. Tanpa judul, imej atau desain apapun...

“Take all the imagery away from the front so you're purely selling the music." tambahnya kemudian.

Foto: NME / Blabbermouth / Rolling Stone

0 COMMENTS