Fachmi ‘Mortus’ Band Metal Indonesia Tidak Butuh Label untuk Menjadi Besar

  • By: LS
  • Selasa, 10 November 2015
  • 13267 Views
  • 1 Likes
  • 1 Shares

Banyak faktor yang membuat berbagai band metal di Indonesia bisa bertahan dan meraih dukungan dari fans. Fachmi, bassist band thrash metal asal Jakarta Mortus mengatakan, label bukan lah faktor utama. Kekuatan persaudaraan dari fans metal juga jadi salah satu elemen pendukung. Sudah tidak aneh lagi ketika bertemu dengan anak SMP sampai penonton setengah baya di skena ini.

“Kita justru butuhnya konsumen yang masih muda, kayak di umur 12-21 tahun. Untuk industri musik, ya. Apalagi metal itu bergerak tanpa label. Label itu cuma datang dan pergi. Tapi kekuatan di metal itu persaudaraannya yang tua dan muda itu enggak ada jarak. Kita sama, mau umur 12 tahun atau 40 tahun jiwanya tetap metal,” ujar Fachmi saat ditemui dalam gelaran Jakartacore, Minggu (1/11) lalu.

Penggemar muda memang penting dan berpengaruh, tapi para musisi muda yang terjun di skena metal pun turut andil dalam mempertahankan musik metal. Fachmi mengatakan, “Kita butuh orang-orang yang masih muda. Apalagi mereka bermain musik yang sama dengan kita. Otomatis mereka mendukung kita. Dalam artian, mereka menghidupkan musik metal sampai jaman ini”.

Kondisi skena metal sekarang dan ketika Mortus mengawali karir sangat lah berbeda. Bahkan Fachmi dan kawan-kawan satu skena metal mesti menghadapi berbagai tantangan sampai susah manggung dan dikira membawakan aliran sesat. Stigma itu kini sudah tidak terdengar lagi dan untungnya banyak yang sudah bisa berpikiran terbuka.

“Banyak band baru yang bagus bahkan lebih famous dari band dulu. Pertama, waktunya memang pas. Tahun 2000 sampai 2015 memang tepat untuk band muda yang mau promo. Kalau band lama mungkin agak kasihan juga. Dari jam terbang kurang, terus pergaulan ke bawahnya juga kurang”.

Ini memang waktu yang pas. Generasi muda juga turut menikmati musik metal. Di luar semua itu, masyarakat metal di Indonesia memang berdiri sendiri. Fachmi kembali menegaskan, bertahannya skena musik ini di Indonesia adalah karena konsep persaudaraan yang kuat. “Masyarakat metal di Indonesia tidak didukung dengan major label. Band metal Indonesia itu masyarakat metalnya berdiri sendiri, tanpa dukungan siapapun. Di kita pun tidak ada yang menyatakan, ‘Kita ketuanya metal di Indonesia’”.

Band kelas dunia mungkin bisa terus bertahan karena didukung label dan promo gila-gilaan, tapi band metal di Indonesia bisa bertahan karena usaha sendiri. “Iron Maiden dan Black Sabbath bisa terkenal sampai sekarang karena label. Kita di sini bisa besar dengan usaha sendiri,” ujar Fachmi.

Foto: Fahman Fauzi

0 COMMENTS

Info Terkait