the used hpsf19

Exclusive Interview: The Used Berbicara Emo dan Tips Manggung

  • By: NND
  • Rabu, 4 September 2019
  • 272 Views
  • 2 Likes
  • 1 Shares

Pada tanggal 31 Agustus 2019, tepatnya di atas panggung Supermusic stage, di dalam gelaran Hodgepodge Superfest 2019 yang bertempat di Allianz Ecopark, Ancol Jakarta merumahi salah satu nama besar dalam halaman musik emo untuk kedua kalinya. Ya, The Used, yang sekarang digawangi oleh  Jeph Howard (bass), Bert McCracken (voc), Dan Whitesides (drums), dan Joey Bradford (guitar) kembali melepas musik-musik mereka dengan aksi panggung yang fantastis untuk para pengunjungnya. Terakhir, mereka berkunjung ke Nusantara pada tahun 2008, lebih dari sepuluh tahun yang lalu.

Namun, sebelum menapak panggung, tim supermusic berkesempatan untuk menghadiri sesi interview bersama dengan rekan-rekan media lainnya. Di samping panggung SUPERMUSIC, tempat mereka akan bermain nantinya, keempat personil band asal Utah, Amerika itu duduk untuk diwawancarai. Ketika memasuki tenda backstage, nampak keempatnya sudah antusias menyambut rekan-rekan media. Sangat antusias bahkan, hingga ketika kita masuk ke dalam tenda, terlihatlah mereka yang menyapa kita dengan meriah—hingga teriak-teriak. Bert duduk di ujung paling kiri sofa tiga seating, Dan Whitesides ditengah, dan Jeph duduk di sandaran sofa ujung kanan—kakinya nyaman menumpu di dudukan sofa. Joey terpisah, duduk nyaman di sofa single seat.

***

How did you guys get in here!?” ucap Bert sang vokalis seraya bercanda. Suasana langsung disetir ke arah yang riang dan tidak kaku.

Menyapa balik keempatnya dengan ramah, tim SUPERMUSIC menanyakan kabar dari The Used—itu, dan bagaimana Jakarta, Indonesia memperlakukan mereka sejauh ini. Mereka menjawabnya dengan respon yang memuaskan dan sesi tanya jawab pun dimulai.

Album baru langsung menjadi sasaran utama. Diketahui bahwa The Used sudah mempersiapkan materi baru, proses rekaman pun juga sudah dijalani. “Kita punya beberapa bulan lagi untuk merekam, tapi semuanya sudah terbentuk dan sudah mau beres,” tutur sang drummer Dan Whitesides. Kami pun memastikan, akankah album kedelapan dan terbaru mereka itu akan lepas pada tahun 2020, yang kemudian dimantapkan oleh Bert, “Ya. Seratus persen!”

Selanjutnya, genre yang mereka usung, emo, menjadi topik pembicaraan di dalam tenda backstage tersebut. Mereka menyatakan tidak terlalu ambil pusing terkait luasnya kategori emo, dan di mana posisi musik The Used dalam lapangan musik emo.

“Musik dari John Lennon bisa membuat orang menangis—bagi saya itu emo,” ungkap Bert sembari sedikit tersenyum—mengindikasikan keseriusan yang dibungkus sepercik guyonan. Tawa satu band itu pun menyusul tak lama setelahnya. “Musik David Bowie juga masuk kategori emo, bagi saya,” sambungnya dengan lebih serius.

“Sejujurnya, saya tidak begitu tahu tentang pembagian musik emo yang dilakukan terhadap band-band dengan musik yang sama seperti kita. Nine Inch Nails juga emo, tapi dia tidak masuk ke dalam kategori seperti kita,” kupas Bert masih dalam topik yang sama. Rekan sejawatnya dalam posisi gitar, Joey Bradford, turut melimpahi secara jenaka, “Mungkin pembagiannya ada di era?”—yang kemudian langsung dibalas umpatan oleh Bert. “F*ck era!” sahutnya.

Jeph Howard, sang bassist yang dari tadi cukup tenang—tidak seperti personel yang lain—akhirnya turut angkat bicara, “Lepas dari apapun kategori emo yang dilekatkan pada musik kita, kita memiliki jajaran lagu yang cukup luas—kita punya lagu yang heavy, yang pelan pakai piano, yang melankolis, yang marah-marah.”

Mengekor dari respons tersebut, Bert pun juga terjun ke arah yang lebih serius. “Emo itu seperti memes, ia itu seperti sebuah potongan rambut yang biasa di olok-olok—dan musik kita sama sekali tidak seperti itu. Tapi, jika berbicara musik jujur yang berasal dari hati, dan musik tersebut terkenal; maka rasanya seperti ‘Wohoo!’”.

“Ya, musik kita jujur. Dan saya rasa band-band yang hebat selalu menulis musik yang jujur dan berasal dari hati. Mereka memiliki koneksi dengan emosi, dan itulah intinya. Bahkan musik Beethoven juga emosional jika dilihat dengan konteks ini,” susul Dan.

“Mariah Carey?”, tanya Joey. “Emosional juga!” balas sang drummer secara sigap. “Janet Jackson?” sang gitaris kembali bertanya. “Emosional!”. Tanya jawab jenaka itu disambut oleh Bert yang bernyanyi ala sang kakak dari “The King of Pop” tersebut—lengkap dengan nada tinggi yang membuat semua tertawa.

Kami juga menanyakan perihal aksi panggung the Used yang selalu maksimal. Sudah berjalan pakem selama 18 tahun, band tersebut masih selalu menyajikan aksi panggung yang gila. Kami bertanya bagaimana mereka bisa tetap menjaga performa mereka, dan dari mana asalnya aksi-aksi gila tersebut.

Untuk itu, Bert dan Dan sepakat untuk menjawabnya. “Olahraga yang cukup!” kata sang drummer. “Tidak lupa, minum banyak kafein. Ka-fe-in!” sambung Bert secara semangat.

“Sejujurnya, musik kami memang lively dan upbeat. Jadi itu terjadi secara natural,” pungkas Joey. Bert turut serta menimpalkan pendapatnya sebagai vokalis—posisi yang juga paling aktif di atas panggung, “Ya, kami sangat mencintai musik kami. Jadi, atas dasar itu, saya tidak bisa menyanyikannya dengan berdiam diri atau hanya bergerak sedikit. Musik ini menggerakan jiwa kami, jadi dari sanalah aksi-aksi gila itu muncul.”

“Kita masih sangat mencintai musik ini,” kemas Jeph menutup jawaban mereka.

Sesi tanya jawab kembali membahas album terbarunya. Ketika ditanya terkait arah sound di album barunya, mereka menyatakan bahwa album kedelapan itu akan menyajikan percampuran yang pas dari keseluruhan album-album terdahulu mereka; setidaknya, seperti itulah yang mereka bidik dalam menggubah album tersebut.

“Saya berharap album ini bisa menjadi seperti kombinasi dari seluruh materi yang sudah kami ciptakan,” pungkas Bert.

Tiba di penghujung sesi wawancara, The Used—seperti sebagaimana keutuhan sesi ini berlangsung—menyempatkan untuk bergurau. “Sudah lihat setlist kita belum?” tanya Bert. “Kita hanya akan memainkan dua lagu! Surprise!”. “Tidak, tidak. Kita akan membawa 13 lagu,” potong Dan. “Tapi hanya ‘Taste of Ink’ yang diulang terus menerus.”

***

Tentunya, candaan mereka dipastikan hanya sebatas guyonan tak serius. Ketika menapak panggung, The Used membawakan setlist penuh ragam yang juga dibanjiri oleh lagu-lagu legendaris mereka. Penonton Hodgepodge Superfest 2019 berhasil dicandu oleh tembang-tembang emo macam “All That I’ve Got”, “Blue and Yellow”, dan tentunya “Box Full of Sharp Objects” yang dipercayai sebagai penutup aksi mereka.

Entah kafein itu benar berpengaruh atau tidak, namun menilik aksi mereka di atas panggung malam itu, terasa benar kecintaan mereka terhadap lagu-lagu yang mereka gubah. Seperti biasanya, The Used tampil gahar dan energetik—gila, bahkan.  Keringat yang bercucur dari kening mereka memastikan itu. “Kami janji tidak akan memakan waktu selama 10 tahun lagi untuk kembali kesini!” sahut Bert di atas panggung Supermusic saat set mereka menyalak dengan lantang.

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
36 views
supericon
23 views
superbuzz
237 views
superbuzz
191 views
superbuzz
133 views
superbuzz
188 views