Blink-182

Drama Antara Blink-182 dan Fyre Festival Akhirnya Berakhir

  • By:
  • Rabu, 7 October 2020
  • 494 Views
  • 2 Likes
  • 0 Shares

Drama yang terjadi antara band pop punk asal Amerika Serikat, Blink-182, dengan Fyre Festival mulai menemui titik akhir. Blink-182 dan sejumlah pengisi acara lain dituntut untuk mengembalikan uang kepada investor acara.

Wali dari Festival Fyre, Gregory Messer, disebut-sebut berupaya memenangkan kembali uang sebesar 14,4 juta dolar AS yang awalnya dibayarkan kepada line-up penampil dan sejumlah influencer untuk mempromosikan acara ini.

Beberapa agensi artis memutuskan untuk langsung menyelesaikan kasus ini, sementara yang lain mengambil jalur pengadilan dan salah satunya adalah Blink-182.

Blink-182 awalnya dijadwalkan manggung di festival tersebut pada 2017 silam, namun mereka membatalkan penampilan karena masalah logistik. Pada saat itu, Blink-182 mengatakan mereka tidak yakin memiliki sumber daya yang memadai untuk memberi pertunjukan berkualitas kepada penonton.

"Kami tidak cukup percaya diri bahwa kami memiliki apa yang kami butuhkan (logistik) untuk memberikan kalian (para penggemar) penampilan yang berkualitas yang selalu kami berikan untuk para penggemar kami," bunyi cuitan Blink-182 lewat akun Twitter mereka saat itu.

Terkait pengajuan gugatan, agensi Blink-182, Creative Artist Agency, memutuskan pergi ke pengadilan pada Desember 2019. Pihak Festival Fyre mengatakan telah membayar ke agensi Blink-182 sebesar 585 ribu dolar AS yang 500 dolar AS di antaranya diterima bersih oleh Blink-182.

"Blink-182 telah dibayar 500 ribu dolar AS ketika membatalkan penampilan mereka di menit-menit akhir. Blink-182 telah menahan dana itu. Dalam unggahan di Twitter-nya, mereka tidak mengungkapkan kepada penggemar dan orang lain tentang masalah yang mereka hadapi di Fyre Festival dan manajemennya, atau bahwa festival tampak memiliki masalah serius,"bunyi pernyataan gugatan pihak Fyre Festival.

Setelah drama yang terjadi hampir dua tahun lamanya, gugatan untuk Blink-182 telah diselesaikan. Menurut Billboard, pihak Fyre Festival telah mendapatkan kembali 135 ribu dolar AS yang dikembalikan oleh agensi Blink-182.

Alasan Blink-182 Tidak Manggung di Fyre Festival

Vokalis sekaligus bassis Blink-182, Mark Hoppus, berbicara kepada NME pada April 2019 tentang alasan bandnya memutuskan tidak jadi tampil pada menit-menit akhir di Fyre Festival.

"Kami sudah memiliki indikasi sejak awal bahwa ada masalah (di Fyre Festival). Kru produksi kami mengalami masalah mendapatkan jawaban paling mendasar sekalipun tentang pementasan, tentang sumber daya (listrik), dan hal-hal lain yang biasanya dipersiapkan sebelum pertunjukan," kata Hoppus Blink-182.

"Meski begitu, kami dan kru kami selalu berusaha untuk menampilkan acara yang bagus," tutur vokalis Blink-182 ini.

"Jika Anda memberi kami daya listrik dan panggung, kami akan melakukan yang terbaik untuk memberi penampilan bagus. Kami melanjutkan dengan itikad baik, pertunjukan semakin dekat dimulai. Drummer kami (Travis Barker), tidak jadi menggunakan pesawat hingga harus naik kapal selama beberapa untuk sampai di sana."

"Kemudian kru produksi kami berkata, 'Saya pikir pertunjukan ini tidak akan terjadi, saya pikir kami harus mundur sekarang'. Saat itulah kami memutuskan untuk mengeluarkan pernyataan (tidak jadi tampil)," jelas Hoppus Blink-182.

Fyre Festival sendiri awalnya direncanakan digelar pada 28-30 April dan 5-7 Mei 2017 di Exuma, Kepulauan Bahama. Acara ini dipersiapkan oleh Billy McFarland dan rapper sekaligus aktor Amerika Serikat, Ja Rule (Jeffrey Bruce Atkins).

Dijanjikan dan diperkirakan menjadi festival musik dengan fasilitas mewah dan pertunjukan menawan dari musisi dunia macam Blink-182, penyelenggaraan Fyre Festival justru amburadul.

Setelah diluncurkan dan dibuka, Fyre Festival lantas dibatalkan karena sejumlah kekurangan termasuk fakta bahwa para pengunjung dibiarkan begitu saja tanpa fasilitas air saat tiba di lokasi acara.

"Fyre Festival bertujuan untuk memberikan pengalaman konser musik sekali seumur hidup di Kepulauan Exumas. Karena keadaan di luar kendali kami, infrastruktur fisik tidak tersedia tepat waktu dan kami tidak dapat memenuhi visi tersebut dengan aman dan menyenangkan bagi para tamu," bunyi pernyataan Fyre Festival di situs mereka saat itu.

Fakta lebih miris lainnya adalah begitu mahalnya harga tiket yang kudu dibeli, mulai dari 100 ribu dolar AS hingga beberapa kasus terdapat pengunjung yang membeli tiket seharga 4.000 dolar AS untuk sebuah festival yang dijanjikan berjalan dengan mewah.

Pada Oktober 2018, McFarland dijatuhi hukuman 6 tahun penjara atas berbagai tuduhan penipuan. Kantor Pengacara Manhattan Amerika Serikat kemudian memutuskan untuk melelang merchandise dari Fyre Festival 2017 untuk membayar kembali tiket para pengunjung. Dikabarkan ada 26 juta dolar AS kerugian yang harus dibayarkan.

Gregory Messer, selaku wali dari Fyre Festival juga terus berupaya untuk mendapatkan kembali uang dari para pengisi acara. Dikabarkan pihaknya sudah mendapatkan kembali sekitar 550 ribu dolar AS dari beberapa pengisi acara seperti Blink-182, Major Lazer, Disclosure, dan Tyga.

Fyre Festival juga mendapatkan dananya kembali dari beberapa influencer seperti Bella Hadid, Chanel Iman, dan Hailey Bieber sebesar 150 ribu dolar AS. Kemudian Kendall Jenner mengembalikan 90 dolar AS dari bayaran 250 ribu dolar AS yang ia terima untuk mempromosikan acara ini di sosial medianya.

Kegagalan Fyre Festival Dijadikan Film

Pada 2019, sebuah film dokumenter yang mengisahkan tentang kegagalan Fyre Festival dirilis. Diarahkan langsung oleh Jenner Furst dan Julia Willoughby, film dokumenter ini diberi judul 'Frey Fraud' (Fyre Penipu).

Tak hanya satu film, pembuat film asal Amerika Serikat, Chris Smith, juga merilis film serupa di Netflix dengan judul Fyre pada Januari 2019. Sama seperti Fyre Fraud, film berdurasi 97 menit ini mendapat respons positif.

0 COMMENTS