Dischord Records: Tidak Ambil Pusing dengan Industri Musik

Dischord Records: Tidak Ambil Pusing dengan Industri Musik

  • By:
  • Kamis, 11 March 2021
  • 342 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Berkolaborasi di dalam skena merupakan salah satu cara yang umum ditemui dalam mempromosikan band dengan karya-karyamya secara independen. Namun, ada juga yang memutuskan untuk mendirikan label independen sendiri untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut agar sesuai dengan keinginan. Hal tersebut yang dilakukan oleh Ian MacKaye dengan mendirikan Dischord Records. Dalam membentuk Dischord Records ini, Ian MacKaye memilih untuk mengajak rekan satu bandnya di Minor Threat, Jeff Nelson. Secara resmi Dischord Records berdiri di tahun 1980 untuk merilis EP perdana dari band punk The Teen Idles berjudul Minor Disturbance.

Salah satu label yang memengaruhi Ian MacKaye dan Jeff Nelson dalam membentuk Dischord Records adalah Dangerhouse Records. Perusahaan rekaman independen tersebut sudah lebih dulu berdiri sebagai salah satu label punk yang cukup besar di skena punk Los Angeles, Amerika Serikat. Melihat perkembangan pesat pergerakan punk di kawasan lingkungan mereka, Ian MacKaye dan Jeff Nelson ingin dapat juga berkontribusi melalui Dischord Records. Ian MacKaye dan Jeff Nelson fokus untuk dapat berkontribusi mengembangkan skena punk di Washington DC. Secara mekanisme, operasional dari Dischord Records cukup mirip dengan label-label yang sudah lebih dulu established. Ian MacKaye dan Jeff Nelson memberi modal kepada para band tersebut untuk melakukan rekaman dan produksi album. 

Untuk pembagian hasilnya, Ian MacKaye dan Jeff Nelson memberikan 30 persen kepada pihak distributor dan toko musik dan sisanya dibagi rata untuk Dischord Records dan band yang merilis karya melalui label rekaman tersebut. Ian MacKaye mengakui bahwa dalam melakukan kerja sama dengan berbagai macam pihak, Dischord Records tidak membutuhkan peran pengacara, notaris atau pihak semacamnya. Mereka menjalankan bisnis ini atas dasar rasa percaya untuk membangun skena punk rock yang lebih kolaboratif di lingkungannya. Jeff Nelson juga menyatakan bahwa tujuan berdirinya Dischord Records adalah karena sang pemain drum di dalam tubuh Minor Threat tersebut ingin membantu mempromosikan band dengan potensi besar dalam aspek rilisannya. Bahkan keuntungan yang datang dari menjalani Dischord Records bukanlah tujuan yang dicari oleh Ian MacKaye dan Jeff Nelson.

Ian MacKaye dikenal memang bukan orang yang cukup peduli dengan bisnis dan industri musik. Dalam sebuah wawancara, salah satu pendiri Dischord Records tersebut mengatakan bahwa ketertarikannya terhadap industri musik sangatlah kecil. Namun dalam industri musik ada satu hal yang perlu dirinya lakukan, yaitu merilis sebuah karya. Dirinya merasa, agar tidak terjebak dengan skema bisnis dari industri musik, Ian MacKaye harus bisa memiliki cara dalam merilis musik sendiri. Oleh karena itu sang frontman di dalam tubuh Fugazi ini pun mendirikan Dischord Records bersama Jeff Nelson saat keduanya masih bergabung dalam Minor Threat. 

Ian MacKaye dan Jeff Nelson mengoperasikan Dischord Records di dalam sebuah rumah yang kini dikenal dengan nama Dischord House. Dalam meminimalisasi pengeluaran pada proses produksinya, Ian MacKaye dan Jeff Nelson mengundang seluruh anggota The Teen Idles untuk membuat packaging EP debut mereka sendiri. Tradisi dan budaya DIY memang sudah jadi bagian dari pergerakan punk yang juga diaplikasikan dalam berbagai macam aspek, tidak luput juga soal label rekaman. Setelah merilis EP perdana dari The Teen Idles, Dischord Records pun melanjutkan langkah mereka dengan merilis sebuah split EP dari The Faith dan Void dalam format piringan hitam 12 inci. 

Dalam memasarkan album-album yang dirilis melalui Dischord Records, Ian MacKaye dan Jeff Nelson pun mendatangi hampir seluruh toko-toko musik di lingkungannya. Bahkan jika ada kesempatan untuk manggung di luar kota pun, mereka tidak lupa untuk membawa stok album yang baru saja dirilis oleh Dischord Records agar bisa didengar oleh para penikmat musik punk di luar Washington DC. Ian MacKaye pun kerap kali harus meningkatkan keahliannya dalam bernegosiasi dengan pihak pemilik toko musik. Ian MacKaye menginginkan skema beli-putus untuk setiap karya yang dirilis oleh Dischord Records. Namun hal tersebut tidak selalu terjadi. Ada yang menginginkan untuk melakukan skema konsinyasi. Meskipun begitu, Ian MacKaye akhirnya berhasil memastikan bahwa proses jual-beli tersebut dibayar kontan sesuai dengan keinginannya.

Selain membantu para musisi-musisi punk di kawasan Washington DC, Ian MacKaye dan Jeff Nelson juga menggunakan Dischord Records sebagai rumah yang menaungi band mereka, Minor Threat. Sejak tahun 1981 hingga bubar di tahun 1983, seluruh album dan EP dari Minor Threat dirilis secara eksklusif oleh Dischord Records. Setelah Minor Threat bubar, Ian MacKaye kembali memaksimalkan peran Dischord Records untuk merilis karya band terbarunya, yaitu Fugazi. 

Fugazi merupakan salah satu band yang mampu membawa nama Dischord Records ke ranah yang lebih luas. Berbeda dengan band sebelumnya yang dikenal dekat dengan lingkungan yang keras, Ian MacKaye membawa arah Fugazi ke audiens yang lebih luas, sehingga banyak band-band yang lebih muda di akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an pun percaya dengan apa yang ditawarkan oleh Dischord Records. 

Hingga saat ini, Dischord Records telah berdiri dan terus berhasil merilis ragam karya musisi punk hingga hampir 40 tahun lamanya. Ian MacKaye pun sempat disinggung terkait caranya mengelola Dischord Records yang terlalu idealis. Padahal, Ian MacKaye sendiri bilang hingga saat ini Dischord Records masih mampu berdiri dengan hanya 5 personel tambahan dan seluruh pekerja yang tergabung didalamnya memiliki jaminan sosial dan kesehatan yang sudah sewajarnya dimiliki oleh perusahaan apapun. Hal tersebut dianggap bukan jadi hal yang idealis jika mengingat besarnya industri musik saat ini.

Image courtesy of: Monster Children

0 COMMENTS