japanese house Hodgepodge Superfest 2019

Exclusive Interview: Menyapa Amber Bain 'The Japanese House'

  • By: NND
  • Jumat, 13 September 2019
  • 314 Views
  • 8 Likes
  • 3 Shares

The Japanese House dan Amber Bain adalah salah satu nama yang paling ditunggu-tunggu dalam jajaran Hodgepodge Superfest 2019. Mengusung musik indie-pop dengan sentuhan elektronika, Japanese House mampu menyihir setiap pendengarnya.

Penampilannya di panggung hari pertama Hodgepodge Superfest 2019 memang fantastis. Sebelum ia hadir pun, animo fans Japanese House sudah tinggi.

Bibir panggung sudah rapat dipenuhi barisan penonton yang tak sabar. Japanese House memang tidak mengecewakan. Amber Bain—sebagai sosok yang berdiri di posisi paling tengah di atas panggung—menjadi pusat dari segalanya.

SUPERMUSIC berkesempatan mewawancarai Amber Bain sehabis set-nya. Di belakang panggung, Bain duduk memangku satu kakinya—terasa aura yang tenang dan ramah dari sosoknya.

“Sangat seru! Selalu menarik untuk datang ke sebuah negara yang baru saya kunjungi, apalagi mengetahui banyak yang ingin menonton panggung kita. Tapi jujur saja, perjalanan ini cukup gila, terutama sebagai sebuah tim.

Penerbangan yang panjang hingga sepuluh jam, transit yang juga lama; jadi semuanya cukup melelahkan, tapi overall semuanya sangat seru,” ujar Bain.

Tanpa menunda, kami langsung dibidik ke arah perilisan album debutnya yang mengudara belum lama ini.

“Setelah merilis album pertama saya? Ya! Cukup seru, kok. Menarik sekali rasanya menggarap sebuah full-length, mengingat selama ini saya lebih sering merilis EP.

Sekarang sudah rilis, Album itu menjadi seperti sebuah langkap berikutnya untuk saya dan Japanese House sendiri,” paparnya.

Masih dalam topik rilisan baru, Amber juga membeberkan bahwa Japanese House akan segera menyajikan EP baru.

“Ya, akan ada EP baru yang seger meluncur beberapa saat lagi,” ungkapnya. “Saya belum tahu kapan resminya akan bisa dirilis, tapi EP baru ini akan segera beredar, kok.”

Catat! Bagi para fans-nya, segera siapkan telinga kalian untuk rilisan terbaru dari Japanese House.

Amber juga memastikan pertanyaan selanjutnya terkait sound dari EP barunya, “Ya, EP ini akan terasa sedikit berbeda ketimbang rilisan saya sebelumnya.”

Jelas rasanya, mengingat beberapa rilisan terakhir, proses kreatif di baliknya turut serta melibatkan salah seorang mastermind di balik The 1975, George Daniel.

Supermusic kemudian menanyakan perempuan kelahiran tahun 1995 itu terkait kisahnya bergabung dalam label Dirty Hit—label terkenal dengan rosternya macam The 1975 dan Wolf Alice.

“Semua berawal dari seorang kerabat saya yang memang menjalin hubungan dengan salah seorang yang bekerja di Dirty Hit,” tegasnya. “Ia kemudian mengenalkan saya kepada label tersebut, dan dari situlah saya bergabung dengan Dirty Hit.”

Selanjutnya, kami mencoba membedah pendekatan musik yang memang telah menjadi ciri khas dari Japanese House—percampuran antara instrumen konvensional bak gitar, bass, dan keyboard dengan aksen-aksen elektronika yang juga terdengar kental dari musiknya.

“Ya, saya rasa itu benar, saya memang suka mencampur keduanya,” ucapnya. Kemudian, ia juga menjelaskan latar yang membuatnya menggubah musik serupa.

“Saya sangat suka bermain alat musik, dan saya rasa bermain alat musik itu cukup penting. Namun disaat yang bersamaan, saya juga sangat menyukai producing dan menghadirkan suara-suara elektronika ke dalam karya saya.

Kedua hal ini tidak akan pernah berubah, jadi mereka akan selalu menjadi bagian dari musik saya,” ungkap Bain.

Mendengar jawabnya, kami pun seakan menggali lebih dalam. Kami cukup penasaran dengan proses penulisan lagu seorang Amber Bain.

Menyikapi kecintaannya terhadap kedua aspek dominan dalam musiknya itu; kami ingin tahu mana yang datang duluan saat menyusun lagu baru: instrumen konvensional, atau produksi suara elektronika?

It’s different every time,” kupasnya sembari tersenyum ramah.

Menutup wawancara itu, kamipun menyempatkan bertanya kepada Amber, apakah dirinya telah mencoba makanan lokal Nusantara.

“Saya baru mendarat beberapa jam yang lalu, dan langsung menuju ke Hodgepodge Superfest 2019. Jadi saya belum sempat mencoba satupun makanan lokal. Meski begitu, saya penasaran!” ucapnya, tampak sedikit tawa merembes keluar.

Kami ingin menyarankannya untuk memakan rendang, namun ketika dipastikan, nampaknya Amber tidak makan daging. Sayang sekali, Amber!

Meski baru beberapa menit sehabis turun panggung, wawancara bersama Amber berlangsung santai. Walaupun tampak lelah, Amber tetap ramah menyapa rekan-rekan media. Set fantastisnya masih cukup berbekas di hati para penonton yang menyimak.

Tampaknya pengaruh musiknya itu bisa terasa juga dengan sekedar berbincang bersamanya. Berbicara dengan akrab dengannya, terasa aura seorang Amber yang memang sebenang dengan apa yang dihasilkan melalui musiknya— mungkin hal ini menandakan bahwa musiknya cukup jujur.

Bukan hanya Japanese House, The Used, Prophets of Rage dan State Champs—kami juga telah berbincang-bincang dengan sejumlah musisi lokal yang menjadi lineup di Hodgepodge Superfest 2019. Pantau terus SUPERMUSIC untuk kelanjutannya!

1 COMMENTS
  • Christianseanl

    Like

Info Terkait

superbuzz
347 views
supernoize
904 views
supershow
396 views

Rich Brian Bakal Beraksi di Jakarta

superbuzz
499 views
superbuzz
256 views