Eleventwelfth Rilis Album Kompilasi ‘everything after’

Eleventwelfth Rilis Album Kompilasi ‘everything after’

  • By:
  • Rabu, 16 June 2021
  • 101 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Unit emo/indie rock Tanah Air, Eleventwelfth, kembali terdengar gaungnya di tahun 2021. Setelah merilis debut EP di Jepang pada 2017 silam, Eleventwelfth kembali hadir menyapa para penggemarnya di Indonesia dengan sebuah karya baru.

Masih berkaitan dengan Negeri Sakura, Eleventwelfth menyuguhkan sebuah album kompilasi bertajuk everything after. Album kompilasi dengan format CD ini dirilis melalui label asal Jepang, Waterslide Records pada 19 Mei 2021.

Everything after sendiri memuat nomor-nomor yang sudah pernah dirilis oleh Eleventwelfth sejak tahun 2017 hingga 2020. Dalam kurun waktu itu pula eleventwelfth secara persisten telah merilis single baru pada tanggal 11 Desember setiap tahunnya.

Beberapa tembang yang masuk ke dalam album kompilasi dari eleventwelfth ini di antaranya “Along with Its Consequences” yang terdapat di EP Out of Nowhere (2017) hingga “escape me from reality” yang hadir paling anyar, yakni di penghujung tahun 2020 lalu.

Adapun, lagu Out of Nowhere menjadi kali pertama untuk eleventwelfth merilis single setelah debut EP dirilis. Di sini mereka mencoba untuk mengkreasikan lagu berdurasi 8 menit yang dibagi menjadi empat bagian yakni “Along with it’s Consequences”, “Deeper into the Depth”, “Levitate”, dan “Still a Part of Your Home”. Keempat bagian lagu tersebut saling terkoneksi dan menciptakan nuansa biru dengan raungan ala math/twinkle emo yang khas.

“Lagu ini mungkin merefleksikan banyak hal di mana setiap orang ingin mengungkapkan sesuatu, namun tak kunjung mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal itu. ‘Out of Nowhere’ bercerita tentang rasa penyesalan, penolakan, kekecewaan, dan kebingungan yang saling terkait dan saling memengaruhi satu sama lainnya,” tulis Eleventwelfth melalui siaran pers yang diterima Supermusic ketika itu.

Sementara lagu A Pleasant Surprise menunjukkan sisi lain dari eleventwelfth dengan sebuah lagu akustik. Kemudian di lagu It's All My Mistakes merupakan bentuk eksperimen mereka dalam merekam lagu melalui sistem semi-analog menggunakan NEVE mixing console. Sedangkan di lagu Reality/Fantasy, eleventwelfth menantang diri mereka sendiri untuk menciptakan dua buah lagu yang saling berkesinambungan satu sama lainnya.

Lagu-lagu tersebut telah di-remaster sepenuhnya oleh eleventwelfth sehingga album kompilasi ini adalah puncak dari eksperimen yang coba dicapai oleh eleventwelfth setelah proyek debut EP mereka.

Di pengujung tahun 2020 lalu eleventwelfth kembali melanjutkan tradisi mereka, yakni melepas materi terbarunya di tiap tanggal 11 Desember. Dua nomor, mereka hadirkan di tahun 2020 lalu. Yakni “escape me from reality’ dan “capture me to fantasy”, yang juga turut dibantu oleh Six Thirty Recordings. Keduanya menyusul “it’s all my mistakes” yang hadir di tahun 2019.

“Escape me from reality” menceritakan tentang bagaimana seseorang berjuang dalam kesulitan yang dihadapi di kehidupan sehari-harinya tetapi tetap mempunyai sebuah tempat, sesuatu, atau seseorang yang dapat mereka sandarkan untuk menolong mereka dalam mengatasi kerisuhan yang terjadi di benak mereka. Di lain sisi, “capture me to fantasy” mengutarakan artinya melalui instrumentalisasi dari emosi yang seseorang rasakan setelah mereka mencoba untuk mengatasi kesukaran yang mereka alami dan dalam tahapan dimana mereka dapat melarikan diri dari realita mereka, sehingga menjadikan judul dua buah lagu ini berkesinambungan dengan satu sama lain.

"Sepanjang tahun 2017 hingga 2020, Eleventwelfth terus menerus merilis single baru pada tanggal 11 Desember setiap tahunnya."

"Memperluas perjalanan petualangan mereka untuk merekonstruksi suara yang telah mereka buat pada EP debut mereka yang berjudul self-titled, Eleventwelfth ingin membuktikan bahwa dengan setiap rilis baru mereka bersedia untuk mengeksplorasi dan siap mengambil risiko," tulis eleventwelfth dalam keterangan persnya.

Eleventwelfth bermula sebagai proyek musik yang diarsiteki oleh Rona Hartriant (vokal/gitar) dan Almas Makitsuna (drum) pada tahun 2014. Tak lama berselang disusul oleh Yogawerda Kessawa (gitar) untuk melengkapi formasi trio Eleventwelfth. 

 

Image source: Instagram/eleventwelfth

0 COMMENTS