flume

Eksplorasi dan Kolaborasi: Perjalanan Musik Elektronik Atmosferik Flume

  • By: NND
  • Rabu, 25 December 2019
  • 504 Views
  • 11 Likes
  • 11 Shares

Harley Edward Streten adalah Flume, produser/DJ asal Australia yang terkenal melalui karya-karya musik elektronik lantai dansanya yang berkesan atmosferik.

Jajaran lagunya dipenuhi oleh ragam pendekatan seiring ia berkembang dan menyikapi perjalanannya dalam industri internasional. Mengambil benih-benih house dan UK Garage, hingga beats ala hip-hop dan sensibilitas pop; ia berhasil meramu jajaran trek penuh ragam, seraya mematangkan fleksibilitasnya sebagai seorang produser dan musisi future bass.

Tidak stagnan, begitulah karirnya sejauh ini. Ia haus mencicipi banyak "rasa," dan salah satu cara menyikapinya adalah dengan menggaet beragam kolaborator yang bergerak dalam genre musik yang berbeda-beda.

Menapak tilas, Streten lahir di Australia dan mulai menyelami dunia producing di usia remaja. Beberapa tahun semenjak mulai serius bermusik, ia berhasil memenangkan kompetisi garapan Future Classic dan masuk ke dalam label tersebut. EP debutnya rilis di tahun 2011, dengan trek andalannya, "Sleepless." Setahun kemudian, Flume meluncurkan album debut self-titled yang turut serta menampilkan musisi tamu macam Chet Faker, Jezzabell Doran, dan Moon Holiday.

Di Australia, album tersebut berlaku baik, merajai tangga album ARIA dan berhasil menyabet predikat double platinum. Di Amerika, album tersebut diedarkan melalui label Mom + Pop. Edisi deluxe edition-nya semakin mengokohnya statusnya, dengan kontribusi nama-nama besar hip-hop seperti Ghostface Killah, Boldy James, M.O.P., dan Killer Mike.

Di bulan yang sama, ia merilis materi kolaborasinya bersama Chet Faker, bertajuk Lockjaw EP. Tur Amerika pun digarap bersama Disclosure. Semua itu berhasil mengamankan sejumlah penghargaan ARIA untuk namanya--seperti Producer of the Year, Breakthrough Artist, dan Best Dance Release.

Sumber foto

Flume menyambut tahun-tahun mendatangnya dengan jadwal tur yang intens, ia juga sempat merilis single bertajuk "Some Minds" di tahun 2015. Di tahun 2016, album sophomore-nya mendarat. Bertajuk Skins, album ini kembali menjaring talenta-talenta besar seperti AlunaGeorge, Little Dragon, Vic Mensa, hingga Beck. Single-nya, "Never Be Like You" yang menampilkan Kai pada vokal berhasil menjadi hit yang mendunia.

Sebelum menutup tahun, Flume juga merilis dua EP Skin Companion dan Skin Companion II dengan kontribusi dari Isabella Manfredi dan Pusha T. Album keduanya itu kembali bernasib sama, berhasil memenangkan beberapa penghargaan hingga menyabet Grammy untuk Best Dance/Electronic Album 2017.

Di tahun 2019 ini, Flume tidak diam saja, "kembali"-nya dia hadir dengan kejutan berupa mixtape berjudul Hi This Is Flume. Melaluinya, pemuda kelahiran tahun 1991 ini merangkul HWLS, Slowthai, JPEGMAFIA, dan SOPHIE. Mixtape ini kembali menempatkan Flume sebagai nominasi Grammy. Adapula split EP yang ia rilis bersama Reo Cragun, bertajuk Quits. Rilisan teranyarnya adalah sebuah single bersama popstar muda dan emerging Vera Blue bertajuk "Rushing Back."

Dengarkan dan simak video klip apik dari single anyarnya itu, di bawah ini:

1 COMMENTS
  • cimoloriginal@gmail.com

    Sippp

Info Terkait