Lars Ulrich

Drummer Metallica, Lars Ulrich, Sebut John Bonham sebagai Drummer Terhebat

  • By:
  • Senin, 5 October 2020
  • 520 Views
  • 0 Likes
  • 1 Shares

Drummer Metallica, Lars Ulrich, baru-baru ini menyampaikan pendapatnya tentang drummer terbaik menurut pandangannya. Lars Ulrich lantas menyebut nama John Bonham, sebagai drummer terhebat sepanjang masa.

Ungkapan ini disampaikan Lars Ulrich saat menjadi bintang tamu dalam program The Howard Stern Show yang disiarkan oleh radio online SiriusXM.

Dalam acara yang dipandu langsung oleh Howard Stern itu, Lars Ulrich diminta untuk mempertimbangkan dan memilih salah satu yang terbaik di antara John Bonham (drummer Led Zeppelin) atau Neil Peart (drummer Rush).

"Ini pertanyaan yang sangat sulit. Aku sudah sering diberi pertanyaan seperti ini selama hampir 40 tahun terakhir," kata Lars Ulrich.

"Aku akan memasukkan dua nama tambahan dalam daftar ini. Ian Paice dari Deep Purple adalah drummer yang sangat berbakat secara teknis dan Phill Rudd adalah orang yang memberi AC/DC pantulan dan ayunan (bermain drum) yang luar biasa," tutur Lars Ulrich.

Howard Stern lantas menyinggung soal jiwa permainann yang dimiliki oleh John Bonham. Dari sana, Lars Ulrich langsung menyambar pertanyaan tersebut dan memberikan pandangannya.

"Kamu menyebut lagu 'When The Levee Breaks'. Menurutku itu adalah karya klasik Bonham. Drumnya besar, menggelegar, memiliki ambiens. Dia tidak terlalu fokus pada bagian snare drum, tapi dia memiliki groove. Dia jelas sangat memiliki pengaruh," jelas Lars Ulrich..

Namun, Stern tetap meminta Lars Ulrich untuk menentukan drummer favorit dan paling terhebat menurutnya. "Antara Neil dan John Bonham, tidak ada rasa tidak respek kepada mereka, tapi aku harus memilih John Bonham."

Lars Ulrich juga punya kekaguman kepada Neil Peart, meski ia menjatuhkan pilihan drummer terhebat kepada John Bonham. Menurut Lars Ulrich, Neil adalah sosok yang ramah dan rendah hati serta mau berbagi ilmunya kepada junior.

Lars Ulrich pun sempat menyampaikan "Pertama kali aku bertemu dengan Neil terjadi pada 1984. Manajer kami (Metallica), Cliff (Burnstein) mengontrak Rush. Aku menyampaikan beberapa pertanyaan tentang drum."

"Dia (Cliff) berkata bahwa Neil suka berbicara dengan drummer yang lebih muda. Telepon Neil, dia ingin mendengar kabar darimu. Saat itu seperti, 'Hah, aku baru berumur 20 tahun dan mendadak kebelet kencing karena gugup." ucap Lars Ulrich.

"Aku meneleponnya dan kami berbicara selama 30-45 menit di telepon. Dia sedang mempelajari hal-hal tentang drum. Semuanya terasa seperti dongeng. Kamu tak bisa bermain drum tanpa menyukai Neil dan kamu tak akan bisa untuk tidak menghormati dan menghargainya," jelas Lars Ulrich.

Setelah mendengar beberapa pernyataan dari Lars Ulrich tentang John Bonham, mari kita bahas tentang drummer terhebat menurut Lars Ulrich ini. John Bonham yang lahir di Redditch, Inggris, pada 31 Mei 1948 sudah mengenal drum sejak usia 5 tahun. Pada usia 10 tahun dia sudah memainkan snare drum, kemudian pada usia 15 tahun dirinya sudah bermain dengan full drum set.

Pada 1968, John Bonham bersama Jimmy Page dan John Paul Jones membentuk band baru dengan nama Led Zeppelin. Selain untuk Led Zeppelin, John Bonham juga beberapa kali ikut bermain drum untuk Family Dogg, Screaming Lord Sutch, Lulu, Jimmy Stevens, dan Wings.

Permainan drum John Bonham begitu terasa kental dalam musik-musik Led Zeppelin seperti Moby Dick, Immigrant Song, When the Levee Breaks, Kashmir, The Ocean, dan Achilles Last Stand.

Ketika kariernya tengah menanjak bersama Led Zeppelin, perjalanan musik John Bonham terhenti pada 1980. Dia meninggal dunia pada 26 Oktober 1980 saat berusia 32 tahun.

Penyebab kematian John Bonham disebut-sebut karena dia terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol. Hasil penyelidikan yang keluar pada 27 Oktober 1980, John Bonham diketahui meneguk sekitar 40 gelas (shots) minuman ABV Vodka dengan alkohol 40%.

Sepeninggal John Bonham, Led Zeppelin memutuskan untuk rehat dari hingar bingar dunia musik dengan memberi pernyataan pada 4 Desember 1980.

"Kami berharap publik mengerti bahwa kami kehilangan teman baik kami dan perasaan mendalam tentang keharmonisan yang tak terputus telah membuat kami memutuskan bahwa kami tidak akan melanjutkan."

Selama meniti karier musik dengan Led Zeppelin, John Bonham bersama rekan-rekannya berhasil merilis 8 album yaitu Led Zeppelin (1969), Led Zeppelin II (1969), Led Zeppelin III (1970), Led Zeppelin IV (1971), House of the Holy (1973), Physical Graffiti (1975), Presence (1976), dan In Through the Out Door (1979).

Tanpa kehadiran John Bonham lagi, Plant, Page, dan Jones kembali meghidupkan Led Zeppelin dengan merilis album kompilasi bertajuk 'Coda' pada 1982. Beberapa lagu di antaranya berasal dari album Led Zeppelin II, Houses of the Holy, dan In Through the Out Door.

Page, Plant, dan Jones terus melanjutkan kiprah Led Zeppelin hingga masa kiwari. Pada 2018, mereka merayakan hari jadi ke-50 tahun berdirinya Led Zeppelin dengan merilis buku ilustrasi tentang formasi band mereka.

Penghargaan untuk John Bonham

ALLMusic sebuah database musik dari Amerika Serikat menggambarkan John Bonham sebagai sosok yang sangat penting dan berpengaruh untuk drummer musik rock. Pada 2005, Bonham juga menduduki peringkat pertama sebagai 50 drummer rock terbaik dari Classic Rock.

Pada 2007, majalah Stylus menempatkan Bonham sebagai nomor satu dalam daftar 50 drummer rock terbaik. Kemudian pada 2008 di Blabbermouth.net, Bonham menjadi sosok paling diinginkan oleh penggemar rock untuk hidup kembali hidup.

Bahkan menurut laporan Los Angeles Times, setelah tahun-tahun berlalu dan dunia musik banyak mengalami perubahan, nama John Bonham tetap menjadi drummer paling hebat sepanjang masa. Tak heran jika Lars Ulrich mengatakan jika John Bonham adalah drummer terhebat.

Dengan segala kiprah, prestasi, dan kemampuan bermain drum yang dimilikinya, tak salah jika Lars Ulrich menjatuhkan pilihannya kepada John Bonham sebagai drummer paling hebat sepanjang masa.

0 COMMENTS