Foo Fighters

Foo Fighters Rilis Single Anyar untuk Sambut Album ke-10 “Medicine at Midnight”

  • By:
  • Minggu, 24 January 2021
  • 214 Views
  • 0 Likes
  • 0 Shares

Foo Fighter memulai tahun 2021 dengan karya musik baru. Unit rock asal Seattle Amerika Serikat itu merilis lagu anyar dalam rangka menyambut perjalanan menuju album terbaru Foo Fighter yang diberi tajuk Medicine at Midnight.

Medicine at Midnight sendiri akan menjadi album studio ke-10 Foo Fighters. Awalnya album termutakhir tersebut dijadwalkan bakal rilis pada tahun 2020, namun pandemi COVID-19 bikin rencananya itu kudu mundur hingga perkiraan di tanggal 5 Februari 2021.

Langkah untuk mempromosikan album baru sudah dimulai Foo Fighters sejak 27 November tahun lalu ketika Foo Fighters merilis single berjudul Shame Shame yang disebut-sebut sebagai nomor pertama dari album terbarunya nanti.

Perilisan lagu itu juga diiringi dengan dilepasnya video musik. Grohl menjelaskan bahwa video musik 'Shame Shame' dipengaruhi oleh “sudut gelap” dari jiwanya yang ia alami selama lebih dari 40 tahun.

"Sungguh gila, ide untuk video itu berasal dari mimpi yang saya alami ketika berusia 14 atau 15 tahun yang saya ingat sepanjang hidup saya," kata Grohl kepada NME.

Tak berhenti sampai di sana, Foo Fighters juga baru saja merilis single anyar berjudul No Son of Mine pada 1 Januari 2021. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, gitaris Chris Shiflett menggambarkan lagu itu sebagai "pasti sedikit berbeda dari apa pun yang pernah kami lakukan sebelumnya" dan "sedikit berbeda dari apa pun dalam album itu.

Dia mencatat bahwa album Foo Fighters ini berbeda dengan album sebelumnya, Concrete and Gold 2017. Disebutkan album baru kali ini memiliki banyak materi "berbasis alur" sebagai hasil dari perspektif pemimpin band Dave Grohl. "Dave adalah seorang drummer," katanya pada The Brag, "jadi dia selalu membuat tikungan dan riff ritmis berdasarkan ritme yang dia dengar di kepalanya.”

Lagu baru Foo Fighters ini digerakkan oleh rock country yang dominan dan bahkan nuansa rockabilly, dengan backing vokal bernada tinggi gaya 70-an yang kontras. Liriknya sepertinya membahas kemunafikan atau kebingungan yang terkait dengan ruang antara pengampunan dan penyangkalan, sebagaimana Grohl menggambarkan "hidup mati" yang memiliki "tangan kepada Tuhan dengan satu kaki di kuburan" dalam "zaman kepolosan yang hilang".

Tur Ditunda, Foo FIghters Fokus Rampungkan Album Baru

Foo Fighters pernah bikin gempar karena tetap memaksakan tampil di atas panggung ketika salah satu personelnya sedang patah kaki. Hal ini dilakukan agar konser untuk merayakan ulang tahun ke-20 Foo Fighters kala itu masih bisa berlangsung.

Namun, pandemi COVID-19 akhirnya bikin Foo Fighters tak bisa berkutik. Foo Fighters menunda tur ulang tahun ke-25 mereka, Van Tour 2020, pada tahun lalu. Kabar ini mereka sebarkan pada 16 Maret lalu melalui berbagai kanal sosial media.

“Manggung dengan tulang patah di sekujur kaki jelas berbeda dengan konser yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan KALIAN. We f****n love you guys, jadi kita lebih baik menunggu dan melakukannya dengan benar,” tulis Grohl.

Namun ditundanya konser itu memberi berkah lain buat Foo Fighters. Ya, penggarapan album baru mereka akhirnya bisa dirampungkan. Grohl sudah menyebutkan kalau mereka telah selesai mengerjakan album kesepuluh, dan katanya bakal "killer" pada tahun lalu.

Tak hanya Foo Fighters, beberapa band kenamaan seperti Rage Against the Machine, Pearl Jam dan My Chemical Romance pun menunda semua agenda konser mereka. “Sesegera mungkin kami diizinkan tampil, kami langsung menggila seperti biasanya. Janji. Nah, jangan lupa cuci tangan masing-masing,” tutup Grohl.

Van Tour 2020 rencananya akan dimulai pada 12 April di Talking Stick Resort Arena di Phoenix, AS dan ditutup pada 20 Mei di First Ontario Centre di Hamilton, Ontario, Kanada. Pada tur kali ini, Foo Fighters juga dijadwalkan akan tampil di beberapa venue kecil tempat mereka tampil di tur perdana pada 1995.

Selama rangkaian Van Tour 2020, penonton tidak hanya bisa menonton aksi panggung tapi juga mengintip cuplikan dokumenter terbaru Grohl, What Drives Us. Dalam dokumenter tersebut, Grohl mewawancara beberapa musisi mengapa mereka sempat nekat menggelar tur bermodalkan mobil van.

“What Drives Us akan menggali motivasi, anekdot dan cerita pribadi, sekaligus menjelajahi beban fisik dan mental saat menggelar tur bermodalkan van melalui wawancara dengan personil band-band veteran seperti Black Flag, Dead Kennedys, Metallica dan The Beatles, hingga masih banyak lagi,” tutup Foo Fighters.

Sayangnya konser itu pada akhirnya tidak bisa terwujud di tahun lalu, meski begitu Foo Fighters selalu punya cara untuk menghibur para penggemar setia mereka dengan mengebut pengerjaan album baru. So, mari nantikan rilisnya album Medicine at Midnight pada 5 Februari mendatang.

0 COMMENTS