Fontaines D.C. Ungkap Proses Akhir Album Baru

Fontaines D.C. Ungkap Proses Akhir Album Baru

  • By:
  • Kamis, 1 April 2021
  • 110 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Dalam 5 tahun ke belakang, baik skena maupun genre musik kerap ditemukan mengalami kebangkitan kembali atau dikenal dengan istilah yang lebih keren, yaitu revival. Untuk genre post-punk sendiri, salah satu penggiat revival tersebut diwakili oleh hadirnya Fontaines D.C. di tahun 2017. Fontaines D.C. merupakan sebuah band post-punk revival asal Dublin, Irlandia dan di tahun keempat perjalanan kariernya, Fontaines D.C. mengumumkan bahwa mereka sedang memasuki tahap akhir dalam penantian album ketiganya.

Berita terkait proses produksi album yang sedang dijalankan oleh Fontaines D.C. ini diungkap oleh sang pemain bass Conor Deegan III melalui platform Reddit. Pada 14 Maret lalu, Fontaines D.C. yang diwakilkan oleh Conor Deegan III dan Conor Curley, sang gitaris, membuka sesi Ask Me Anything (AMA) pada platform tersebut. Sesi tersebut memberi kebebasan kepada para fans maupun pengguna platform Reddit untuk bertanya tentang banyak hal kepada Fontaines D.C.

Salah satu pertanyaan yang diunggah kepada Fontaines D.C. membahas terkait perkembangan album ketiga mereka. Conor Deegan III selaku perwakilan Fontaines D.C. dalam sesi tersebut menjelaskan bahwa band post-punk asal Irlandia tersebut baru saja menyelesaikan proses mixing. Conor Deegan III pun meyakinkan kepada para penggemar Fontaines D.C., bahwa album baru band yang menaunginya tersebut akan menawarkan sesuatu hal yang berbeda dengan kualitas yang lebih baik dari karya-karya mereka sebelumnya. Pemain bass di dalam tubuh Fontaines D.C. tersebut juga mengungkapkan bahwa protokol isolasi yang jadi mandat di kawasan Inggris Raya ini cukup membawa pengaruh baik dalam proses rekaman yang dijalani band post-punk tersebut. Conor Deegan menambahkan bahwa dengan banyaknya waktu yang kosong, membuat Fontaines D.C. dapat memusatkan pikiran mereka ke dalam proyek album yang sedang dikerjakan. Selain itu, Fontaines D.C. juga mendapatkan pengalaman dan ilmu lebih terkait melakukan sesi rekaman yang ideal untuk kebutuhan mereka.

Meskipun sebelumnya harus membagi pikiran dengan konser dan aktivitas rekaman, kedua album yang telah dirilis oleh Fontaines D.C. sebelumnya pun dianggap menjadi dua album yang sangat baik sebagai band pendatang baru oleh para penggemar musik post-punk. Dirilis di tahun 2019, album perdana Fontaines D.C. hadir dengan nama Dogrel. Judul album tersebut dipilih sebagai sebuah representasi dari puisi kelas pekerja di Irlandia bernama Doggerel, sekaligus juga jadi penghormatan kepada William McGonagall dan Ogden Nash yang mempopulerkan gaya puisi tersebut sejak tahun 1630. 

Beberapa media musik internasional menganggap bahwa album perdana yang dirilis oleh Fontaines D.C. membawa harapan akan bangkitnya genre musik punk yang straight forward dan kembali membicarakan tentang isu sosial dibandingkan dengan personal. Album perdana dari Fontaines D.C. dianggap berhasil menangkap gambaran hidup masyarakat urban yang ada di kota Dublin terkait gaya hidup serta permasalahan finansial yang terjadi di antara kehidupan mereka. Bahkan berkat gambaran yang jelas tersebut, salah satu di antara media internasional memberikan penilaian tertinggi untuk band satu ini dengan menganugerahi bintang 5 untuk album Dogrel. Seusai merilis album perdananya di tahun 2019, Fontaines D.C. langsung melakukan tur konser promosi album ke 50 kota yang tersebar di Irlandia, Eropa, serta Amerika Utara. 

Berselang hampir satu tahun dari rilisnya album pertama, Fontaines D.C. kembali merilis album kedua mereka di tahun 2020 berjudul A Hero’s Death. Dalam waktu singkat, Fontaines D.C. berhasil menghadirkan nuansa yang berbeda tanpa merombak karakteristik musik mereka secara utuh. Sentuhan musik psychedelic menghadirkan dimensi yang berbeda untuk karya-karya Fontaines D.C. di album keduanya tersebut. Fontaines D.C. mengakui bahwa Beach Boys merupakan salah satu inspirasi yang berhasil menghadirkan elemen menarik terhadap musik di album barunya. Selain itu, Fontaines D.C. juga diketahui menulis dan merekam lagu-lagu album keduanya ketika mereka sedang melangsungkan tur di Amerika Serikat. Sekali lagi, sastra jadi referensi utama dalam pemilihan judul album kedua bagi Fontaines D.C.

Terbentuk di tahun 2017, Fontaines D.C. dibentuk oleh Grian Chatten (vokal), Carlos O'Connell (gitar), Conor Curley (gitar), Conor Deegan III (bass), dan Tom Coll (drum) atas kecintaan yang sama terhadap karya sastra, yaitu puisi. Kelima pendiri Fontaines D.C. tersebut sama-sama mengemban ilmu di British and Irish Modern Music Institute. Bahkan sebelum Fontaines D.C.resmi didirikan, ketiga pemuda tersebut sempat merilis dua buah koleksi puisi dengan judul Vroom dan Windings. Koleksi buku puisi pertama berjudul Vroom sangat terpengaruh dengan karya-karya yang datang dari pergerakan Beat Poets, kelompok penyair yang terdiri dari Jack Kerouac dan Allen Ginsberg. Untuk buku puisi kedua yang dirilis oleh para anggota Fontaines D.C. berjudul Windings, menghadirkan pendekatan kreatif yang lebih lokal dengan inspirasi dari penyair Irlandia, seperti Patrick Kavanagh, James Joyce, dan W. B. Yeats. Meskipun begitu, hampir seluruh karya puisi yang ditulis oleh para anggota Fontaines D.C. tidak mereka rombak sebagai materi lagu-lagunya, kecuali satu puisi berjudul Television Screens yang hadir sebagai salah satu nomor yang melengkapi album Dogrel. Nama Fontaines D.C. sendiri ternyata diambil dari referensi budaya populer, yaitu salah satu karakter pada film The Godfather bernama Johnny Fontane yang merupakan seorang penyanyi dalam film tersebut.

Image courtesy of Fontaines D.C.

0 COMMENTS