tren karaoke

Fenomena Tren Pesta Karaoke di Indonesia

  • By: NND
  • Jumat, 8 November 2019
  • 182 Views
  • 3 Likes
  • 3 Shares

Beberapa tahun terakhir, “karaoke” kembali disorot muda-mudi hingga mengalami pergeseran. Karaoke sudah keluar dari bilik-bilik kecilnya. Demam karaoke menyebar kencang dan mendarat di tempat-tempat tak terduga. Saat ini karaoke bisa saja hadir di klab malam, bar, hingga panggung-panggung festival. Karaoke, seiring berkembangnya zaman, tidak lagi berbekal TV dan mic, tapi justru DJ set, tenggorokan, dan sepatu dansa.

Bagaimana bisa sampai seperti ini? Rumitnya, mungkin akan jatuh ke dalam bahasan psikologis terkait hasrat bernostalgia dan hubungannya dengan gaya hidup remaja kontemporer. Demand untuk melantangkan lagu-lagu lawas secara berbarengan di tempat ramai orang ini tidak datang dari nol, pengaruhnya banyak.

Mengutip Ryo Wicaksono melalui wawancaranya dengan pihak Whiteboard Journal, ia menyatakan bahwa, “Kalau soal kenapa (karaoke massal )menjamur sih efek latah saja menurut saya. Ada tempat yang berhasil bikin acara karaoke full orang-orang sampai mengantre masuknya, di social media juga tersebar fotonya kalau karaokenya meriah, ya sudah tempat-tempat yang lain mulai mengikuti.”

Selain memang seru, interaktif, dan umum; karaoke massal hadir sebagai hiburan alternatif di tempat-tempat terbuka. Bar? Memang ada live music, tapi DJ set membuat semuanya jadi lebih mudah dan menjaga orisinalitas lagunya.

Klab malam? Bola disko tidak lagi menaungi remaja joget, tapi juga sambil bernyanyi. Festival musik? Kenapa tidak? Semakin ramai maka semakin seru! Melaluinya, terlihat jelas bagaimana karaoke mampu—secara fleksibel—menyusup masuk dan memberikan tandingan alternatif yang paten.

Tren ini dijaga stabilnya oleh para pegiat sadar akan demand besar karaoke massal. Meski begitu, tren tetaplah tren, dan biasanya bersifat temporer. Maka, akan selalu ada cara agar karaoke massal supaya lebih variatif dan tidak menjemukan. Tema, kostum, bintang tamu, atau gimmick lainnya; seribu jurus pun dilancarkan.

Contoh saja Oomleo, personel Goodnight Electric ini sudah lama berkecimpung di dunia karaoke. Jam terbangnya tidak main-main, yaitu sejak awal dekade 2000-an. Namun, barulah pada tahun 2010 ia menyadari teknologi sudah mumpuni untuk menggelar acara karaoke massal dengan merek "Oomleo Berkaraoke".

Agar gelarannya lebih berbumbu, ia sering menghadirkan bintang tamu mengejutkan. Secara totalitas, ia bisa menghadirkan musisi yang lagunya ia mainkan. Oomleo pernah mendatangkan Wali, Radja, boyband SMASH, dan musisi lainnya ke panggung set-nya.

Sumber foto

Ada juga Videostarr dengan pendekatan pop culture yang lebih kental. Bedanya di mana? Visualisasi. Kuratorial tidak berhenti di musik dan merambah ranah visual yang membuat party-party mereka terasa lebih tematik.

Tak jarang, undang-mengundang ke balik bilik DJ juga jadi senjata mereka. Itulah beberapa contoh upaya penggerak karaoke massal di Jakarta demi keunikan dan karakter khas gelaran mereka. Menghindari kejenuhan dan memberikan variasi jadi dorongan mereka, selain tentunya, bersenang-senang juga.

Namun, tren karaoke massal yang “lihai menyusup” tak hanya menerabas ke berbagai lokasi fisik. Budaya, atau lebih spesifiknya, “kancah” juga tak lekang dari bidikannya. Pernah dengar Lawless YouTube Squad? Bagaimana dengan Mayhem X?

Mereka juga pengusung format karaoke massal, bedanya, target penonton mereka lebih terarah—lebih spesifik. Jika kalian menyukai musik keras ala punk HC, ikut moshing dan minum bir dalam jumlah banyak, maka hadirilah aksi-aksi gila dari Arian, Gofar dan Sammy di pesta pora Lawless.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

The Beagle Boys of Kemang. . . Pic: @fabrikeatery #lawlessyoutubesquad

A post shared by Sammy Bramantyo (@sam_bram) on

Sementara, kalau kalian ingin mendengarkan lagu dari album pertama Primal Scream, koor massal “Love Will Tear Us Apart”, dan melihat jagoan band indie nge-DJ, Mayhem X akan jadi pilihan tepat. Di sini, kita dihadapkan dengan penempatan karaoke massal yang diterapkan oleh masing-masing scene untuk merebus antusiasme penggemarnya.

Bukan lagi berbicara skena, kali ini cakupannya jauh lebih luas: genre musik. Genre apa lagi yang sedang bangkit dari kubur selain emo? Emo Night nama produknya, penggeraknya? Memang masih pelaku scene, tapi banyak dan lintas kota. Ada benang merah antara emo dan karaoke massal, mereka identik dengan nostalgia. Begitu jadinya di berbagai Emo Night lintas kota di Indonesia.

Gelaran-gelaran serupa sudah berjalan kuat untuk beberapa tahun. Musiknya juga beragam; dari yang lawas, guilty pleasure, koplo dan dangdut, hingga musik yang lebih spesifik sekalipun. Selain itu, menggelarnya juga tidak serumit live music, karaoke hanya butuh gerak budaya populer yang mampu merubah pengertian mendasar “karaoke” menjadi inklusif.

Akankah karaoke massal terus berkembang? Berapa lama lagi usianya? Entahlah. Namun, menyikapi tahun baru 2020, tampaknya posisi karaoke massal masih aman. Peminat masih banyak, dan lagu-lagu lawas belum terdengar menjenuhkan. Apakah kalian temasuk salah satu yang suka menyambangi acara serupa? Jawab jujur, apa lagu-lagu favorit kalian kala menghadiri karaoke massal bersama teman-teman? Suarakan jawabnya di kolom komentar!

0 COMMENTS

Info Terkait

superbuzz
28 views
superbuzz
157 views
superbuzz
146 views
superbuzz
204 views

5 Jagoan Pesta Karaoke Masa Kini

superbuzz
154 views