Fourtwnty Ajak Bersantai Lewat Single Kursi Goyang

Fourtwnty Rilis Single "Kursi Goyang" bernuana Santai

  • By:
  • Selasa, 16 March 2021
  • 164 Views
  • 1 Likes
  • 0 Shares

Misi menyentil sisi-sisi kehidupan manusia masih dilanjutkan oleh Fourtwnty. Band indie folk Tanah Air itu kembali merilis lagu baru yang memiliki tema demikian dalam judul "Kursi Goyang".

Mendarat pada pengujung Februari 2021, lagu yang ditulis oleh sang vokalis Fourtwnty, Ari Lesmana, ini disebut sarat akan makna kehidupan. Ari menyebut bahwa pesan dari lagu ini untuk mengingatkan masyarakat agar tak lupa bersantai di tengah hiruk-pikuk kesibukan.

Lagu Fourtwnty ini juga disebut terinspirasi dari kisah orang-orang yang sedang berada di puncak kehidupan, namun lupa untuk bersantai. Padahal menurut Fourtwnty, hal tersebut sebenarnya bisa dilakukan dengan cara sederhana, seperti bersandar di Kursi Goyang dan bertemu siapapun atau apapun yang membuat semua merasa hangat.

"Lirik lagu Kursi Goyang terinspirasi dari kisah orang-orang yang sedang berada di puncak kehidupan mereka, namun lupa untuk bersantai," ungkap Ari Lesmana dalam siaran persnya.

"Hidup tidak selalu tentang apa yang kamu capai, tapi lebih kepada apa yang membuatmu santai," lanjutnya.

Pada proses pembuatannya, Fourtwnty dibantu oleh Andika Dwi Putra Arman sebagai produser. Lagu Kursi Goyang sudah dirilis Fourtwnty dengan video liriknya pada 23 Februari 2021 di kanal YouTube Fourtwnty Music. Bersamaan dengan perilisan lagu itu, Fourtwnty juga mengadakan acara eksklusif secara Live Streaming di media Fourtwnty Music, yakni kanal Youtube Seada-adanya.

Lagu Kursi Goyang yang saat ini juga sudah tersedia di berbagai layanan streaming digital. Lagu Kursi Goyang dari Fourtwnty pun dikabarkan juga menjadi OST dari film Ben & Jody yang rencananya rilis pada tahun ini.

Baca juga: Satu Dekade Perjalanan Fourtwnty: Dari Zona Nyaman hingga Nematomorpha

Fourtwnty sendiri terbilang cukup lama dalam merilis karya baru. Sebelum lagu Kursi Goyang, Fourtwnty sudah melepas single berjudul Nematomorpha pada April 2020.

"Fourtwnty ingin menyampaikan pesan untuk tetap berkarya, apapun yang terjadi. Tujuan kami dalam berkarya untuk menyuarakan keresahan dan menjadi teman yang bisa menghibur bagi pendengar musik kami," ungkap Ari dalam siaran persnya.

"Dalam perjalanan, kami tidak pernah melihat materi sebagai yang utama. Itu adalah bonus dari usaha yang kami lakukan," sambungnya.

“Nematomorpha” pun berarti sebuah parasit yang hidup pada binatang belalang. Menceritakan tentang sekumpulan anak muda yang dulunya memiliki mimpi yang sama, akan tetapi ditengah jalan mimpi mereka menjadi berbeda, tidak dengan tujuan yang sama," jelasnya.

Dari sisi lirik, Fourtwnty tetap menggunakan diksi yang tergolong nyeleneh dan prokem, sehingga mudah dihafalkan. Meski nuansa pop alternative di lagu Nematomorpha terasa santai dan tenang, liriknya secara lugas mengkritik orang-orang yang selalu mengedepankan materi ketika bekerja atau berkarya.

Selain merilis Nematomorpha, Fourtwnty juga memperkenalkan Logogram terbaru mereka. Logogram tersebut berbentuk tangan yang memiliki makna memberi dan menerima. Fourtwnty pun berencana untuk merilis album ketiga dengan membuat konser tunggal, namun belum diketahui kapan tanggal perilisan album tersebut.

"Logogram (baru) itu punya makna memberi dan menerima. Bentuk tangan dipilih untuk menggambarkan segala upaya dan usaha yang dilakukan oleh Fourtwnty agar selalu bisa memberikan yang terbaik," ujar Nuwi.

Sekilas Fourtwnty

Fourtwnty berdiri pada April 2010 di Jakarta, di mana Roby Satria atau yang akrab dikenal sebagai Roby 'Geisha' menjadi penggagas terbentuknya band ini. Roby bertindak sebagai produser, music director, dan composer.

Fourtwnty beranggotakan tiga personil, Ari Lesmana, Nuwi, dan Roots. Menariknya, Fourtwnty kerap tampil dengan hanya menunjukkan dua personel saja, Ari dan Nuwi. Sementara Roots lebih banyak bertindak di balik layar.

Bahkan dalam kebanyakan foto, walaupun mereka tampil bertiga, sosok Roots ini selalu membelakangi kamera atau menutup wajahnya dengan sesuatu. Disebut-sebut sosok Roots ini merupakan Roby, namun Roby sendiri sudah menyangkal kabar tersebut.

Sementara Ari pernah menjelaskan bahwa Roby memiliki peranan penting dalam karya-karya yang diciptakan oleh Fourtwnty, seperti karya mereka di album kedua pada 2018 dengan tajuk Ego dan Fungsi Otak.

"Dia masih mendukung secara apapun, secara materi, moril, spirit, dan dia punya warna dia sendiri. Ketika warna aku berdua digabung, aku, Nuwi, Roots, kayak perpaduan warna menurut aku lebih dapat, lebih ke nadanya dia karena dia suka nyeletuk nggak jelas, ini oke nih," kata Ari.

Pada awal terbentuk, Fourtwnty nyatanya hanya sekadar 'iseng' menciptakan lagu hingga karya mereka akhirnya tersebar luas. Alhasil, Fourtwnty merilis mini album pada Desember 2014 dengan tajuk Setengah Dulu.

Sukses dengan perilisan mini album, Fourtwnty melanjutkan karier bermusik mereka dengan merilis album perdana dengan tajuk Lelaku pada Mei 2015. Terdapat 9 formasi lagu di album penuh perdana Fourtwnty di mana 5 lagu diantaranya berasal dari mini album mereka dan 4 lagu baru seperti Fana Merah Jambu, Iritasi Ringan, Diam Diam Ku Bawa, dan Aku Bukan Bintang.

Tiga tahun berselang setelah peluncuran album perdana, Fourtwnty akhirnya merilis album kedua mereka dengan tajuk Ego & Fungsi Otak. Bertepatan dengan hari jadi mereka kedelapan tahun, Fourtwnty melakukan peluncuran album kedua mereka bersama para penggemarnya, Society, dalam sebuah konser di Taman Kajoe, Jakarta Selatan pada April 2018.

Lewat salah satu lagu dari album kedua ini pula Fourtwnty menuai kesuksesan. Adalah lagu Zona Nyaman yang didaulat menjadi salah satu soundtrack dalam film Filosofi Kopi 2. Dari sini, nama Fourtwnty semakin dikenal luas.

0 COMMENTS