Disrockgrafi: 6 Band Rock Indonesia Paling Produktif Rilis Album

  • By: OGP
  • Selasa, 15 August 2017
  • 15661 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Pada umumnya, sebagian awam mendefinisikan kesuksesan sebuah band dengan simbol berupa ketenaran. Memiliki jutaan penggemar loyal, penjualan album yang meledak masif, bayaran konser fantastis, hingga gaya hidup glamor merupakan tolok ukur reputasi sebuah kelompok musik elit. Popularitas pun jadi tujuan utama mengapa sekumpulan orang rela membentuk sebuah unit musik. Namun di balik hal-hal tersebut, sejatinya bukan seberapa penting pujaan dan kemasyhuran yang didapat, melainkan tolok ukur berupa produktivitas dalam menghasilkan karya musik.

Seorang seniman sejati tentu menakar kemampuannya dalam memproduksi banyak karya jempolan. Di dunia ini bahkan ada beberapa band yang mampu menetaskan puluhan album selama rentang masa kariernya. Seolah-olah hal tersebut dilakukan hanya untuk membuktikan kapasitas mereka sesungguhnya sebagai seniman dalam artian literal. Maka tak heran, semakin banyak karya musik yang ditelurkan, semakin terjaga pula asa eksistensi mereka di industri musik. Menjadi musisi sukses tak berarti menjadi idola yang dipuja oleh jutaan orang. Menjadi musisi yang sukses adalah seorang yang memiliki komitmen kuat dengan apa yang akan dirinya lakukan dengan musiknya secara konsisten.

[bacajuga]

Di Indonesia juga terdapat beberapa kelompok musik yang tetap produktif dalam menelurkan karya-karya musik yang mumpuni. Sebagian bahkan mampu menyarangkan hingga di atas lima album selama masa bakti di belantara musik. Hal ini tergolong cukup konsisten dan produktif, mengingat di industri musik nusantara tak banyak band yang mampu menjaga eksistensi, yang ada hanya lalu lalang di perorbitan kancah, hingga pada akhirnya mereka yang terlibat memutuskan untuk bubar di tengah jalan. Keberadaan mereka pun dianggap hanya ikut meramaikan gegap gempita di kancah musik lokal.

Berikut daftar band rock paling produktif di tanah air versi SuperMusic.ID. Di antara nama-nama yang disebutkan, adakah band favorit kalian?

Koes Plus 

Band legendaris asal tanah Tuban, Jawa Timur ini tak hanya disegani di lanskap musik nusantara, melainkan produktivitas mereka dalam berkarya musik. Tak tanggung-tanggung mereka pernah mencatatkan rekor fantastis di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menorehkan jumlah sebanyak 953 lagu dalam 89 rilisan selama rentang waktu 1962-1987 (era Tonny Koeswoyo). Selepas kematian Tonny, Koes Plus pun tak berhenti berkarya dan konsisten dalam menelurkan karya-karya terbaru.

Hingga kini, Koes Plus telah melesakkan lebih dari 1000 lagu dalam 100 album berbeda. Di Indonesia sendiri tak ada satu pun kelompok musik yang mampu melampaui torehan Koeswoyo bersaudara dalam urusan berkarya musik. Band yang terpengaruh oleh The Beatles itu telah melepaskan serangkaian album-album penting seperti Dheg Dheg Plas (1969), To The So Called the Guilties (1967) hingga Volume 2 (1970). Dan tentunya deretan single populer semacam “Pelangi”, “Bujangan”, “Andaikan Kau Datang”, “Kolam Susu” dan “Kisah Sedih di Hari Minggu”.

Giant Step

Berbicara tentang peta musik rock di tanah air, tak lengkap jika tak memasukkan nama besar Giant Step ke dalamnya. Salah satu legenda musik rock progresif ini dikenal telah menelurkan karya-karya jempolan selama berkarier di jagat musik nusantara. Tak ayal berkat kontribusi mereka, banyak band-band yang khususnya lahir di dekade 70-an saat itu pun ikut terpicu untuk membentuk band rock. Benny Soebardja dkk ibarat pemantik bagi band-band muda lainnya untuk berkarya musik.

Kelompok musik yang dibentuk di Bandung ini telah melepaskan delapan album penuh, yakni Giant Step Mark I (1975), Giant on the Move (1976), Kukuh nan Teguh (1977), Persada Tercinta (1978), Tinombala (1979), Vol III: Warna Harapan (1980), Gregetan (1985). Baru-baru ini mereka juga telah melepaskan album teranyar Life’s Not the Same yang rilis pada 26 Maret 2017 lalu. Perilisan album kedelapan mereka itu menjadi penanda kembalinya ‘raksasa’ yang sempat tertidur selama 32 tahun.

Slank

Tak banyak kelompok musik yang mampu menjaga eksistensi seperti halnya Slank. Sebagai salah satu elit rock di kancah nusantara, selain tentunya populer, Slank juga dikenal produktif menelurkan serentetan karya-karya musik lebih dari tiga dekade lamanya. Meski anatomi formasi di kubu personel pernah berubah, tapi Bimbim dkk tetap melesat kencang di belantika sebagai veteran rock di garda terdepan.

Tercatat Slank telah mengeluarkan karya sebanyak 22 album sejak pertama kali berdiri. Band yang bermarkas di area Potlot itu juga belum lama ini baru meluncurkan album terbaru berjudul Palalopeyank yang rilis di awal tahun ini. Di antara kesemua opus yang telah dilesakkan, dua album pertama mereka yakni Suit… Suit… He…He… (Gadis Sexy) (1990) dan Kampungan (1991) masuk ke dalam daftar 150 Album Indonesia Terbaik versi Rolling Stone Indonesia.

NTRL

Bagi pegiat kancah rock nusantara, nama NTRL tentu jadi salah satu figur penting di dalamnya. Bagaimana tidak? Unit rock alternatif yang telah terbentuk sejak tahun 1991 itu, dikenal rajin dalam menetaskan karya-karya musik selama menempuh lebih dari dua dekade di belantara industri musik tanah air.

Kini band yang hampir genap berusia 26 tahun itu setidaknya telah menyarangkan tak kurang dari 12 album penuh selama berkarier. Deretan album wahid seperti Wa…lah (1995), Tidak Enak (1997) dan Album Minggu Ini (1998) jadi karya musik pembeda sekaligus ujung tombak musik alternative di dataran nusantara pada periode 90-an. Terakhir trio NTRL merilis album penuh bertajuk 11/12 yang rilis pada penghujung 2015 lalu.

PAS Band

Kota Bandung dikenal luas sebagai tempat pemasok band-band rock potensial. Tak terhitung sudah berapa banyak kelompok musik yang lahir dari tanah Parahyangan tersebut. Namun jika berbicara tentang revolusi musik rock di Indonesia, tak lengkap jika tak memasukkan nama PAS Band sebagai figur penting di dalamnya. Band kebanggaan publik Bandung itu juga terkenal akan karya-karya musiknya yang mumpuni.

Selama berkarier selama 27 tahun, sampai saat ini Pas Band telah sukses mengeluarkan sebanyak delapan album penuh. Jajaran album berpengaruh seperti Four Through The Sap (1993) dan In (No) Sensation (1995) jadi cetak biru penting di khazanah rock Indonesia. Namun Yukie dkk mulai mengecap kesuksean masif di opus berjudul Ketika (2001) dengan single “Kesepian Kita” yang turut melambungkan nama mereka di jagat musik nusantara.

Siksakubur

Di ranah metal Indonesia, tak banyak band yang mampu seproduktif seperti halnya Siksakubur. Punggawa death metal asal ibu kota itu rajin dalam mengeluarkan karya musik. Band cadas yang telah berdiri sejak tahun 1996 lalu itu dicetuskan pertama kali oleh eks personel sekaligus pendiri band Andyan Gorust. Kini band yang dikomandoi oleh Andre Tiranda ini tetap disegani di kancah metal nusantara.

Sejak awal kemunculannya, Siksakubur telah menceploskan setidaknya delapan album penuh. Opus ketiga mereka berjudul Eye Cry (2003) acap kali ditasbihkan sebagai salah satu album paling berpengaruh di kancah death metal tanah air. Selain itu juga terdapat deretan album mumpuni seperti Podium (2007), Tentara Merah Darah (2010) hingga St. Kristo (2012). Terakhir komplotan Siksakubur menebar album berjudul Mazmur:187 yang rilis tahun lalu.

Foto: NTRL oleh Hai Magazine, Siksakubur oleh Guitar Plus

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
762 views
superbuzz
1405 views
superbuzz
1196 views
supernoize
1063 views
superbuzz
2872 views
superbuzz
904 views