Electro-Harmonix, Berkembang Sejalan Dengan Rock di Setiap Generasi

Electro-Harmonix, Berkembang Sejalan Dengan Rock di Setiap Generasi

  • By:
  • Selasa, 20 April 2021
  • 46 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Siapa yang sangka bahwa salah satu produsen efek gitar ternama Electro-Harmonix merupakan kreasi dari seorang pemain keyboard blues di tahun 1960-an? Mike Matthews sang pendiri Electro-Harmonix yang merupakan pemain keyboard blues memutuskan untuk mendirikan sebuah brand efek gitar di tahun 1968 dengan modal 1000 dolar Amerika Serikat. Kepiawaiannya dalam menentukan mengolah suara, membuat dirinya yakin untuk mendirikan Electro-Harmonix mengingat di tahun tersebut musik rock di Amerika Serikat sedang cukup berkembang. Untuk membantunya dalam ranah teknis, Mike Matthews mengajak seorang teknisi audio bernama Bill Berko. Rekan Mike Matthews di Electro-Harmonix merupakan salah satu teknisi yang cukup dikenal di kawasan New York kala itu, karena dirinya memiliki sirkuit efek khusus untuk pedal gitar fuzz.

Dengan reputasi yang cukup dikenal oleh kalangan musisi di New York, Mike Matthews pun akhirnya memutuskan mengajak Bill Berko untuk merancang efek bernama Fuzzboxes. Kumpulan stok awal Fuzzboxes karya Electro-Harmonix tersebut didistribusikan melalui manufaktur Guild Guitar Company. Tidak disangka karya pertama dari Electro-Harmonix menghadirkan pencapaian yang membuat Mike Matthews cukup terkejut. Pasalnya, tidak lama setelah dirilis dan digunakan oleh Keith Richards dari The Rolling Stones, efek gitar Fuzzboxes tersebut jadi salah satu aksesori musik yang paling diminati oleh musisi rock. Beberapa tahun setelahnya, Jimi Hendrix juga diketahui menggunakan efek Fuzzboxes karya Electro-Harmonix. Popularitas Jimi Hendrix yang cukup tinggi akhirnya membuat Mike Matthews mengganti nama efek Fuzzboxes menjadi Foxey Lady.

Kerja sama antara Mike Matthews dan Bill Berko ternyata tidak berjalan lama. Setelah mengetahui bahwa papan sirkuit efek gitarnya mampu memiliki minat yang tinggi, akhirnya sang teknisi audio tersebut memilih untuk keluar dari Electro-Harmonix. Sebagai pengganti, Mike Matthews mengajak Robert Myer yang merupakan seorang teknisi elektro. Keduanya bekerja sama untuk merancang efek gitar distorsi dengan tingkat sustain yang tinggi. Di tahun 1969 akhirnya Electro-Harmonix memperkenalkan lini efek LBP-1, sebuah booster yang dapat mengamplifikasi sinyal elektronik dari gitar untuk menghadirkan efek overdrive pada amplifier. Hingga saat ini, LBP-1 dari Electro-Harmonix masih diproduksi secara massal.

Dari rancangan LBP-1, Electro-Harmonix mengembangkan sirkuit elektroniknya untuk menghadirkan variasi amplifikasi suara, seperti treble booster dan juga bass booster. Electro-Harmonix juga akhirnya merilis sebuah amplifier portable bernama The Mike Matthews Amp dengan tenaga baterai dan cukup diminati saat pertama kali dijual ke pasaran. Minat tersebut hadir karena di tahun 1960-an masih banyak venue musik yang belum mampu mengakomodasi daya listrik yang dibutuhkan untuk mengoperasikan amplifier gitar. Di tahun 1980-an, Electro-Harmonix sempat memutuskan untuk berhenti memproduksi pedal efek gitar dan fokus untuk merancang sekaligus memproduksi vacuum tubes sebagai komponen amplifier gitar. Namun di tahun 1990-an, Electro-Harmonix mengetahui bahwa efek gitar yang sempat mereka rilis sebelumnya masih laku di pasaran, bahkan memiliki harga yang cukup tinggi untuk sebuah aksesori secondhand. Akhirnya, Electro-Harmonix kembali merilis rangkaian efek gitar mereka yang populer secara terbatas, termasuk juga mengenalkan produk Big Muff Pi dan Small Stone. Mulai di tahun 2002, Electro-Harmonix kembali untuk membuka lini produksi efek gitar mereka.

Demi menghadirkan pembeda di antara produsen efek gitar lainnya yang mulai berkembang pesat, Electro-Harmonix tetap memilih untuk merilis produk dengan tampilan yang vintage. Penyesuaian dengan komponen modern hanya digunakan untuk aspek konektivitas pada gitar dan amplifier-nya saja. Dengan arahan vintage, tentu saja efek Electro-Harmonix memiliki taksiran harga yang cukup tinggi di pasaran. Oleh karena itu di tahun 2006, demi memberi pilihan di pangsa pasar yang luas, Electro-Harmonix merilis rangkaian produksi efek micro dan nano. 

Di luar Amerika Serikat, Electro-Harmonix juga sempat menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan Uni Soviet. Hal tersebut didasari oleh kekhawatiran Electro-Harmonix yang dihadapkan pada masalah kebangkrutan. Dengan investor baru, akhirnya Mike Matthews pun memutuskan untuk membuka sebuah gudang manufaktur Electro-Harmonix di St. Petersburg, Saratov, dan Novosibirsk di tahun 1988. Agar dapat menarik pangsa pasar Uni Soviet, Mike Matthews pun mengganti nama Electro-Harmonix menjadi Sovtek. Di tahun 1990-an, perusahaan manufaktur Uni Soviet tersebut akhirnya merilis kembali efek-efek gitar yang khas dengan sejarah Electro-Harmonix, seperti Big Muff Pi dan Bassballs Filter. Efek gitar yang diproduksi oleh Sovtek juga dirancang dengan desain dan komponen elektronik yang berbeda dari Electro-Harmonix yang lebih dikenal di pangsa pasar internasional. Meskipun begitu, karakteristik efek keluaran Sovtek nyatanya mampu menarik minat banyak musisi dari luar kawasan Uni Soviet. 

Selain dikenal sebagai salah satu produsen efek gitar yang identik dengan perkembangan musik rock, Electro-Harmonix juga memperkenalkan lini produksi efek modulasi gitar, seperti reverb dengan nama Holy Grail, efek delay Memory Man, efek flanger analog Electric Mistress, dan efek chorus bernama Small Clone yang dikenal sebagai salah satu efek favorit dari Kurt Cobain. Billy Corgan dari The Smashing Pumpkins juga dikenal sebagai salah satu musisi yang kembali mempopulerkan Big Muff Pi, lini efek fuzz dari Electro-Harmonix. Karakteristik suara yang khas dari efek tersebut dapat terdengar hampir di seluruh lagu yang direkam untuk album Siamese Dream di tahun 1993 yang juga dianggap sebagai salah satu album legendaris yang pernah dirilis oleh The Smashing Pumpkins.

Image courtesy of John Abbott / Cornell Alumni Magazine

0 COMMENTS