Black Flag

Drama yang Terus Berlanjut antara Flag IIII dan Black Flag

  • By:
  • Jumat, 27 November 2020
  • 138 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Dalam masa kejayaan skena hardcore di Amerika Serikat, nama Black Flag merupakan nama yang cukup diperhitungkan kehadirannya. Berdiri di tahun 1976, sudah banyak sekali pergantian anggota serta pengumuman pembubaran band dan reuni yang keluar dari dalam tubuh band asal California ini. Cukup mendapatkan sorotan pada audiens yang lebih luas di saat Henry Rollins memegang kendali di dalam tubuh Black Flag, membuat anggota pendiri yang lebih dulu bergabung dan keluar dari band tersebut membuat unit tandingan bernama Flag IIII. Nama tersebut diambil dari interpretasi logo Black Flag yang dikenal hampir di seluruh penjuru dunia.

Flag IIII merupakan sebuah unit musik hardcore yang didirikan oleh mantan anggota Black Flag, yaitu Keith Morris, Chuck Dukowski, Bill Stevenson, dan Dez Cadena, dengan kehadiran Stephen Egerton dari band punk Descendents yang melengkapi formasinya. Kehadiran Flag IIII kerap membingungkan para penggemar musik Black Flag yang kini juga masih aktif dalam bermusik. 

Pada awalnya, kehadiran Flag IIII merupakan sebuah inisiasi untuk tampil sebagai band reuni di tahun 2011 bagi para pendiri serta mantan anggota Black Flag yang berkontribusi membantu berkembangnya band tersebut. Hal ini juga didasari setelah Ron Reyes, Greg Ginn, dan Roberto “Robo” Valverde lebih dulu mengumumkan bahwa mereka akan kembali mengibarkan bendera Black Flag sekali lagi. Mengetahui hal tersebut akhirnya anggota yang tersisa, dimotori oleh Keith Morris memilih untuk mendirikan Flag IIII yang memainkan lagu-lagu dari band tersebut dari berbagai macam era.

Sebelum kembali dengan Flag IIII, Keith Morris bersama Greg Ginn merupakan dua nama dari pendiri Black Flag di tahun 1976. Kehadiran Flag IIII nyatanya cukup menghadirkan polemik bagi band orisinilnya tersebut. Black Flag yang tergabung di bawah naungan SST Records mengusut perihal Flag IIII yang tampil di atas panggung dengan menghadirkan logo asli Black Flag yang dirancang oleh Raymond Pettibon. Menurut sang kreator, logo tersebut menggambarkan tentang perjuangan, sebuah ideologi yang lumrah ditemukan di dalam tubuh band beraliran hardcore pada masa itu. Greg Ginn mewakili Black Flag membawa permasalahan ini ke pengadilan di Los Angeles dan menuduh para anggota yang tergabung di dalam Flag IIII melakukan pencurian properti intelektual. Bahkan Henry Rollins yang tidak tergabung di dalam Flag IIII juga ikut terkena imbasnya karena ikut membantu mempromosikan Flag IIII dalam promosi penjualan merchandise di setiap acara live. 

Kasus yang berselang selama bulan Agustus hingga Oktober 2013 akhirnya memihak bagi Henry Rollins dan juga Flag IIII. Hakim pengadilan menilai bahwa logo yang jadi perdebatan tersebut sudah memiliki nilai publik yang kuat, sehingga tidak akan memengaruhi persepsi dalam membedakan Flag IIII dan Black Flag. 

Menurut para anggota Flag IIII, perseteruan serta kondisi panas yang mereka alami bersama Black Flag ini mungkin tercipta berkat hubungan yang kurang baik antara Chuck Dukowski dan juga Greg Ginn di saat mereka masih tergabung di dalam unit yang sama. Selain itu para anggota Flag IIII juga menyayangkan sikap Greg Ginn yang terkesan menganggap bahwa mantan rekan satu bandnya tersebut seakan jadi perampok yang ingin mengambil popularitas Black Flag. Padahal, Keith Morris menyatakan pada sebuah wawancara di sebuah media, kehadiran Flag IIII ini adalah sebuah perjuangan dirinya bersama rekannya untuk tetap mengibarkan bendera Black Flag jauh sebelum akhirnya tempat mereka bernaung dahulu kembali memutuskan untuk tampil di atas panggung kembali. Chuck Dukowski juga menambahkan bahwa dirinya dan anggota lainnya yang tergabung di dalam Flag IIII tidak menginginkan untuk dikenal sebagai sebuah band ekstensi dari Black Flag. Flag IIII hadir sebagai sebuah tribut, sebuah gestur penghormatan pada sejarah yang membesarkan nama mereka masing-masing, baik sebagai seorang musisi mandiri atau kelompok musik. Menurut anggota Flag IIII, untuk bisa kembali memainkan lagu-lagu yang sempat mereka bawakan di masa muda seakan kembali menghadirkan semangat untuk tetap terus berkarya baik di dalam ataupun di luar kelompok Flag IIII.

Selain aktif di dalam Flag IIII, Keith Morris juga masih terus mempromosikan bandnya Off! Bersama band yang didirikannya di tahun 2009 ini, Keith Morris berhasil merilis tiga buah album dan tengah mempersiapkan album keempat untuk rilis di tahun 2020. 


Sedangkan untuk pemain bass di tubuh Flag IIII, Chuck Dukowski masih aktif untuk berkolaborasi bersama musisi-musisi lainnya tanpa tergabung di dalam sebuah band yang utuh selain Flag IIII saat ini. Sedangkan untuk Dez Cadena yang berperans ebagai pemain gitar untuk Flag IIII, selepas dari Black Flag dirinya tetap aktif untuk menghiasi posisi di beberapa band ternama, seperti Misfits dan Osaka Popstar, serta proyek egoisnya bernama DC3 yang sempat aktif di pertengahan tahun 1980-an. Sedangkan untuk Bill Stevenson, sebelum tergabung baik di dalam Black Flag atau Flag IIII, dirinya sudah lebih dikenal lebih dulu sebagai pendiri band punk rock, Descendents. Kepiawaiannya dalam bermain alat musik drum, membuat dirinya kerap kali mengisi posisi drummer di berbagai band dalam skena punk. Untuk Black Flag dirinya hanya sempat mengisi posisi tersebut selama dua tahun, yakni pada tahun 1983 hingga 1985, sebelum kembali menabuh drum untuk Descendents hingga saat ini bersama Stephen Egerton yang juga tergabung sebagai pemain gitar untuk Flag IIII.

0 COMMENTS