(EKSKLUSIF) Wawancara dengan All Time Low

  • By: JP, GP
  • Sabtu, 8 September 2018
  • 444 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Pada gelaran HODGEPODGE SUPERFEST 2018 yang berlangsung di tanggal 1-2 September 2018, All Time Low sukses memukau para fansnya yang hadir. Tampil di hari kedua, Alex Gaskarth dkk seolah membayar lunas hutang mereka kepada para fans setelah sebelumnya gagal tampil di Indonesia.  

Sebelum naik ke atas panggung, SuperMusic berkesempatan untuk menemui personel All Time Low dan melakukan waancara singkat. Di sini Alex Gaskarth (vokal, gitar) dan Jack Barakat (gitar, vokal) mewakili band membahas seputar album dan tur. Selamat membaca!

Dalam wawancara kalian dengan Alternative Press, kalian menyebut pengaruh musik dari 80-an seperti David Bowie dan Prince di album Last Young Renegade. Mengapa kalian mengambil langkah ini?

Alex Gaskarth: untuk album terakhir, kami memang ingin mencoba yang beda. Kami tidak mencoba bikin musik seperti Bowie atau Prince, tapi kami mengambil elemen gaya dari musik mereka, seperti synth atau kibor analog, hal-hal semacam itu. Karena kami tidak pernah melakukan itu sebelumnya. Senang sekali memasukkan hal-hal tersebut ke sesuatu yang biasa kami lakukan. Itu yang membuat albumnya terasa keren dan unik. 

Di album itu, kalian juga berbicara soal tema melankolis. Bagaimana kamu menerjemahkan tema itu ke lagu-lagu All Time Low?

Alex Gaskarth: Kami hanya membicarakan apa yang sudah pernah kami alami, lalu mengangkatnya dengan cara baru, menulisnya, dan mengekspresikannya, lalu mencari cara agar orang-orang terkoneksi dengannya.

Aku rasa nanti yang paling penting adalah orang-orang menemukan arti dari lagunya. Memang aku membuat lagu tentang apa yang pernah kualami, tapi kalau orang-orang tidak merasa nyambung dengan lagunya jadinya tidak berarti apa-apa. Itu selalu jadi bagian yang susah ditebak.

Kalian tentu telah menjalani tur keliling dunia selama satu dekade lebih. Bagaimana kehidupan tur membentuk All Time Low sebagai sebuah band?

Jack Barakat: Kami menyukainya. Kami merasa beruntung karena kami menyukainya. Karena kalau kami tidak menyukainya, berarti kehidupan kami tak menyenangkan. Kami sudah seperti tumbuh besar di jalanan. Kami menjalani saat-saat penting bersama-sama, saat-saat yang menyenangkan atau bahkan tidak. Ketika kami pulang ke rumah untuk waktu yang lama, kami langsung tidak sabar untuk kembali ke jalanan.

Menyaksikan orang-orang dari berbagai belahan dunia menyanyikan lagu kami bersama-sama, itulah hal yang terbaik.

Rencana All Time Low berikutnya?

Alex Gaskarth: Kami masih ada beberapa konser, setelah ini masih ada putaran kedua tur AS kami, lalu beberapa di penghujung tahun ini. Kayaknya setelah ini semua selesai, kami akan mengambil break sebentar dan lihat saja ke depannya. Rasanya menyenangkan menekan tombol reset, tapi lihat saja nanti.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
610 views
superbuzz
700 views
superbuzz
312 views
superbuzz
498 views
superbuzz
569 views