drive-in concert

'Drive-In Concert' Bakal Jadi Cara Baru Menonton Konser di Era Pandemi?

  • By: NND
  • Rabu, 13 May 2020
  • 2766 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Pandemi menghadirkan perubahan signifikan dalam dunia penampilan musik memang sudah kita rasakan selama dua bulan penuh; festival musik, konser, gigs, dan berbagai hal lainnya, semua itu harus dibatalkan atau ditunda karena larangan keramaian. Melihat perkembangan pandemi dan penanganannya, nampaknya larangan tersebut masih akan berlangsung lama--cukup lama, bahkan, hingga akan ada new normal, atau standar baru yang muncul dalam aspek penampilan musik.

HImbauan social distancing masih akan terus dilakukan, setidaknya hingga vaksin melawan virus telah ditemukan dan disebarluaskan. Dalam bahasan itu, beberapa sumber menyatakan prosesnya akan memakan waktu yang panjang. Jika pada kenyataannya itulah yang akan terjadi, maka tentu kita membutuhkan skema dan konsep alternatif dalam dunia penampilan musik, yang akan menjadi standar baru seiring dunia yang terkekang virus ini mencoba menemukan vaksinnya.

Beberapa bulan terakhir, kita sudah melihat perubahan pengalaman musik live yang unik, yang lahir dari mewabahnya pandemi ini. Pembatasan keramaian mendorong aktor-aktor dunia musik untuk menyiasati fenomena tersebut, sehingga sekarang kerap digelar konser virtual; baik itu melalui format video, ataupun dalam dunia online gaming.

Sekarang, hadir lagi satu bentuk alternatif baru yang bisa saja menjadi the new normal, adalah drive-in concert. Penampilan musik yang berwujud layaknya sinema drive-in era 80-an ini digagas oleh musisi Mads Langer di Denmark, yang berkolaborasi dengan pihak venue dalam penggarapannya.

Moda penampilannya simpel, pengunjung hadir dengan mobilnya masing-masing, lalu parkir menghadap ke panggung di area yang sudah ditentukan. Tatanannya dibuat berbaris dan diberi jarak aman sehingga pengunjung bisa keluar masuk mobil dengan risiko kecil. Musisi akan tampil secara live di atas panggung, dan audio dari penampilan itu disiarkan melalui gelombang radio, sehingga para pengunjung dapat mendengarkannya secara aman dan nyaman dari dalam mobil masing-masing.

Metode ini juga sudah digunakan di Jerman untuk menampilkan sajian musik yang berbeda. Outdoor party dengan DJ di atas panggung, disulap menjadi parkiran mobil yang riuh suara dengan klakson sebagai subtitusi tepuk tangan dan teriakan ketika musik sedang intens. Drive-in concert disinyalir tengah menjalar lintas benua Eropa, dan mungkin saja, akan dapat digelar di Indonesia setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan. Kabarnya sudah ada promotor musik tanah air yang tertarik menggarap acara serupa. 

Mungkin banyak dari kita yang merindukan sajian musik live sebagaimana wajarnya: Berdesak-desakan di antara banyak tubuh lainnya, bernyanyi bersama, moshing, hingga crowdsurfing. Namun pada realitanya, situasi Indonesia sekarang membawa ancaman penyebaran virus jika penampilan musik live tetap digelar. Kelak PSBB dilonggarkan, mungkin metode-metode alternatif seperti drive-in concert ini dapat menjadi hiburan yang masuk akal untuk dijalankan di Indonesia--menjadi obat pelipur lara untuk pengalaman menikmati musik secara langsung yang sudah lama kita rindukan.

Situasi sekarang menghadirkan pemberhentian total bagi konser, festival, gigs dan lain sebagainya. Meski dihentikan untuk memutus rantai penyebaran virus, banyak dari kita yang kehidupannya bergantung penuh dengan gelaran-gelaran tersebut, seperti para crew musisi dan tim produksi, misalnya. Alternatif baru dalam penampilan musik bisa menjadi siasat yang bermanfaat untuk mereka, mengingat sekarang ini, banyak aktor dunia musik yang pendapatannya terpotong besar akibat pandemi. 

Untuk sementara, yang terbaik untuk kita lakukan adalah untuk tetap melakukan karantina diri di kediaman masing-masing, menjaga jarak sosial dan fisik, ikutan himbauan pemerintah, dan jangan panik. Stay safe, stay home!

 
0 COMMENTS